Showing posts with label Animation. Show all posts
Showing posts with label Animation. Show all posts

Wednesday, June 26, 2013

REVIEW: Monsters University (2013)

Sudah lebih dari satu dekade yang lalu Disney dan Pixar menghadirkan Monsters, Inc (2001); sebuah film animasi yang menceritakan tentang dunia monster yang mendapatkan sumber tenaga lewat teriakan anak-anak dari dunia manusia. Mike Wazowski (Bill Murray) dan James P. 'Sulley' Sullivan (John Goodman) adalah sepasang scarer team yang tanpa sengaja menjalin persahabatan dengan seorang anak manusia yang terjebak dalam dunia monster tersebut. Monsters, Inc bagi saya adalah sebuah film yang luar biasa kreatif, inventif, exhilarating dan emotionally fulfilling. Dan sebagai sebuah film yang sudah sempurna, saya tidak merasa bahwa film ini memerlukan sebuah lanjutan...or even prequel, for that matter.

Sunday, November 18, 2012

Review: ParaNorman (2012)

Plot: Norman Babcock (Kodi Smit-McPhee) mungkin terlihat seperti anak biasa. Yang menjadikan Norman istimewa adalah bahwa dirinya mampu melihat wujud-wujud supernatural yang bergentayangan di sekelilingnya yang tak mampu dilihat oleh orang lain. Berkat kemampuannya tersebut, Norman sering menjadi bulan-bulanan orang-orang di sekitarnya karena mereka tidak percaya terhadap bakat Norman tersebut. Karena bakatnya itu pula Norman pun 'terpilih' untuk menghentikan kutukan penyihir yang selama ini menjadi legenda di kota tempat tinggalnya itu.

Saturday, November 17, 2012

Review: Wreck-It Ralph (2012)

Plot: Di suatu game center, pada sebuah arcade game bernama 'Fix-It Felix Jr', Felix (Jack McBrayer) bertugas untuk memperbaiki hal-hal yang dirusak oleh Wreck-It Ralph (John C. Reilly). Sudah 30 tahun Ralph menyandang status 'penjahat', ia merasa bahwa ia mampu menjadi seorang pahlawan dan mendapatkan medali seperti halnya Felix selama ini. Usaha nya membawa Ralph memasuki dunia game lainnya serta tanpa sengaja pula ia mengakibatkan kecelakaan yang mampu membahayakan seluruh game di dalam game center tersebut.

Sunday, June 24, 2012

Review: Brave (2012)

Plot: Merida (Kelly Macdonald) adalah seorang putri kerajaan DunBroch di Scotland. Sesuai tradisi, dengan umurnya yang hampir dewasa, ia akan dihadapkan oleh lamaran dari putra-putra kerajaan lainnya. Tetapi, Merida yang memiliki jiwa petualang lebih tertarik dengan hidup bebas berkuda dan memanah yang juga menjadi hobinya. Merida tanpa sengaja bertemu dengan seorang penyihir dan memintanya untuk merubah sang ibu yang selama ini mengekangnya, Ratu Elinor (Emma Thompson), agar takdirnya juga berubah.

Friday, March 2, 2012

Review: The Fantastic Flying Books of Mr. Morris Lessmore (2011)

Plot: Kota yang ditempati oleh seorang pemuda bernama Morris Lessmore tiba-tiba dihadang oleh bencana badai besar yang pada akhirnya menghancurkan kotanya tersebut. Lewat sebuah pertemuan dengan wanita misterius serta buku-buku yang dapat terbang, Morris menemukan sebuah 'perpustakaan' penuh dengan buku-buku 'hidup'. Dalam rumah buku tersebut lah, Morris mendapatkan kembali semangat hidupnya dengan membantu dan mengurus buku-buku ajaib tersebut.

Saturday, November 12, 2011

Review: The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn (2011)

Plot: Tintin (Jamie Bell) adalah seorang jurnalis muda yang selama ini dikenal di kotanya berkat keahliannya memecahkan kasus ataupun misteri. Suatu hari, bersama anjing kesayangannya yang setia, Snowy, ia tanpa sengaja menemukan sebuah miniatur kapal 'Unicorn' yang legendaris di sebuah pasar serta membelinya. Tiba-tiba datang seorang asing bernama Ivanovich Sacharine (Daniel Craig) yang ingin membeli model kapal tersebut dari Tintin yang menolak untuk menjualnya kembali. Tanpa Tintin ketahui, model kapal 'Unicorn' tersebut ternyata menyimpan sebuah rahasia yang kemudian akan melibatkan Tintin pada sebuah petualangan internasional berbahaya bersama anjingnya serta seorang kapten kapal laut bernama Captain Haddock (Andy Serkis).

Sunday, October 16, 2011

Review: Cars 2 (2011)

Plot: Setelah menjuarai beberapa pertandingan nasional, kini saatnya untuk Lightning McQueen (Owen Wilson) merambah ke dunia balap internasional. Dalam pertandingan pertama World Grand Prix yang diselenggarakan di Jepang, Italy dan Inggris, McQueen turut membawa sahabatnya, Mater (Larry The Cable Guy). Dalam sebuah kebetulan, Mater tanpa sengaja terseret dalam sebuah investigasi menegangkan yang melibatkan agen-agen spesial rahasia, Finn McMissile (Michael Caine) dan Holly Shiftwell (Emily Mortimer).

Monday, June 13, 2011

Quick Reviews pt. 3: Horrors and comedies in the early of 2011

Di tahun lalu, dengan banyaknya early preview yang membuat ngiler untuk film-film 2011, tidak pernah akan menyangka bahwa kasus pajak yang menimpa dunia perbioskopan Indonesia membuat tahun ini menjadi sangat sangat sangat gersang oleh film. Beberapa film-film awal tahun (trimester awal) yang walaupun tidak seheboh Summer tapi kadang terbukti mampu melahirkan film-film berkualitas (ehm contohnya adalah Zodiac di tahun 2007 dan tahun lalu ada How to Train Your Dragon). Tahun ini terbukti juga dengan hadirnya Source Code yang bagai oasis di tengah minimnya film Hollywood di Indonesia. Film-film dibawah ini adalah 4 film yang sepertinya sangat berpotensi masuk bioskop Indonesia awal tahun lalu, mengingat genre yang dibawakannya (horror dan comedy) adalah genre yang sepertinya sangat mudah mendulang sukses. Salah satu film ini sudah berhasil melewati rintangan dan akhirnya rilis juga (Scre4m) yang satu masih menunggu (Insidious), yang lain (Paul dan Rio), well... sudah tersedia dalam bentuk yang lebih fleksibel (baca: dvd dan download-an).

Saturday, June 11, 2011

Review: Akira (1988)

Plot: Jepang, tahun 2019, 31 tahun setelah ledakan nuklir di Tokyo yang menghantarkan dunia kepada 'Perang'nya yang ketiga. Dalam sebuah alternate reality ini, tepatnya di kota Neo-Tokyo, teroris dan kekerasan antar geng merajalela. Seorang remaja bernama Kaneda (Mitsuo Iwata) dan teman-teman geng motornya di suatu malam terlibat sebuah perseteruan dengan geng motor lainnya. Di tengah kejar-kejaran tersebut, Tetsuo (Nozomu Sasaki), teman baik Kaneda secara tidak sengaja berpapasan dengan seorang anak kecil dengan fisik yang sedikit ganjil, membuatnya terjatuh dari motornya. Apa yang kemudian terjadi adalah pasukan pemerintah tiba-tiba menculik Tetsuo dan melakukan eksperimen pada dirinya. Eksprerimen tersebut berhasil mengeluarkan kekuatan luar biasa yang terpendam dalam diri Tetsuo. Kaneda, dibantu dengan sekelompok anti-government berusaha untuk menghentikan Tetsuo, yang kini sudah hilang kendali, sebelum ia membangkitkan kembali sosok bernama 'Akira', yang disebut-sebut sebagai penyebab ledakan nuklir 31 tahun yang lalu.

Thursday, June 17, 2010

"Andy's going to college, can you believe it?"

Sekuel kedua dari pelopor animasi CGI ini menceritakan bertahun-tahun setelah filmnya yang kedua. Woody (Tom Hanks), Buzz Lightyear (Tim Allen) dan teman-teman sesama mainannya harus menerima fakta bahwa pemilik mereka, Andy, sudah beranjak dewasa. Dalam beberapa hari, Andy akan meninggalkan rumah untuk memasuki masa-masa kuliah. Para mainan Andy, yang juga sudah bertahun-tahun tidak pernah dimainkan lagi, kini menjadi panik. Bagaimanakah nasib mereka nantinya ketika Andy meninggalkan mereka?
Berawal dari suatu kesengajaan, kelompok mainan tersebut harus terdampar di sebuah day-care. Mainan2 lain, selain Woody, merasa excited dan senang dengan suasana tempat tersebut ketika mereka datang. Belum lagi sambutan hangat dari sang 'ketua' day-care tersebut, Lotso 'The Hugging Bear' (Ned Beatty). Woody berusaha untuk mengajak teman-temannya untuk kembali ke Andy, tapi tentu saja teman-temannya menolak. Apa yang mereka tidak ketahui adalah ternyata tempat tinggal baru mereka bukanlah seperti yang mereka bayangkan, ditambah dengan niat terselubung Lotso dan antek-anteknya.

Thursday, February 25, 2010

"Sometimes the smallest thing can make the biggest changes of all"

Dinosaur (2000)
Di-set pada era dimana dinosaurus masih menguasai dunia, sekawanan dinosaurus dikagetkan oleh datangnya Carnotaurus (dinosaurus karnivora, semacam T-Rex). Seekor iguanodon matian-matian melindungi telur-telurnya yang pada akhirnya hancur terinjak, meninggalkan satu telur yang masih utuh. Telur itu kemudian terbawa tanpa sengaja 'oper-operan' oleh dinosaurus2 lain. Telur tersebut akhirnya terdampar di pulau seberang, di wilayah tempat tinggal sekawanan lemur. Plio, anak dari kepala suku lah yang pertama mengetahui bahwa itu adalah telur dinosaurus. Plio memutuskan untuk memeliharanya, yang awalnya ditentang ayahnya, Yar. Plio menamakan dinosaurus tersebut Aladar.
Tahun berganti tahun, Aladar yang sudah dewasa tumbuh sebagai dinosaurus herbivora dan berkerabat dekat dengan lemur-lemur lainnya. Tanpa disangka, pada suatu sore, sekelompok meteor-meteor melibas habis pulau mereka, menyisakan Aladar, Plio, Yar dan dua anak Plio, Zini dan Suri. Perjalan mereka di pulau seberang bermula ketika mereka dihadang oleh raptor dan terselamatkan oleh sekawanan dinosaurus yang bertahan hidup. Pertama kalinya Aladar bertemu dengan spesiesnya. Sekawanan itu, dipimpin oleh Kron, Bruton dan adiknya Neera, memiliki tujuan menemukan tempat tinggal baru. Perjalanan tersebut semakin rumit akibat keegoisan Kron, ancaman Carnatours serta teman-teman Aladar yang baru, Baylene dan Emma, dinosaurus tua yang tidak kuat untuk bergerak cepat.

Sunday, October 11, 2009

"Can humans and forest live together in peace? Can this be stopped?"

Mononoke-Hime (1997) atau Princess Mononoke bercerita tentang pemuda bernama Ashitaka (Yôji Matsuda/Billy Crudup). Dalam usahanya menyelamatkan penduduk desanya dari serangan giant boar demon, ia terluka yang ternyata membawa kutukan mematikan. Untuk menghapus kutukan itu, ia berkelana ke tempat dimana makhluk tersebut berasal. Perjalanan Ashitaka membawanya ke sebuah desa bernama Tataraba yang sedang 'berperang' dengan dewa-dewa hutan akibat perbuatan para penduduknya yang 'terpaksa' merusak hutan untuk membuat charcoal yang digunakan untuk dijadikan serbuk besi. Kubu manusia dipimpin oleh Lady Eboshi (Yūko Tanaka/Minnie Driver), yang ternyata sangat berjasa kepada para penduduknya. Dan kubu hutan diwakili oleh wolf god, Moro (Akihiro Miwa/Gillian Anderson), kedua anak serigalanya, serta spirit dari anak perempuannya dalam tubuh manusia, San (Yuriko Ishida/Claire Danes), sang putri mononoke (roh dalam istilah Jepang).

Align CenterWell, I think...
  1. Total epic! Salah satu film animasi terbaik yang pernah gw tonton. Embel-embel 'The 'Star Wars' of animated features' di DVD nya memang benar. Kompleksitas cerita, pesan maupun creature2 dalam film ini memang fantastis.
  2. Menonton film ini selain mengingatkan gw dengan Star Wars, juga mengingatkan gw saat nonton Lord of the Rings. Jalinan ceritanya memang berliku-liku dan ribet, tapi dituturkan dengan penuh action yang membangkitkan adrenalin serta rasa keingintahuan penonton.
  3. Technically speaking, kalo dibandingin dengan animasi2 3D mungkin kalah ya. Tapi entah kenapa membayangkan film ini dengan animas 3D aneh jg ya, memang sudah pas dengan animasi tradisional kayak gini. Gak kerasa ketinggalan jaman. Apalagi dengan cerita yang sangat amat berbobot.
  4. Lagi jaman kan sekarang dengan isu go green? Sepertinya film ini sudah mendahului dengan pesan di dalamnya. Perseteruan antara manusia dengan hutan diceritakan tidak dari satu sisi saja. Manusia yang seharusnya dijadikan 'musuh' dalam film ini, sedikit diberi simpati. Lady Eboshi sang pemimpin desa Tataraba, di luar dari 'aktifitas'nya merusak hutan, adalah seorang pemimpin yang berjiwa pemberani, adil dan bijaksana. Ia tidak memandang rendah orang2 yang tidak berdaya dan juga sangat membela kaum perempuan. Dengan penduduknya yang ramah pun, membuat Ashitaka tak bisa memilih untuk membela kubu yang mana.
  5. Selain isu lingkungan tersebut, ada beberapa pula pesan yang diselipkan dalam film ini. Salah satu di antaranya emansipasi wanita yang pada zaman tersebut tidak terlalu diperhatikan.
  6. Detail2 dalam film ini kayaknya memang diperhatikan bener2. Walaupun animasinya masih tradisional, tapi detailnya kayaknya sempurna banget. Apalagi musiknya yang memang keren.
  7. Just FYI: film ini adalah film terlaris di Jepang saat film ini di rilis tahun 1997 yang beberapa waktu setelahnya dikalahkan oleh Titanic. Ketika di rilis di US dan UK di tahun 1999, pujian pun berhamburan untuk film ini. Roger Ebert pun menobatkannya menjadi salah satu dari 10 film terbaik di tahun 1999.
So, the conclusion...
Hayao Miyazaki sang sutradara memang pas dengan julukan Japanese Walt Disney. Mungkin bedanya ya film2 Miyazaki memiliki pesan yang lebih berat dibandingkan film2 Disney. Princess Mononoke adalah satu contoh film animasi dengan tema yang sangat berbobot dan universal. Walaupun film animasi, mungkin film ini memiliki unsur yang tidak cocok untuk ditonton anak2. Despite all of that, film ini menjadi salah satu film animasi ambisius yang pernah gw tonton. Selain pesannya yang sangat mengena, cerita yang bagus, detail2 yang sempurna, musik yang oke serta kadar drama, romance, action yang menegangkan membuat film ini adalah salah satu film terbaik yang pernah gw tonton. Recommmended? Totally!

9/10

Studio Ghibli
Directed by: Hayao Miyazaki
Voices by (Japanese): Yōji Matsuda, Yuriko Ishida, Akihiro Miwa Yūko Tanaka. Kaoru Kobayashi, Sumi Shimamoto
Voices by (English): Billy Crudup, Claire Danes, Gillian Anderson, Minnie Driver, Billy Bob Thornton, Jada Pinkett-Smith

Friday, July 31, 2009

"Adventure is out there!"

Up (2009) adalah film ke-10 kerja sama Walt Disney Pictures dan Pixar Animation. Bercerita tentang Carl Fredricksen (Edward Asner), seorang lansia yang memiliki mimpi menjadi seorang petualang dan memiliki rumah di air terjun Paradise Falls, Amerika Selatan. Sayang, istrinya yang juga memiliki mimpi yang sama terlanjur meninggal duluan. Ketika rumahnya akan diambil oleh pengusaha real estate dan akan mengirim Carl ke rumah jompo, Carl memiliki ide 'gila' untuk menerbangkan dirinya beserta rumahnya dengan ratusan balon menuju Paradise Falls. Perjalanan Carl tidak berjalan dengan mulus, selain adanya kehadiran Russel (Jordan Nagai), seorang anak pramuka yang accidentally terbawa ikut, terjebak awan hujan, sampai terlibat dalam perburuan burung langka.

Things I noticed...
  1. Sh!t, Disney/Pixar has done it again! Sebuah tipikal film Disney/Pixar (seterusnya D/P aja ya biar lebih singkat) yang sangat2 entertaining, touching & penuh makna, at the same time! Selain itu animasinya jg gak perlu diragukan lagi lah, udah tingkat dewa banget.
  2. The story was (as I said in the first point) really amusing. Pinter banget deh kalo masalah cerita. The jokes were light-hearted, funny and (yes) entertaining. Banyak banget adegan2 yang sangat kocak, dengan lawakan2 yang sebenarnya simple tapi entah kenapa dengan sangat briliannya, mampu mengocok perut.
  3. Masih tentang cerita, the movie has some of got-you-teary-eyed moments. Lagi-lagi tipikal Disney/Pixar. Entah kenapa porsi di film ini cukup banyak ya hahaha tapi mungkin gak akan ada yg ngalahin kesedihan adegan ketika boneka Jessy dilupakan pemiliknya diiringi lagu When She Loved Me di film Toy Story 2.
  4. Menurut gw, dalam film ini, karakter2nya sangat likeable (kalau dibandingkan dengan karakter di Wall-E). Apalagi karakter Russel yang annoyingly funny! Seorang anak yang cukup ambisius ini sering bgt bikin gw ketawa. Sama juga seperti Dug, si anjing. Dengan alat translate-nya yg bisa membuat nya merespon apa saja juga bikin ketawa hahahaha
  5. Dibandingkan dengan film-film D/P lain, porsi 'adventure' film ini terasa cukup banyak. Maksudnya yang lebih berbahaya gitu. Bayangin aja anak kecil di tengah hutan dan tebing2 gitu + ada puluhan anjing. Jadi lebih 'menyeramkan' lah, soalnya selama ini kayaknya film2nya D/P cenderung save. Atau karena kali ini tokoh utama nya manusia ya? Di wilderness lagi.
  6. Di beberapa adegan mungkin ada yang terlalu 'kebetulan' dan 'impossible'. Tapi ya namanya juga film.. Animasi lagi. Walaupun dari D/P juga boleh dong ber-kreatif ria hahaha
  7. Agak susah juga kalo judulnya cuman 2 huruf begini. Nyebut, orang2 suka salah denger, nyari info di internet juga selain di situs2 macem imdb atau movie site gitu rebek hahaha tapi title nya lumayan nonjok lah.
  8. Just FYI: film ini juga mencetak sejarah sebagai film animasi pertama dan (masih) satu2nya film animasi yang menjadi opening film untuk Festival Film Cannes 2009 beberapa bulan yang lalu.
  9. Dibandingkan dengan Wall-E, mungkin film ini memiliki pesan yang lebih 'ringan'. Tapi tetap bermakna. Salah satu nya mungkin (dan yg paling gw suka) adalah untuk tidak terlalu obsesi dengan sesuatu (ini gw ngambil sendiri sih intinya, tau deh bener atau enggak hahah) SPOILER AHEAD! Ditunjukkan dengan kata2 Ellie, mendiang istrinya kepada Carl untuk 'go make new adventures', atau enggak nanti he'll end up like Charles Muntz, seorang petualang yang terlalu terobsesi menemukan burung langka tsb dan membuatnya menghalalkan segala cara.
So, the conclusion...
Salah satu summer movies terbaik taun ini (walaupun telat 2 bulan tayang di Indonesia tapi masih itungan Summer nih hahahaha). Sebuah tayangan yang menghibur, sedih, dan penuh dengan makna2 terpendam di dalamnya. Film keluarga yang sepertinya pilihan yang sempurna di awal2 masuk sekolah ini (sebelum terjun terlalu jauh ke belajar). Agak susah gw kalo harus membandingkan film-film D/P, karena semua rata2 jauh diatas standard kualitasnya. Selain Toy Story yang sangat iconic tersebut, serta Finding Nemo & Wall-E yang superb, film2 D/P menurut gw sama kualitasnya, ya at least seimbang lah. Dengan ini, menurut gw, Up akan turut melengkapi D/P dengan koleksi Academy Awards untuk Best Animated Feature taun depan. Amin.

8.9/10

Walt Disney Pictures - Pixar Animation
Directed by: Pete Docter
Voices by: Edward Anser, Jordan Nagai, Christopher Plummer, John Ratzenberg, David Kaye

PS: Mungkin film ini adalah film terakhir yg gw tonton di bioskop, setidaknya untuk beberapa bulan ke depan. Maklum udah kelas XII harus belajar buat segala final exams + ptn enroll tests dan ngehemat duit hahaha

Sunday, June 7, 2009

"You probably think 'this world' is a dream comes true.. but you're wrong"

Coraline (2009) adalah film animasi stop-motion yang diangkat dari novel berjudul sama karya Neil Gaiman. Bercerita tentang Coraline Jones (Dakota Fanning) & keluarganya yang baru saja pindah ke Pink Palace Apartment, sebuah rumah (mungkin semacam duplex, or something) di Oregon. Coraline menganggap kehidupannya & orang2 di sekitarnya sangat membosankan & unattractive. Sampai ketika ia menemukan pintu mini di ruang keluarga rumah barunya. Pintu itu terhubung dengan sebuh alternate world. Dalam dunia paralel tersebut, ia bertemu dengan para 'the Others' (sebenernya bukan itu sebutan resminya) yang mirip dengan orang2 di kehidupan asli Coraline, dengan kancing sebagai pengganti mata mereka serta lebih menyenangkan. Coraline akhirnya sering mengunjungi dunia paralel itu, sampai ia mengetahui niat jahat sang pemilik dunia tersebut.

Things I noticed...
  1. Jangan tertipu dengan posternya yg sangat colorful itu. Film ini sebenernya memiliki beberapa bagian yg mungkin sedikit inappropriate & ga terlalu suited for kids (walaupun hanya beberapa sih). Secara sutradaranya, Henry Selick, adalah sutradara The Nightmare Before Christmas (1993).
  2. Cerita nya ini tipe film gw banget!! Sh!t, I really really like this kind of stories in film! Freakin love the atmosphere & all the mystery-solving. Pernah main Nancy Drew di PC? Mirip2 gini deh.
  3. The story was great, so fun & easy to follow. Suspense nya dapet dan bikin betah nonton film ini. Serius seru banget! Agak mirip sih sama Spirited Away, tapi film ini lebih watchable dan lebih gampang untuk dimengerti.
  4. Love the jokes! Entah kenapa. Tapi sayang hanya berada di awal2 film.
  5. Animasinya walaupun stop-motion, tapi dibikin dengan format yg lebih modern. Dibanding dengan The Nightmare Before Christmas, jelas Coraline lebih halus, walaupun tidak menghilangkan gerakan 'patah-patah' khas stop motion.
  6. Sebagai media promosi, studio yg merilis Coraline membuat 26 poster berbeda-beda, masing2 dengan huruf2 Alfabet dan juga diikuti dengan rhyme lines yg kreatif banget. Cek disini.
  7. Karena film kartun, jadi agak susah ya ngejelasin aktingnya hahaha. Tapi kalo dari suara sih, Dakota Fanning udah bermain bagus, malah suaranya terdengar berbeda (which is a good thing). Dan juga suara si Teri Hatcher (Mother & The Other Mother) yang oke gila.
So, the conclusion...
A great animation movie. Berbeda dengan film2 Disney-Pixar maupun Dreamworks, film ini tidak akan menampilkan cerita & atmosfir yang penuh dengan unsur kegembiraan. Film ini seru banget kalo lo suka sama film2 mystery (bukan, bukan horror). Tapi kayak detektif2 gitu. Mungkin bisa dikatakan the lighter version (but still a bit dark) of Spirited Away. Nice story, good suspense, very recommended!

8/10

PS: Sekarang gambarnya akan lebih besar. Do you prefer big images or small ones? Dan juga gw justify. Love it? Let me know, guys!