Showing posts with label Thriller. Show all posts
Showing posts with label Thriller. Show all posts

Saturday, October 12, 2013

REVIEW: Alfonso Cuarón's "Gravity" Soars High, Grips You Hard and Won't Let You Go

Waiting this film for so long has to be an understatement. Setelah Alfonso Cuaron memberikan edgy style twist ke installment Harry Potter yang ketiga, karya-karya sutradara asal Meksiko ini selalu saya nantikan kehadirannya. Children of Men (2006) mungkin salah satu film terbaik dari dekade 2000 kemarin, sedangkan Y Tu Mama Tambien (2001) menjadi salah satu film coming-of-age terseksi dan ter-poignant yang pernah saya tonton. Setelah beberapa tahun menghilang dari kursi sutradara untuk mengembangkan cerita untuk film teranyarnya ini, dan setelah setahun ditunda dari jadwal perilisan awal, Gravity akhirnya muncul ke permukaan. But is it worth all the wait?

Sunday, October 6, 2013

REVIEW: Denis Villeneuve's "Prisoners" Pulls You Into an Intriguing Maze of a Thrilling Kidnapping Case

What is every parent's worst nightmare? Kehilangan anak yang mereka cintai, mungkin adalah satu jawaban yang paling pas. Setidaknya itu yang menjadi premis dari Prisoners, sebuah film drama/thriller dari sutradara Denis Villeneuve. Kejadian tragis tersebut harus dialami oleh seorang ayah bernama Keller Dover (Hugh Jackman), yang dalam suatu sore yang tenang, di lingkungan rumahnya yang cenderung sepi, tiba-tiba kehilangan sang anak gadisnya yang tiba-tiba lenyap tanpa jejak.

Saturday, September 7, 2013

REVIEW: A Flawed and Underwritten "Elysium" Still Manages to be an Entertaining and Enjoyable Sci-Fi Treat

The year is 2154, dimana orang-orang kaya dan memiliki koneksi sudah pindah dari bumi yang kotor dan penuh sesak ke sebuah stasiun luar angkasa bernama Elysium yang mengorbit mengelilingi bumi. Sedangkan yang lain harus berusaha menjalani hidup di bumi yang berpolusi ini. Premis tersebut adalah yang menjadi basis film kedua Neill Blomkamp, sutradara asal Afrika Selatan, yang namanya bersinar lewat film sci-fi yang berhasil dinominasikan sebagai Best Picture Oscar tahun 2009 lalu, District 9.

Wednesday, September 4, 2013

REVIEW: "Disconnect" is an Unsettling, Poignant, but a Little Bit Uneven Cautionary Tale of the Digital Age

Di jaman yang serba modern ini, teknologi rasanya akan selalu berkembang dengan pesat. Handphone baru, komputer baru, laptop baru, hingga tab terbaru selalu hadir setiap bulannya. Begitu pula dengan internet yang semakin lama semakin membuat dunia menjadi sempit. Perkembangan tersebut nyatanya tidak hanya menghadirkan manfaat, tetapi juga memiliki dampak negatif. Disconnect, sebuah film yang ditulis oleh Andrew Stern dan disutradarai oleh Henry Alex Rubin, ingin mencoba menghadirkan beberapa kisah yang dapat membuktikan how evil internet can be.

Sunday, August 11, 2013

REVIEW: Danny Boyle's Complex but Satisfying "Trance" Blurring the Lines Between Reality and Fantasy

Danny Boyle mungkin adalah salah satu sutradara paling eklektik di generasinya. Berbagai genre film sudah banyak ia dicicipi. Dari drama ke horror. Dari sci-fi ke thriller. Dari big budget, ke low budget. Setelah sukses dengan film-film nominator Oscar-nya, Slumdog Millionaire (2009) dan 127 Hours (2010), Boyle kembali ke kampung halamannya di Inggris untuk membuat Trance, sebuah film thriller misteri yang berkutat dengan pencurian lukisan mahal dan praktek hipnosis. Sounds interesting, eh?

Wednesday, August 7, 2013

REVIEW: Claustrophobic Space Thriller "Europa Report" is Terrifyingly Realistic but Could Have Flown Higher

Selagi menunggu film thriller luar angkasa milik Alfonso Cuaron, Gravity, yang akan dirilis beberapa minggu lagi, ternyata telah hadir sebuah film 'kecil' dengan genre serupa berjudul Europa Report. Entah darimana datangnya (atau saya saja yang ketinggalan info ya?), film garapan sutradara asal Ekuador Sebastián Cordero ini akan mengajak kita dalam petualangan enam astronot untuk mencari tanda-tanda kehidupan di salah satu bulan milik Jupiter, Europa.

Tuesday, August 6, 2013

Hello August!

Look who's back! Setelah sebulan hilang dari peredaran dan bertapa di sebuah desa di Sidoarjo (haha), akhirnya saya bisa 'mudik' juga ke peradaban. Banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang saya dapat lewat KKN (kuliah kerja nyata -iya, masih ada) sebulan kemarin, but I won't bore you with that. Sayangnya, hal yang sama tidak bisa saya ucapkan pula dalam hal menonton film. Selama sebulan kemarin, saya hanya sempat menonton satu film di bioskop. Boro-boro ke bioskop, nonton via media lainnya pun juga susah dan tidak sempat. Pengen buat review film baru tapi belum ada tontonan. Well, at least I had prepared you some of my thoughts for a couple of films I've watched in the last month++. 

Friday, June 21, 2013

REVIEW: World War Z (2013)

 Zombie sepertinya sekarang sudah menjadi genre film tersendiri. Saking mulai banyaknya film dengan tema zombie bertebaran, sudah banyak pula modifikasi-modifikasi yang juga dikerahkan oleh filmmaker untuk membuat film zombie mereka berbeda dari yang lain. Ada yang mencampurnya dengan komedi, sci-fi, drama, black humor, romance bahkan mockumentary. Jadi yang menjadi pertanyaan saya adalah, bagaimana film zombie dengan bintang besar seperti Brad Pitt akan menjadi stand-out di antara beberapa film-film dengan tema sejenis.

Monday, May 20, 2013

Review: Side Effects (2013)

Steven Soderbergh sepertinya sudah membicarakan rencananya untuk pensiun berkali-kali. Sutradara dengan filmography yang sangat beragam ini (mulai dari blockbuster penuh bintang A-list, hingga film indie micro-budget) nyatanya masih selalu gatal menghasilkan karya baru. Rasanya kita tidak akan pernah tahu hingga waktu dimana ia benar-benar mengkonfirmasikan informasi tersebut dan tidak memiliki proyek-proyek baru lagi. Jikalau pun Soderbergh benar-benar akan berhenti membuat film, rasanya film terakhirnya, Side Effects, adalah ending yang cukup memuaskan (it's not his officially last film, but more on that later).

Monday, May 13, 2013

Head-to-head: Michael (2011) & The Hunt (2012)

Ah it's been literally months without any single Head-to-Head post. Bagi yang belum familiar, dalam segmen ini saya akan me-review dua film yang berbeda tetapi memiliki satu kesamaan di antara keduanya; baik cerita, tema, aktor atau bahkan sutradaranya. Kali ini yang saya angkat mungkin film dengan tema yang cukup sensitif; sexual abuse against minority. Lewat Michael (2011) kita melihat seorang pedofil yang menyekap anak di basement rumahnya, lalu dalam The Hunt (2012), seorang guru malah menjadi korban tuduhan bahwa dirinya melakukan tindakan tak senonoh di depan muridnya.

Monday, May 6, 2013

Review: Shallow Grave (1994)

Plot: Tiga orang teman, David, Juliet dan Alex yang berbagi apartemen sedang mencari satu orang lagi untuk tinggal bersama mereka. Mereka yang sangat pilih-pilih itu menemukan seseorang bernama Hugo yang akhirnya mereka setujui untuk menjadi flatmate mereka. Tetapi setelah beberapa hari Hugo tidak kelihatan lagi batang hidungnya, mereka mencoba memaksa masuk ke kamarnya. Apa yang mereka temukan akan menjadi sebuah awal dari mimpi buruk.

Saturday, April 27, 2013

Review: Iron Man 3 (2013)

Plot: Amerika dikejutkan dengan beberapa interupsi dalam televisi mereka yang menampilkan seorang teroris bernama Mandarin yang tengah menyebar teror di berbagai penjuru dunia. Tahu bahwa orang-orang terdekatnya terancam, Tony Stark, yang juga dilanda kecemasan setelah insiden yang hampir merenggut nyawanya, pun menyadari bahwa it's Iron Man to the rescue.

Saturday, April 13, 2013

Review: Oblivion (2013)

Plot: 60 tahun telah berlalu setelah manusia memenangkan perang nuklir melawan bangsa alien yang telah menghancurkan bumi. Para manusia diceritakan sudah mengungsi ke Titan, bulan milik planet Saturnus. Jack Harper dan Victoria Olsen adalah 2 manusia yang tengah diberi tugas untuk mensupervisi drones yang bertindak menghabisi sisa-sisa 'alien' di bumi. Suatu hari sebuah spaceship asing jatuh ke bumi dan Jack menemukan seorang wanita yang tertidur dalam kapsul di dalamnya, wanita yang sama yang telah menghantui mimpi-mimpinya selama ini.

Sunday, April 7, 2013

Review: Stoker (2013)

Plot: India Stoker harus merelakan kepergian ayahnya akibat kecelakaan mobil di ulang tahunnya yang ke-18. Ia dan sang ibu dikejutkan dengan kehadiran pamannya yang tak pernah ia tahu keberadaannya yang hendak tinggal bersama mereka untuk sementara waktu. Walaupun gelagat pamannya tersebut mencurigakan, Inda malah semakin lama semakin tertarik padanya.

Wednesday, April 3, 2013

Review: Thesis (1996)

Plot: Seorang mahasiswi yang tengah mengerjakan tesisnya mengenai kekerasan dalam tayangan audio visual tanpa sengaja menemukan sebuah video tape yang berisi penyiksaan dan pembunuhan seorang gadis yang ternyata adalah mahasiswi yang hilang beberapa tahun silam.

Tuesday, April 2, 2013

Review: Olympus Has Fallen (2013)

Plot: Seorang mantan agen Secret Service harus berusaha untuk menyelamatkan Presiden AS dan keselamatan negerinya dalam sebuah serbuan teroris yang menyerang Gedung Putih.

Sunday, February 24, 2013

Review: Killing Them Softly (2012)

Plot: Seorang hitman diminta untuk mengusut dan menangkap pelaku dari sebuah perampokan yang terjadi dalam suatu permainan kartu mafia yang dilakukan oleh dua orang bandit amatir.

Tuesday, February 12, 2013

Review: A Good Day to Die Hard (2013)

Plot: John McClane (Bruce Willis) kini berangkat menuju Russia demi menyelamatkan anak laki-lakinya Jack (Jai Courtney) yang ditemukan sedang menunggu persidangan setelah melakukan tindak kriminal disana. Tak disangka ternyata Jack memiliki agenda tersendiri, termasuk melindungi seorang tahanan yang diyakini memiliki peran penting dalam pencegahan perang nuklir yang mungkin terjadi.

Saturday, January 12, 2013

Review: The Impossible (2012)

Plot: Diangkat dari sebuah kisah nyata dari sebuah keluarga yang menjadi korban gempa dan tsunami di tahun 2004 lalu. Bagaimana tsunami menghadang mereka dan efeknya terhadap keluarga tersebut.

Monday, December 31, 2012

Review: Argo (2012)

Plot: Demo besar-besaran terjadi di depan gedung kedutaan Amerika Serikat di Iran pada tanggal 4 November 1979, setelah pemimpin yang menyengsarakan mereka melarikan diri ke dan 'dilindungi' di Amerika. Sejumlah 6 orang pegawai kedutaan Amerika Serikat untungnya dapat melarikan diri sebelum tertangkap. Mereka menemukan shelter di rumah milik duta besar Kanada disana. Tony Mendez (Ben Affleck), seorang agen CIA pun mengajukan sebuah ide untuk membuat film sci-fi palsu yang memiliki setting di Iran dan menyamarkan orang-orang yang terperangkap tersebut sebagai kru film.