Sunday, April 12, 2009

"No, try not! Do! Or do not! There is no try..."

Well well, I changed my blog header. Like it? Me too. Hahahaha it kinda represents my interest, motion picture, and my idol, john mayer. Its grey, one of my favorite colors, because I see myself as a 'grey' person, I dont see people in black and white (watch one of the episodes of Grey's Anatomy) hahaha ga nyambung. Seperti yang gw janjikan pada post sebelumnya, gw akan mereview another Star wars movie. Sekarang, gilirannya episode ke 5.

3 tahun setelah film pertama dirilis, keluarlah sekuel nya, yaitu yang Episode ke V. Episode ini dianggap oleh hampir semua orang dan kritikus film serta fanboys2 Star Wars sebagai film terbaik dari keseluruhan installment Star Wars. Dan gw pun setuju, this is definitely my most favorite of them all.

Star Wars: Episode V - The Empire Strikes Back (1980), sama seperti judulnya berintikan revenge dari Empire yang pada film sebelumnya Death Star nya diancurin. Diceritakan bahwa Empire yang sekarang sepenuhnya dipimpin oleh Darth Vader berusaha untuk mencari markas Rebellions dan menuntut balas atas kekalahan mereka di film pertama.

Di tengah2 masa revenge dari Empire, Luke Skywalker (Mark Hamill) terpaksa memisahkan diri dari temen2 pemberontak nya serta Han Solo (Harrison Ford) dan Leia (Carrie Fisher) untuk mencari Jedi master bernama Yoda untuk belajar menjadi Jedi. Pada awalnya, Yoda menolak mengajar Luke, tapi karena keinginan kuat Luke dan bujukan dari 'arwah' Obi-Wan, Yoda pun akhirnya mau.

Unfortunately, di masa2 training Luke menjadi Jedi master, Han dan Leia 'kucing-kucingan' dengan Empire yang membuat mereka terpaksa meminta bantuan Lando Calrissian (Billy Dee Williams), teman lama Han untuk bersembunyi sementara waktu. Tapi sayangnya, ternyata Darth Vader menemukan mereka dan menggunakan mereka untuk menjadi umpan dalam menangkap Luke. Sebenernya kenapa Darth Vader menginginkan Luke? You'll have to figure it out for yourself.

Dibandingkan dengan film sebelumnya, cerita di Episode ke V ini lebih kelam, kompleks dan belibet. Tapi itu ga ngebuat gw dan mungkin semua penonton jadi bingung, tapi bahkan jadi lebih seru dan menegangkan nontonnya. Dari segi cerita nya, film ini bener2 bernilai plus. Jalinan cerita nya yang dibagibagi menjadi petualangan Han dan Leia, training Luke serta kepemimpinan Darth Vader digulir secara menarik. Dalam film pertama, Eps IV, mungkin memang udah di set sebagai 'perkenalan' ke dalam dunia Star Wars, jadi dalam Eps V ini bener2 cerita nya diperdalem dari mulai interest Darth Vader ke Luke, sampe hubungan antara Han dan Leia.

Dalam film ini, porsi Darth Vader sebagai penguasa bener2 terlihat. Kekejamannya serta sikap otoriter nya pun terasa kental di film ini. Bisa dibilang Darth Vader baru menjadi icon Star Wars sebenernya dari film ini. Dia lebih banyak bergerak dan berstrategi, mungkin dikarenakan Death Star hancur dan membuat pemimpin serta beberapa orang dari Empire mati, jadi Darth Vader lah yang sekarang pegang kendali.

Di film ini banyak banget munculnya iconic moments atau pun iconic figures yang membuat Star Wars menjadi lebih memorable. Contohnya adalah, the one and only, Yoda. Master Jedi kecil berwarna hijau ini bener2 iconic banget dengan Star Wars. Struktur kata dalam ucapannya pun menjadi ciri khas nya. Selain itu, ada juga Imperial Walkers yang mungkin sama seperti penggunaan Mammoth di Lord of the Rings: Return of the King.

Belom lagi saat Leia mengucapkan 'I love you' ke Han, serta Han membalas dengan kata2 'I know', adegan tersebut disinyalir ga ada di script, tapi ternyata karena kata2nya itulah membuat adegan itu menjadi lebih romantis dan bener2 menunjukkan sifat dari Han Solo. Dan juga one of the most shocking revelations in movie history serta twist yang ga ter duga2 (di masa itu, sekarang sih udah jadi rahasia umum hahaha) tentang hubungan Darth Vader dengan Luke ditampilkan dalam sebuah adegan dan dialog yang sangat legendaris.

Cerita nya masih dibuat oleh George Lucas, tetapi kursi sutradara diambil alih oleh Irvin Kershner. Kudos buat mereka berdua karena telah membuat film terbaik dari saga Star Wars.

In conclusion: seperti yang gw bilang diatas, film ini memang film Star Wars terbaik diantara 3 trilogi original nya (okay, lets just forget the new ones, jauuuh standardnya). Untuk lo yang baru nonton Star Wars eps IV, lo pasti akan suka sama Eps. V karena memang ceritanya melanjutkan film pertama tetapi dengan cerita yang lebih seru. Film ini juga melahirkan banyak adegan2 serta tokoh2 yang menghidupkan Star Wars. Jadi bener2 bisa dibilang Eps V adalah film sakral dalam dunia per-Star Wars-an hahahaha oke itu lebay.

Rating: 9.1/10

Friday, April 10, 2009

"Close the blast doors!!" .... "Open the blast doors!!"

I am one of the big fans of Star Wars. Well specifically, the originals, not that stinky and boring new ones. Walaupun gw nonton Star Wars terbilang sangat telat. Kira2 pas SMP, temen gw, Fadhil minjemin 3 vcd langsung, dari episode IV sampe VI. Gw masih inget kata2nya; "Jangan sampe rusak ya, jangan kebaret cd nya" hahaha lucu juga ingetnya. Sekarang, a few years later, gw beli 3 dvd nya, dan akhirnya gw nonton semua lagi. And yes, after watching those coolio movies, I was totally freakin amazed!

Hmm untuk menulis sinopsis film ini, its just like a disgrace to the human race hahaha lebay. Tapi sebenarnya, siapa sih yg ga tau Star Wars?? The newborns? Ya itu bisa dimaafkan. Hampir semua orang pasti tau Star Wars. Untuk kalian yg ga tau (shame on you, people! hahahaha ga deng), Star Wars (1977) atau yang lebih lengkapnya, Star Wars Episode IV: A New Hope, adalah sebuah film tentang perang di galaksi yang berada jauh disana. Wakakakaka apa coba

Oke, serius sekarang. Sebenernya susah banget sih menjelaskan film ini secara rinci, but I'll try. Film ini menceritakan mengenai keadaan di suatu galaksi yang lagi panas2nya. Maksudnya lagi ada konflik, antara Rebellions dan Empire. Empire bisa diartikan sebagai organisasi jahat yang mencoba mengambil alih galaksi itu. Sedangkan pasukan2 Rebellions adalah para pemberontak2 yang memiliki misi menjatuhkan Empire dan kembali membawa perdamaian di galaksi mereka. Diceritakan pula, Princess Leia (Carrie Fisher) salah satu pemimpin Rebellions tertangkap oleh Empire dan disekap oleh the evil Darth Vader. Darth Vader sendiri adalah seorang mantan Jedi Knights, 'manusia2 super' yang memiliki force (kekuatan batin) yang sebenernya adalah pelindung galaksi mereka. Jedi Knights sendiri bisa diartikan nabi gitu atau samurai lah.

Nah, sebelum tertangkap, Leia mengirim 2 robot, C3P0 dan R2D2, untuk meminta bantuan kepada Obi-Wan Kenobi, salah satu Jedi Knights yang udah pensiun dan mengasingkan diri di planet Tatooine. Sesampainya disana, kedua robot itu tanpa sengaja malah terbawa ke rumah Luke Skywalker (Mark Hamill). Luke gak sengaja ngedenger pesan dari Leia, dan ia kemudian membawa 2 robot itu ke Ben Kenobi (Alec Guinness), yang ternyata bener dialah Obi-Wan yang dicari. Singkat cerita, Luke membantu Obi-Wan untuk menyelamatkan Leia. Seiring perjalanannya, mereka berkenalan dengan Han Solo (Harrison Ford), pilot pesawat yang berjiwa satria tapi matre, sombong dan seenaknya. Dan juga teman setia dan mungkin peliharaanya, Chewbacca.

Apa yang gw tangkep setelah nonton installment film paling legendaris sepanjang masa ini adalah bener2 takjub. Cerita nya digulir dengan sangat kompleks, tapi gw surprisingly bisa ngikutin dengan baik, walau waktu itu gw masih smp. Detil cerita, ini siapa, ini kemana, dan segala macem nya sangat baik dan ruwet banget kalo mau dijabarin satu2. Tapi dibawakan dengan cara yang lembut dan mudah dimengerti (rambut kali lembut haha).

Selain itu visualisasi George Lucas, sang sutradara dan penulis naskah serta orang dibalik kecemerlangan Star Wars sangat amat brilian dan kreatif. Alien2 yang digambarkan menarik banget dan macem2. Planet2 yang ditampilin, nama2 planetnya, nama2 creature2 aneh nya bener2 keren dan macem2. Sama baik nya seperti saat JK Rowling menulis Harry Potter. Kreativitas nya bener2 dilebarin abis.

Salah satu ciri khas dari film ini mungkin bisa diliat dari cara fade in/fade out ke scene2 berikutnya. Rapi dan konsisten. Gw suka banget. Walaupun entah kenapa kalo di film lain, gw ga terlalu suka, tapi kalo di Star Wars biasa aja, dan rasanya ada yg kurang kalo ga pake fade in/fade out hahahaa parah ini super lebay.

Visual effect yang dipake pun untuk ukuran segitu bener2 gemilang lah (kayak nama temen gw aja haha). Kendaraan Luke yang melayang diudara itu keliatan asli banget. Boro2 Indonesia jaman segini bisa bikin kayak gitu, bikin uler gede kepalanya manusia udah bisa dianggep achievement hahaha. Walaupun efek Lightsaber (pedang nya Jedi) masih kurang begitu halus, tapi udah cukup rapi dan cool bgt.

In conclusion: sumpah, ga ada kata lagi kalo mau nge review Star Wars. No other words but great, extraordinary, fantastic, cool, awesome, perfect scifi film. Walaupun mungkin ada kurang2nya, tapi tetep ga bisa mengimbangi betapa fenomenal nya dan betapa memorable nya film ini. Aaah jadi pengen ada di taun 77, menjadi saksi sejarah kelahiran Star Wars and living with the hype...... Oiya, tungguin review Eps V & VI yow!

Rating: 8.9/10

Everything happens for a reason..

For all of my schoolmates, mungkin udah tau tentang satu masalah yg bikin heboh kemaren. Karena gw berjanji gak bakal ngomong2in lagi, jadi gw gak bakal bahas. Yang bisa gw bilang sih, Alhamdulillah udah case closed. Semoga aja kedepannya semua2nya jadi lancar, ga ada halangan dan semua orang udah legowo untuk melupakan masalah ini, ambil aja hikmah nya ya.

Ngomong2, gw kemaren nonton di tv salah satu episode LOST yang ternyata episode di season 5. Dan gw pikir sepertinya cool juga nih acara dan lagi2 telat juga ya gw nontonnya. Jadi deh gw beli dvd nya yg complete first season. Yea, gw skarang lagi addicted bgt sama Lost. Cerita nya bagus dan dari episode pilot nya sendiri udah cukup mengundang orang buat nonton. (Walaupun udah banyak yang tau) Cerita nya tentang sekelompok orang yang survive dari sebuah plane crash dan terdampar di satu pulau misterius. Seiring mereka nge reveal misteri2 dan kejadian2 aneh di pulau itu, setiap episode nya juga ada bagian flashback2 para tokoh yang tiap2 episode beda2. Itu mungkin salah satu alesan Lost tuh seru. Semoga duit gw masih cukup untuk ngebeli sampe season 5 nanti hahaha

Gw juga udah cukup mengantongi beberapa DVD yang baru dibeli dan yang belom gw tonton, jadi dalam waktu dekat, gw bakal nge review film lagi hahaha see ya soon!

PS: this is the coming soon 28 CUP 09 poster that we're using.. hope you like it! & join us!

Friday, April 3, 2009

"Gitar ini kayak nafas gw ..... gw juga butuh nafas, Van!"

Gw mungkin boleh berbangga hati, gw adalah satu dari sekian banyak penduduk Indonesia yang 'menangkap' film ini di bioskop. Film ini pun hanya bertahan beberapa hari di 21 Pondok Indah (seingat gw). Padahal, menurut gw, in my humble opinion, perkiraan gw (hahaha apa coba banyak banget), film ini (harusnya) menjadi salah satu film terbaik yang pernah dibuat oleh Indonesia.

Apakah gw salah? Mungkin. Pendapat gw mungkin beda2 sama pendapat2 para kri tikus2 (itu emang gw pisahin katanya hahaha) profesional. Memang jika dibandingkan dengan film2 macam Berbagi Suami, Nagabonar (Jadi) 2, Denias: Senandung Di Atas Awan (maaf ya kalo yg ini saya blom nonton), film2 nya Garin Nugroho, film ini jauh dibawah kualitasnya. Tapi apa yang membuat saya berani memberikan statement diatas?

Dunia Mereka (2007) adalah film dengan cerita adaptasi novel Monty Tiwa (yang juga menulis skenario nya) tentang Filly (Adinia Wirasti), penyuka musik blues, yang sudah menjadi piatu, karena waktu ia berumur 10 tahun, ibu nya yang pramugari tewas dalam kecelakaan pesawat. Filly menganggap bahwa kematian ibu nya adalah kesalahannya, karena Filly sempat ngambek agar ibu nya pulang hari itu juga. Karena itulah Filly menjadi sosok yang pendiam.

Cerita pun berlanjut dengan bagaimana Filly diterima oleh band yang diketuai oleh Ivan (Christian Sugiono), band yang beraliran pop blues. Filly diterima band itu pun karena Filly memberi influence blues yang sangat kental pada musiknya. Seiring berjalannya waktu, Ivan, Filly dan 2 anggota lainnya, Ari & Barbuk (sayangnya di credit title ga ada nama tokoh2nya jadi gw ga tau namanya), menjadi akrab. Terutama Ivan & Filly. Hal ini gak disukai sama pacar Filly, Rio (Oka Antara) yang membuat Rio membenci sosok Ivan, dan juga sebaliknya.

Masalah pun datang saat band yang diberi nama Ivan & Capung Biru itu akhirnya diterima oleh produser musik dan ditawari rekaman. But no victory without sacrifice. Band mereka bisa diterima rekaman dengan satu syarat: mengurangi sense of blues sampe pol. Kenapa? Apparently, blues don't sell (check out John Mayer nowadays, idiot!). Padahal Ivan bernah berjanji kepada Filly, selama Filly ada di bandnya, ia bebas nge blues semaunya.

Kembali ke statement atas. Film ini (harusnya) menjadi salah satu film terbaik yang pernah dibuat oleh Indonesia. Gw sangat tersihir dengan film ini. Walaupun cerita nya tidak terlalu orisinil, menurut gw cara penyampaian cerita nya sangat baik. Kudos buat Lasja F Susatyo, sang sutradara. Dialog yang dipakai juga bener2 nyata. Entah kenapa gw suka eneg denger dialog2 cheesy dan terlalu nyeni yang dipakai di film2 Indonesia, kaku banget. Walaupun penyakit itu ada di beberapa adegan film ini, tapi sebagian besar dialog nya mengalir. Lucu dan menyentuh.

Sinematografi nya adalah alasan no.1 gw suka film ini. Shot-shot yang diambil sangat artistik. Keren banget ngeliat pergerakan kamera yang mulus dan menangkap gambar2 indah. Adegan2 seperti saat ayah Filly ingin merebut dan merusak gitarnya, dan saat mereka ngumpul2, awesome!

Tapi apa bener film ini sesempurna dan se flawless itu? Tidak. Tata musiknya, walaupun pemilihannya sudah bagus dan cukup menarik, tapi di beberapa adegan (cukup banyak sih) lebih kenceng dibanding dialog nya, jadi ga kedengeran. Padahal ada yang penting. Dan score nya juga itu2 aja. Trus juga tata cahaya. Banyak dari adegan di film ini yang gelap banget. Bener2 mubazir deh tuh sinematografi nya. Promosi nya apalagi. Film ini bener2 jadi ga ada yang tau dikarenakan promosi nya yang kurang. Bahkan, VCD yang gw beli pun harus digabung dengan 2 film lain, jadi 3 in 1 gitu.

Apakah mereka kekurangan dana? Sepertinya iya (sotoy). Padahal jika digarap dengan sangat maksimal dan sedetil mungkin, mungkin memakai dana film2 horor kacangan dan komedi seks kampung itu, film ini seperti yang saya bilang, bisa menjadi salah satu film terbaik yang pernah dibuat Indonesia.

Hal lain yang mungkin menarik perhatian adalah ternyata Adinia Wirasti (Karmen di AADC) jago banget main gitarnya! Akting nya juga oke sih, tapi ga terlalu wah. Christian Sugiono bermain mood2an disini. Kadang ancur (kebanyakan sih) tapi kadang lumayan. Pronouncation nya juga kurang 'Indonesia', lidah nya sempet rada ke bule2an gitu. Yang jadi favorit gw tuh Barbuk, sang drummer yang memainkan perannya yang slenge'an dan tukang mabok dengan baik dan cukup alami. Apa memang asli nya gitu ya? Hahaha

In conclusion: film yang hampir sempurna, nanggung. Kalo aja di danai lebih dan diperhatiin lagi masalah teknisnya, dan juga promosi yang lancar, gw yakin film ini bakal memorable sepanjang jaman. Cerita bagus, sinematografi keren, musik oke (bukan tata musiknya, tapi pemilihan musiknya), mungkin bisa diganti sih peran nya C Sugiono nya, biar kerasa lebih idup jiwa anak band nya. Tapi film ini cukup enjoyable dan bisa jadi alternatif film2 Indonesia. Dibanding film2 band seperti Garasi dan D'Bijis sampe Realita Cinta & Rock N Roll pun gw masih suka Dunia Mereka.

Rating: 6.5/10 (padahal bisa 8/10)

Thursday, April 2, 2009

John Mayer!! (I havent watched any movie recently)

The rules:
Choose a singer/band/group.
Answer using ONLY titles of songs by that singer/band/group.
Tag your friends (let them know they've been tagged).
Once tagged, you gotta do it too.

My choice : John Mayer

1. Male or Female?
I got a woman
* John Mayer Trio's Try!

2. Describe yourself!
Bigger than my body
*t Heavier Things

3. What do people feel when they're around you?
My stupid mouth
* Inside Wants Out & Room For Squares

4. How would you describe your previous relationship?
I'm gonna find another you
* Continuum

5. Describe your current relationship!
Free fallin
* Where The Light Is: Live In Los Angeles

6. Where would you want to be now?
In repair
* Continuum

7. How do you feel about love?
Back to you
* Inside Wants Out & Room For Squares

8. What's your life like?
Comfortable
* Inside Wants Out

9. What saddens you?
Dreaming with a broken heart
* Continuum

10. What would you ask for if you had only one wish?
Clarity
* Heavier Things

11. Say something wise!
Waiting on the world to change
* Continuum

12. What would you say to your friends in this note?
Try!
*John Mayer Trio's Try!


(left-right) Inside Wants Out (99), Room For Squares (01), Heavier Things (03), Try! (05), Continuum (06), Where The Light Is (08)