Showing posts with label Head-to-head. Show all posts
Showing posts with label Head-to-head. Show all posts

Thursday, November 21, 2013

HEAD2HEAD: Into the Woods and to the Beach with "The Kings of Summer" and "The Way Way Back"

Tinggal di sebuah negara dengan 2 musim tentunya membuat kita tidak pernah bisa benar-benar merasakan apa yang namanya 'summer vacation' (since every single day is a summer here), kecuali tentunya sejumlah film-film blockbuster yang saling bergantian mengisi bioskop tanah air. Tetapi di sela-sela film-film studio besar yang dirilis tiap musim panas, selalu hadir pula beberapa film independent yang selalu menjadi alternatif ketika penonton mulai bosan dengan tontonan mega budget yang itu-itu saja. The Kings of Summer dan The Way Way Back masuk ke dalam kategori tersebut untuk musim panas tahun ini. Dan mungkin untuk menyetarakan dengan tema musim panasnya, kedua film ini bercerita tentang pengalaman para karakter utama dalam menghabiskan musim panas mereka.

Monday, May 13, 2013

Head-to-head: Michael (2011) & The Hunt (2012)

Ah it's been literally months without any single Head-to-Head post. Bagi yang belum familiar, dalam segmen ini saya akan me-review dua film yang berbeda tetapi memiliki satu kesamaan di antara keduanya; baik cerita, tema, aktor atau bahkan sutradaranya. Kali ini yang saya angkat mungkin film dengan tema yang cukup sensitif; sexual abuse against minority. Lewat Michael (2011) kita melihat seorang pedofil yang menyekap anak di basement rumahnya, lalu dalam The Hunt (2012), seorang guru malah menjadi korban tuduhan bahwa dirinya melakukan tindakan tak senonoh di depan muridnya.

Friday, August 31, 2012

Head-to-head: Jeff, Who Lives at Home (2012) & The Five-Year Engagement (2012)

Kalau anda adalah penonton setia serial tv How I Met Your Mother, pasti tidak asing lagi dengan nama Jason Segel, pemeran karakter Marshal Eriksen. Sebelum How I Met.., Segel sudah mulai dikenal lewat perannya di tv series Judd Apatow, Freaks and Geeks, bersama James Franco yang sayangnya hanya bertahan 1 season. Setelah hanya menjadi pemeran-pemeran pembantu saja dalam layar lebar, Segel mulai lebih dikenal publik luas lewat peran utamanya di Forgetting Sarah Marshall (2008), yang dalam film tersebut ia sempat memamerkan tubuh polosnya. Pada Head-to-head kali ini, saya akan mengulas 2 film yang ia bintangi yang sama-sama rilis di tahun 2012 ini.

Friday, May 4, 2012

Head-to-head: Memories of Murder (2003) & The Chaser (2008)

Selamat datang kembali dalam feature Head-to-head! Pada edisi kali ini, sepertinya sih sama dengan edisi yang sebelumnya, masih bertemakan film thriller. Kalau kemarin adalah film-filmnya Alfred Hitchcock, kali ini saya memilih 2 film dari sutradara yang berbeda, tetapi dari satu negara yang sama: Korea Selatan. No particular reason on picking Korean films actually, even though I've been listening to some Korean music nowadays :p. Lagipula film-film Korea sekarang sudah tidak kalah kualitasnya dibandingkan dengan produksi Hollywood, terutama di genre ini. Dua film yang akan saya bahas adalah Memories of Murder karya sutradara Bong Joonho serta The Chaser dari sutradara Na Hongjin. Sudah sejak lama ingin menonton dua film ini, tetapi akhirnya baru sekarang kesampaian. So here it goes, another round of head-to-head!

Tuesday, February 28, 2012

Head-to-head: Rope (1948) & Dial M for Murder (1954)

Waaah udah lama banget ya saya gak bikin review Head-to-head. Maaf sebelumnya, karena kekurangan materi jadi feature ini jadi agak sedikit terbengkalai. For those who don't know, Head-to-head adalah dimana saya akan mereview dan membandingkan dua judul film dengan tema (atau sutradara/aktor) yang sama. Dan kebetulan, untuk edisi kali ini, tema dan sutradaranya sama. Alfred Hitchcock sepertinya tidak asing lagi di mata movie lover dengan film-film misteri nya. Dengan sejumlah filmnya yang memiliki tema yang sama, saya memilih Rope (1948) dan Dial M for Murder(1954) yang secara kebetulan ternyata memiliki landasan cerita yg juga serupa: how the lead characters planning a so-called 'perfect crime'. Enjoy!

Monday, April 25, 2011

Head-to-head: Stand by Me (1986) & Now and Then (1995)

Sebenernya apa sih yang dimaksud dengan film coming-of-age? As a matter of fact, gw juga tidak bisa dengan baik menjelaskannya. Apa yang gw tangkep dari beberapa definisi dan contoh, film coming-of age adalah film yang memiliki tema pendewasaan, maksudnya transisi dari anak kecil menjadi dewasa. Masa-masa remaja gitu lah, kalo boleh disebut seperti itu, CMIIW sih. Apapun arti konkritnya, film-film yang sering disebut sebagai film coming-of-age biasanya penuh dengan pesan-pesan di dalamnya. Film seperti ini kadang membuat gw tertarik karena ceritanya dan juga tema yang deket sama gw, yang notabene masih muda #bohong. Dua film pilihan gw adalah Stand by Me dan satu lagi yang banyak orang bilang 'versi ceweknya', Now and Then.

Wednesday, March 16, 2011

Head-to-head: Clue (1985) & Gosford Park (2001)

Mystery (bukan cerita hantu ya) kayaknya udah menjadi genre favorit gw dalam menonton film. Especially, kalo berhubungan sama detektif2an. Nah, di salah satu branch cerita misteri (bukan, bukan cerita hantu) ada yang namanya tipe yang disebut juga whodunit. Whodunit sendiri sebenernya adalah plesetan dari kata 'who's done it?', yang merujuk pada sebuah kasus, biasanya pembunuhan, dengan banyak karakter dikumpulkan dalam satu lokasi dan salah satu dari mereka lah sang musuh dalam selimut. Biasanya film-film whodunit itu memakai ensemble cast supaya gak begitu menonjolkan satu karakter aja, jadinya membuat para penonton makin sulit menebak siapa sih si 'perpetrator'nya. Kalau sekarang contoh yang paling awam adalah cerita-cerita dari komik Detective Conan dan Kindaichi, which by the way, my 2 most favorite comic series ever. Salah satu contoh dari sub-genre ini adalah, Clue (1985) dan Gosford Park (2001).

Tuesday, March 8, 2011

Head-to-head: The Virgin Suicides (1999) & All Good Things (2010)

Head-to-head is my newly series of posts where I review 2 movies (or more) with one particular resemblance, whether it's the theme of the films, the star or even the director. One of my attempts to increase numbers of review and also to save some time and space, cause I'm gonna do them shortly. Hope I can do this regularly.
Welcome to my first Head-to-head. Aaand Kirsten Dunst will have the honor to open this series up. Pertama kali gw kenal Dunst adalah dalam film Bring It On, yang menjadi salah guilty pleasures gw sampai sekarang. Walaupun sepertinya sudah sering bermain dalam banyak film, tapi menurut gw kayaknya Dunst kurang bersinar sebagai aktris kelas-A. Dunst mungkin paling dikenal sebagai Mary Jane dalam trilogi Spider-Man nya Sam Raimi. Selain itu, kebanyakan bermain film-film yang kurang komersil seperti Elizabethtown, Mona Lisa Smile atau Eternal Sunshine of the Spotless Mind. Karirnya sekarang gak gitu-gitu wah banget, tapi ya gak begitu jelek juga. Pada kesempatan kali ini gw akan mencoba mereview The Virgin Suicides dan filmnya yang terbaru, All Good Things.