Sunday, December 19, 2010

Quick Reviews: Due Date, Narnia, Town and Tron

Oke, let's put it this way: hidup sebagai anak perantau yg kuliah di luar kota membuat gw sangat sibuk -atau *sok* sibuk? hahaha. Hal tersebut yang akhirnya memicu gw untuk menggabungkan beberapa review film dalam satu post. At least untuk film-film yang agak males gw review panjang2 hehe tetep masih ada kok full review untuk film-film selanjutnya. Inilah my quick reviews for 4 movies I've seen this last couple of weeks.

Due Date
Plot: Sial juga nasib Peter Highman (Robert Downey Jr) yang terpaksa harus dikeluarkan dari pesawat dan masuk kedalam No Fly List akibat ketidaksengajaan orang yang baru ia temui, Ethan Tremblay (Zach Galifianakis). Padahal istri Peter akan melahirkan beberapa hari lagi. Hal tersebut yang memaksa Peter, mau tidak mau, untuk melakukan road-trip dengan Ethan karena dompetnya tertinggal di pesawat. And there they go, the worst road trip they'll ever get.

Review: Fun, fun, fun! Sebenernya gw udah agak meng-underestimate film ini karena sepertinya ingin mengeksploitasi 2 bintang yang lagi lumayan bersinar: Robert Downey Jr. yang mulai jd Hollywood's lovable man setelah membintangi Tony Stark aka Iron Man; dan Zach Galifianakis yang menarik perhatian dalam film The Hangover tahun lalu. Ceritanya memang klise sih, kesialan demi kesialan yang dialami Peter sampai harus stuck dengan orang se-annoyingly 'funny', Ethan, memang bukan hal yang baru di Hollywood. Tapi naskah yang ditulis secara rapi membuat film ini constantly funny. Memang ada few mistakes here or there, tapi film ini menjadi salah satu film paling menyenangkan untuk ditonton tahun ini. (***1/2)


The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader
Plot: Petualangan ketiga (dalam film) Pevensie bersaudara, yang kini hanya menyisakan 2 yang paling muda, Edmund (Skandar Keynes) dan Lucy (Georgie Hanley) ke dunia Narnia. Pada petualangan kali ini, mereka tanpa sengaja turut membawa saudaranya yang skeptis dan menyebalkan, Eustace (Will Poulter). Mereka harus membantu Prince Caspian (Ben Barnes) untuk menemukan 7 bangsawan dan menyelamatkan Narnia dari ambang kehancuran dari serangan (semacam evil spirit).

Review: Simply boring. Gw entah kenapa tidak bisa menemukan sesuatu hal yang menarik (at least belum) dari serial ini. Entah itu masalah selera atau memang seri ini ada dibawah bayang-bayang Harry Potter. Sebelumnya padahal gw sedikit dikejutkan ketika menonton Prince Caspian yang ternyata memberikan hiburan yang lumayan mengasyikan, walaupun dihujat dimana-mana --bahkan karena film itulah Disney tidak ingin memanjangkan kontrak. Ekspektasi gw jadi naik lah buat installment yg ketiga ini, yang nyatanya sangat mengecewakan. Alurnya membosankan, silly and awkward dialogues, standard performances, dan same-old effects. Hmm in other words, for me, this is one hell of a way to waste my money.(**)


The Town
Plot: Selamat datang di Boston, ibu kota perampokan bank di Amerika --begitulah kata taglinenya. Doug McCray (Ben Affleck) dan kawan-kawannya, termasuk James Coughlin (Jeremy Renner) adalah kelompok bank robbery yang juga menjadi suatu pekerjaan keturunan dari ayahnya (Chris Cooper). Pada satu perampokan, seorang pegawai bank, Claire Keseey (Rebecca Hall) terpaksa dijadikan sandera oleh mereka. Setelah mereka lepas, Doug berusaha untuk mengawasi Claire yang akhirnya berujung pada cinta.

Review: Salah satu film arahan aktor Ben Affleck ini sebenernya memiliki cerita yang menarik. Diangkat dari novel berjudul Prince of Thieves (gw lebih memilih judul ini sebenernya), The Town ternyata mampu menghadirkan action sequence yang lumayan seru. Penampilan Affleck, Renner, John Hamm (sebagai agen FBI yang mengincar Doug dkk) dan terutama Hall juga asik. Entah kenapa agak gimana gitu melihat akting Blake Lively disini. Apakah artinya memang Lively bermain buruk? Atau bermain sangat bagus jadinya menyatu dengan karakter? Hmm after all, menurut gw, Town tidak begitu se-istimewa yang orang-orang bilang. But it's still a well-put emotional dilemma story. (***1/2)


Tron: Legacy
Plot: Sebuah film sekuel dari film 1989, Tron, Tron: Legacy bercerita 20 tahun setelah Sam (Garret Hedlund) kehilangan ayahnya, Kevin Flynn (Jeff Bridges) yang tidak jelas kemana. Sam pun akhirnya menemukan sebuah gedung arcade game yang ternyata menjadi suatu gateway menuju dunia fantasi yang dulu diciptakan oleh ayahnya, dan ternyata ayahnya selama ini terperangkap dalam dunia game tersebut. Kini, Sam dan ayahnya serta Quorra (Olivia Wilde) harus bahu membahu untuk meninggalkan dunia tersebut dan kembali ke dunia nyata. Hal tersebut tentu saja tidak semudah itu, adanya program pemberontak yang Kevin dulu buat, Clu, yang juga ingin keluar ke dunia nyata beserta anak buahnya pun menjadi halangan.

Review: Salah satu film dengan visual paling menyegarkan mata tahun ini. Dominasi warna biru dan oranye dan over-the-top effect yang sangat sangat enak banget disaksikan membuat Tron menjadi film yang sangat mengasyikan. Pemilihan Daft Punk untuk mengisi score dan soundtracknya juga gw pikir brillian dengan dentuman pas di setiap suasana. Sayangnya hal tersebut tidak dibarengi juga dengan ceritanya. Akting Dillahunt biasa, begitu juga dengan Wilde dan Bridges. Michael Sheen seperti orang gila, annoying. Such a pity. Berkat itu pula, Tron: Legacy hanyalah sebuah tontonan yang hanya dapat menawarkan special effectnya yang mengagumkan. Memang tidak secanggih ataupun seambisius Avatar, tapi 2-2nya memberikan sensasi yang sama setelah ditonton: wickedly exhilarating. (***)

No comments:

Post a Comment