Thursday, February 25, 2010

"Sometimes the smallest thing can make the biggest changes of all"

Dinosaur (2000)
Di-set pada era dimana dinosaurus masih menguasai dunia, sekawanan dinosaurus dikagetkan oleh datangnya Carnotaurus (dinosaurus karnivora, semacam T-Rex). Seekor iguanodon matian-matian melindungi telur-telurnya yang pada akhirnya hancur terinjak, meninggalkan satu telur yang masih utuh. Telur itu kemudian terbawa tanpa sengaja 'oper-operan' oleh dinosaurus2 lain. Telur tersebut akhirnya terdampar di pulau seberang, di wilayah tempat tinggal sekawanan lemur. Plio, anak dari kepala suku lah yang pertama mengetahui bahwa itu adalah telur dinosaurus. Plio memutuskan untuk memeliharanya, yang awalnya ditentang ayahnya, Yar. Plio menamakan dinosaurus tersebut Aladar.
Tahun berganti tahun, Aladar yang sudah dewasa tumbuh sebagai dinosaurus herbivora dan berkerabat dekat dengan lemur-lemur lainnya. Tanpa disangka, pada suatu sore, sekelompok meteor-meteor melibas habis pulau mereka, menyisakan Aladar, Plio, Yar dan dua anak Plio, Zini dan Suri. Perjalan mereka di pulau seberang bermula ketika mereka dihadang oleh raptor dan terselamatkan oleh sekawanan dinosaurus yang bertahan hidup. Pertama kalinya Aladar bertemu dengan spesiesnya. Sekawanan itu, dipimpin oleh Kron, Bruton dan adiknya Neera, memiliki tujuan menemukan tempat tinggal baru. Perjalanan tersebut semakin rumit akibat keegoisan Kron, ancaman Carnatours serta teman-teman Aladar yang baru, Baylene dan Emma, dinosaurus tua yang tidak kuat untuk bergerak cepat.

Film ini adalah salah satu film Disney favorit gw. Film ini keluar di masa-masa Disney memproduksi film-film untuk young-adults. Masa-masa 'peralihan' ketika kejatuhan fairy-tale era nya Disney dan sebelum kebangkitan Pixar. Dinosaur memang kurang pas disebut sebagai film anak-anak (the dinosaurs were a bit scary I think), sama halnya dengan film Atlantis: The Lost Empire dan juga Treasure Planet (yang ini mungkin masih bisa dikonsumsi anak kecil). Film-film Disney yang semacam 3 film ini mungkin kurang berasa Disney ya kayaknya yang dulu kurang sreg tanpa nyanyian2 dan soundtrack yang memorable. Memang kualitas nya juga kurang baik, kecuali Dinosaur yang menjadi favorit gw, personally.
Nyesel banget rasanya dan menjadi suatu kesalahan waktu gw sempet melupakan film ini. Ketika menonton film ini lagi di TV, gw langsung teringat betapa cintanya gw sama film ini. Gw masih inget waktu kecil, beli VCDnya (sekarang udah gak tau tuh dimana) dan pas abis nonton, langsung diulang-ulang lagi. Gw suka banget sama ceritanya. Klise memang, dan juga karakternya sangat predictable. Tapi bagi gw, hal tersebut sangat berkesan karena ceritanya menurut gw sangat inspiring dan membuat gw terkesima dengan perjuangan yang dilakukan oleh Aladar dan grup underdog-nya.
Sebagai film termahal yang diproduksi tahun 2000 lalu, visual effect yang dipakai dalam film ini memang over-the-top, real dan terlihat sangat halus. Pada masanya, teknologi tersebut memang stunning dan memberikan kesan luxurious dan futuristic. Yah tapi ketika gw nonton ulang, effectnya jadi agak sedikit kurang berkesan ya dan gak sempurna-sempurna amat. Faktor perkembangan teknologi mungkin (baca: Avatar). Yah tapi walaupun begitu pun efeknya memang gw akui jempolan. Ditambah lagi dengan score yang beautiful. Track awal yang berjudul The Egg Travel bahkan sering dicomot (entah pake izin atau enggak) oleh reality2 show atau acara2 TV lokal.

Tapi bagi anak yang berumur 10tahunan pada saat itu, bukan effectnya yang membuat gw memfavoritkan film ini. Seperti yang gw bilang, karena ceritanya lah yang sangat menohok gw. Sedikit bertolak belakang sama beberapa orang yang sangat meng-appraise effectnya dan membenci ceritanya, gw malah sebaliknya. Perjalanan Aladar yang mendebarkan dipenuhi oleh ketegangan dan haru-biru benar2 berkesan buat gw. Banyak adegan-adegan penuh aksi yang seru untuk ditonton, seperti ketika meteor berjatuhan dan menghancurkan pulau Aladar dan kawanan lemur keluarganya, ketika pertama kali bertemu raptor, dan tentu saja adegan klimaks saat melawan Carnotaurus (ada pertanyaan yang timbul dalam pikiran gw, kalau Aladar dan kawan-kawannya bisa ngomong, kenpa sang Carnotaurus enggak?).
Sifat Aladar yang sangat peduli dengan keluarga nya (walaupun beda spesies) dan juga dinosaurus2 tua yang tertinggal di belakang kawanan serta jiwa pemberani nya dalam melawan Kron dan Carnotaurus, membuat gw dulu menobatkan Aladar sebagai role-model. Aneh? Daripada me-role-model-kan Power Rangers? (yang juga sempat gw lakukan hahahaha). Kepedulian Aladar kepada para dinosaurus2 uzur lah yang membuat dinosaurus2 tersebut juga ikut bangkit dan kembali memiliki rasa percaya diri. Gw jadi teringat satu adegan dimana mereka stuck dalam gua, salah satu adegan paling inspiring dan moving dalam film ini.

Sebagian orang mungkin tidak menyukai film ini karena ceritanya yang sangat sederhana, historically false dan sedikit mengerikan untuk konsumsi anak-anak. Not for me. Banyak adegan dalam film ini yang benar-benar menginspirasi dan menghibur gw, the touching scenes to the thrilling ones. Memang tidak sempurna, tapi bagi gw, selain memang memiliki effect yang bagus, film ini juga membawa pesan yang gak kalah baik. One of my personal Disney favorites.

(****)

Walt Disney Pictures
Voices by: D.B. Sweeney, Alfre Woodard, Ossie Davis, Max Casella, Hayden Panettiere, Samuel E. Wright, Julianna Margulies
Written by: Walon Green, Thom Enriquez
Directed by: Eric Leighton, Ralph Zondag

5 comments:

  1. gw masih ada vcdnya loh riz, asli. inget bgt kls 2 SD gue nontonnya.

    ReplyDelete
  2. hahahaha punya gw udah ilang nih prim tapi gw udah ada dvd nya hahaha

    ReplyDelete
  3. Salah satu alasan gua ga terlalu terkagum2 dengan Avatar adalah visualisasi Dinosaur ini. Karena waktu gua nonton nih film, gua terkagum-kagum dengan visualisasinya. Walaupun patut diakui teknologi yang digunakan oleh Avatar jauh lebih maju.

    ReplyDelete
  4. Gw pernah nonton film ini, bosenin walaupun animasinya keren...

    ReplyDelete