Showing posts with label History. Show all posts
Showing posts with label History. Show all posts

Sunday, March 10, 2013

Review: No (2012)

Plot: After being overthrown, a Chilean dictator of 15 years made a referendum to ask the public of Chile to vote whether they wanted him to stay in power by voting Yes or they wanted a democratic election by voting No. This film depicted the process of both ad campaigns presenting their point of views on the television.

Tuesday, February 19, 2013

Review: The Invisible War (2012)

Plot: Sebuah dokumenter yang menyingkap 'praktek' pemerkosaan atau sexual harrasment yang telah bertahun-tahun terjadi (dan ditutupi) di dalam kemiliteran Amerika Serikat.

Wednesday, January 2, 2013

Review: Lincoln (2012)

Plot: Film ini akan berfokus pada beberapa bulan terakhir hidupnya serta usaha presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln (Daniel Day-Lewis) untuk mensahkan amandemen anti-perbudakan di tengah Perang Sipil yang telah memakan banyak korban.

Monday, December 31, 2012

Review: Argo (2012)

Plot: Demo besar-besaran terjadi di depan gedung kedutaan Amerika Serikat di Iran pada tanggal 4 November 1979, setelah pemimpin yang menyengsarakan mereka melarikan diri ke dan 'dilindungi' di Amerika. Sejumlah 6 orang pegawai kedutaan Amerika Serikat untungnya dapat melarikan diri sebelum tertangkap. Mereka menemukan shelter di rumah milik duta besar Kanada disana. Tony Mendez (Ben Affleck), seorang agen CIA pun mengajukan sebuah ide untuk membuat film sci-fi palsu yang memiliki setting di Iran dan menyamarkan orang-orang yang terperangkap tersebut sebagai kru film.

Friday, July 13, 2012

Review: Lewat Djam Malam (1954)

Plot: Seorang pria yang dulunya adalah pejuang kemerdekaan Indonesia, Iskandar (A.N. Alcaff), memutuskan untuk kembali ke 'dunia nyata'; mencoba bekerja untuk menghidupi tunangannya, Norma (Netty Herawati), kelak. Tetapi ternyata tidak mudah bagi Iskandar untuk menyesuaikan hidupnya selepas perang melawan penjajah. Belum lagi kenangan pahit masa lalu bersama rekan-rekan seperjuangannya; Gafar, Gunawan serta Puja, yang terus menghantuinya.

Wednesday, June 15, 2011

Review: Shattered Glass (2003)

Plot: The New Republic adalah sebuah majalah politik yang walaupun penjualannya tidak tinggi, tapi memiliki kelas sendiri karena terpilih sebagai majalah resmi pesawat Air Force One. Bekerja disitu jelas akan membuat bangga bagi seorang individu, tak terkecuali Stephen Glass (Hayden Christensen). Sebagai seorang yang charming, Glass menjadi seorang yang dipandang sangat bersahabat oleh teman-teman kerjanya. Salah satu tulisannya untuk majalah tersebut tiba-tiba menarik perhatian Adam Penenberg (Steve Zahn), penulis sebuah majalah online yang merasa artikel tersebut janggal. Semakin lama ia menginvestigasi, semakin yakin bahwa artikel berjudul 'Hack Heaven' tulisan Glass adalah fiktif karena semua info yang ada di tulisan tersebut tidak dapat dicari faktanya. Setelah di-konfrontasi, Glass masih bersikukuh bahwa dirinya tidak berbohong. Hal tersebut membuat editor The New Republic saat itu, Charlie 'Chuck' Lane (Peter Sarsgaard) mulai mempertanyakan keaslian cerita Glass.

Sunday, February 20, 2011

Review: The Elephant Man (1980)

Plot: Frederick Treves (Anthony Hopkins) adalah seorang surgeon di sebuah rumah sakit di London sekitar akhir abad 19. Treves tanpa sengaja menemukan John Merrick (John Hurt), seseorang yang memiliki fisik yang menyeramkan yang diakibatkan oleh cacat ketika lahir. Merrick saat itu menjadi salah satu circus freak dengan julukan 'The Elephant Man' dengan Bytes (Freddie Jones) sebagai sang 'empunya'. Dengan alasan curiosity, Treves membuat kesepakatan dengan Bytes dan membawa Merrick ke rumah sakit untuk diexamine. Hal itu berujung kepada suatu hubungan dimana Treves menyadari bahwa dibalik sosok menyeramkan Merrick ternyata tersembunyi individu yang berbeda dari tampilan fisiknya.

Friday, November 5, 2010

Review: The Social Network (2010)

Plot: Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg) adalah seorang pemuda naif dan ambisius serta seorang nerd yang ahli dalam pemrograman komputer. Mark baru saja diputuskan oleh pacarnya, Erica Albright (Rooney Mara) akibat mulut tajamnya yang, entah sengaja atau tidak, menyakiti perasaan Erica. Marah dengan keputusan tersebut, Mark melampiaskan segalanya ke dalam blognya dan berkat celetukan roomatenya, Mark meng-hack server semua website houses di Harvard, mengumpulkan foto-foto cewek disana dan menuangkannya dalam sebuah situs Facemash, dimana user memilih mana cewek yang paling hot. Akibat perbuatannya ini, Mark mendapatkan probation dari Harvard tetapi mencuri perhatian Tyler dan Cameron Winklevoss (Armie Hammer) serta Divya Narendra (Max Minghella) yang kemudian merekrutnya untuk membuat sebuah situs pertemanan eksklusif bernama The Harvard Connection. Mark kemudian mendatangi sahabatnya, Eduardo Saverin (Andrew Garfield) dan melontarkan ide untuk membuat pula sebuah situs jejaring sosial dengan nama thefacebook, cikal bakal social network paling dewa saat ini, Facebook. Setelah diluncurkan, jelas Winklevoss dan Narendra marah besar dan berusaha menuntutnya. Ditambah lagi, kedatangan kreator Napster, Sean Parker (Justin Timberlake) yang penuh dengan charming serta koneksi, membuat persahabatan Mark dan Eduardo diambang kehancuran.

Sunday, October 10, 2010

Review: Zodiac (2007)

Plot: San Fransisco, akhir dekade 60an. Publik digegerkan dengan seorang serialkiller yang menamakan dirinya 'Zodiac'. Terror dari mass murderer tersebut bermula ketika satu surat kabar mendapat surat tantangan dari Zodiac. Dalam surat-suratnya, Zodiac mengaku telah membunuh belasan orang bahkan ia akan terus melakukan hal tersebut. Hal ini menarik perhatian seorang kartunis Robert Graysmith (Jack Gyllenhall) yang hobi memecahkan teka-teki dan jurnalis Paul Avery (Robert Downey, Jr.) Hal yang sama juga mengusik dua detektif, Inspector David Toschi (Mark Ruffalo) dan William Armstrong (Anthony Edwards). Kasus yang berlarut-larut ini nyatanya tanpa tidak disadari membuat mereka terobsesi. Sebenarnya siapakah sosok dibalik Zodiac itu?

Tuesday, March 24, 2009

"This list... is an absolute good. The list is life."

Sebelumnya, gw mau bilang dulu 'perjuangan' gw nntn film ini. Gw nntn siang2 tapi ketiduran. Karena besoknya gw lagi ada ujian blok, gw akhirnya terpaksa lanjutin nntn malem2, jam 12an. Itu pun terpaksa, soalnya ga ngantuk dan bosen belajar hahaha But this movie (amazingly) kept me wide awake for almost 2 hours, fyi the running time is 180 minutes, or so. Why? Because this movie was freakin' thrilling.

Abis nntn Mississippi Burning, entah kenapa gw tiba2 jadi pengen nntn film ini. Gw punya DVD nya udah lama cuman baru bisa di tonton sekarang. Dan bener anggapan orang2 bahwa Schindler's List (1993) adalah salah satu film terbaik sepanjang masa.

Diangkat dari kisah nyata, Oskar Schindler (Liam Neeson) adalah seorang bussinessman sukses dan juga anggota Nazi yang memiliki pabrik barang2 metalik serta war-goodies pada awal masa Perang Dunia ke 2. Oskar kemudian memilih mempekerjakan orang2 Jewish untuk bekerja di pabrik nya, karena 'harga'nya lebih murah. Dari tujuan nya mencari uang, Oskar kemudian merubah tujuannya mempekerjakan orang2 Jewish untuk menyelamatkan mereka dari labor camp agar mereka tidak dikirim ke concentration camp (atau dibunuh) setelah menyaksikan betapa kejam dan brutal nya para tentara Nazi.

Bisa dibilang aksi yang dilakukan oleh Oskar sangat amat membahayakan diri nya. Bersama seorang 'asisten pribadi'nya, yang juga seorang Yahudi, Itzhak Stern (Ben Kingsley), mereka 'kucing-kucingan' membawa para orang2 Yahudi ke pabrik nya dari pimpinan labor camp disana, Amon Goeth (Ralph Fiennes). Selain Goeth pun, Oskar juga harus membayar cukup banyak biaya agar orang2 Yahudi tsb tetap kerja di pabrik nya. Sampe2 dia harus membayar begitu banyak uang untuk membawa pekerja2 nya ke negara asalnya, Ceko, trus ngebuat list semua keluarga yang ikut dengannya, jumlah semuanya kira2 1100 orang.

There are lots of scenes in this movie that so terrifying and so heartbreaking. People are shot in the head with no reason at all, people being condemned harshly, people being stripped down, mocked, and killed. And they're all Jews. Graphic violence di film ini, walaupun di film ini udah sangat hard-to-watch, kenyataannya banyak yang lebih parah lagi. Untungnya, yang di concentration camp ga diliatin.

Film ini meraih 7 Oscar, termasuk Best Picture serta Best Director untuk most famous director in the world, Stephen Spielberg di Academy Awards 1994. Pilihan yang ga salah. Film yang hampir keseluruhan film menggunakan tone hitam putih ini, memang bener2 film yang bisa dibilang memorable dan real (walaupun dialog nya berbahasa Inggris, jadi mengurangi ke-ontetikan cerita, tapi Spielberg kinda has his own reason, though). Gw suka sama cinematography nya, shot2 yang diambil keren2 banget. Apalagi pas muka Oskar dilihat sepenuhnya untuk pertama kali trus dia sambil ngerokok. It has magic trick, I must say.

Beberapa adegan yang tetep nyantol di otak gw contohnya pas orang2 Yahudi yang bersembunyi di tempat2 sebisanya, pas ghetto mereka di gerebek, langsung di tembakin satu2. Terus pas di labor camp abis pemeriksaan kesehatan (yep, they're forced to stripped down, head to toe and running around the labor camp), ternyata anak2nya dibawa kabur naik truk. Abis itu adegan dimana kereta yang mengangkut wanita2 & anak2 pas mau pergi ke Ceko, hometown nya Oskar, 'accidentally' nyasar ke concentration camp terburuk, Auschwitz. Sebenernya banyak banget adegan2 yang bikin merinding, tapi ga bisa gw sebutin satu2, kebanyakan.

Film ini menyadarkan gw atas rasa kemanusiaan yang mendalam. Sama seperti post gw di Mississsippi Burning, dengan dibuatnya film2 kayak gini, kita jangan sampai melakukan kesalahan yang sama lagi. Gw pun jadi sedikit simpati sama orang2 Yahudi di jaman itu. Tapi, di jaman itu lho. Jaman sekarang? Tolong dong sodara2 gw di Palestina jangan di apa2in lagi. Damai kan lebih baik, ya kan?

In conclusion: A cinematic experience. A very touching and moving film and beautifully made. Memorable and deep. Deserved it's spot in lots of everyone's best & favorite movie. And yes, it is one of the best movies ever made. Gives me the chill and makes us witness the true horror of one of the worst past events. Semoga 'Nazi'2 jaman sekarang pun tobat ya, sebelum terlambat.

Rating: 9/10

Sunday, February 8, 2009

"Dont start a fight, but always finish it"


I am a big -huge- fan of 'i-told-you-so' kinda movie. Seru aja ngerasa gimana puasnya pas akhir2 film seseorang bilang 'gw tuh dari awal udah bener!' or in other words, 'I told you so!!!!'. And the movie: Changeling is one of the best examples of that kind of movies.

Bercerita mengenai Christine Collins (Angelina Jolie), single mother yang bekerja di sebuah telephone company. Ia hidup di Los Angeles, tahun 1928 yang pada saat itu lagi hangat2nya isu2 korupsi dan ketidak-becusan LAPD (LA Police Department). Christine memiliki anak laki2 berumur 8 tahun, Walter.

Pada satu hari di bulan Maret, karena suatu hal, Christine terpaksa meninggalkan Walter untuk bekerja di hari libur. Setelah selesai bekerja dan kemudian pulang ke rumah, Christine tidak menemukan Walter di mana2. Pasti lah Christine panik dan ngerasa kalo hidupnya bener2 ancur.

Setelah 5 bulan menunggu. Christine seperti menemukan kembali cahaya hidupnya (wkakakak bahasa gw asik betul) setelah mendengar kabar bahwa Walter ditemukan. Tetapi rasa gembira nya berubah ketika anak yang ditemukan tersebut bukanlah Walter, despite the fact kalau ciri2 nya memang mirip Walter, dan juga anak tersebut ngaku2 kalo dia Walter Collins. Ukuran tinggi badannya lebih pendek daripada Walter (Christine selalu mengukur tinggi badan Walter di sebua dinding), dan anak tersebut di sunat, sedangkan Walter tidak. Entah disengaja atau tidak, LAPD, terutama Captain James (Jeffrey Donovan) dengan segala ke-arogannya menyangkal pernyataan Christine, dia mengasumsikan bahwa Christine shock dan lupa akan fakta2 anaknya sendiri.

Sebagai seorang ibu, jelas Christine gak mau diem aja kan, karena berarti Walter masih menghilang. Setelah di tuduh2 sebagai pembohong, penipu bahkan 'dibuang' ke mental institution karena disangka gila, Christine tetap bersikeras bahwa LAPD telah melakukan kesalahan, karena pada masa itu, LAPD bener2 dianggap shameful, makanya 'keberhasilan' mereka menemukan Walter enggan mereka lepaskan. Dengan motto hidup Christine: "Dont start a fight, but always finish it", Christine membawa permasalahan ini sampai ke pengadilan.

And I forgot to tell you, IT IS A TRUE STORY.

Kisah tragis Christine yang harus menderita karena ke-keras kepalaan Captain James & LAPD untuk menemukan anaknya bener2 terjadi. Kasus ini berhubungan dengan pembunuhan berantai terhadap anak2 kecil di LA, Chicken Coop Murders, yang disebut2 sebagai Worst Crime in LA's History. Protes masyarakat terhadap kinerja LAPD juga menjadi demonstrasi terbesar di masa itu.

Kembali ke masalah filmnya. Bisa dibilang kalo film ini filmnya Angelina Jolie. She's friggin awesome in there. Sumpah, ga lebay, dan ga boong, pas beberapa menit awal gw ngerasa: "Hey, that is NOT Angelina Jolie". Beda banget. She really can act. Meyakinkan bgt.

Clint Eastwood, sang sutradara jg sukses menghasilkan film yang sangat menarik ini. Cerita oke, akting diatas standard, sinematografi, musik, dll cukup mantap (bahkan Eastwood turut bikin score nya juga). Dan kenapa film2 'hanya' mendapat 3 nominasi Oscar (termasuk Actress untuk Jolie) dan tidak dinominasikan dalam Best Picture, is beyond me! Bener2 film underrated banget, lebih bagus dari The Reader malah hahaha

Film ini bener2 bagus banget, tapi sayang ga terlalu di recognized. Padahal Angelina Jolie bener2 bagus mainnya. One of the year's most underrated movie. Nasibnya sama kayak filmnya David Fincher, Zodiac, 2 tahun yang lalu. But this movie still worth to be watched!

8 out of 10*
Yeah I'm gonna use ratings from now on...