Tuesday, December 29, 2009

"Let the wild rumpus start!!"

Layaknya seorang anak kecil, Max (Max Records) memiliki tingkat imajinasi yang tinggi. Ia sering berkhayal-khayal dan membuat cerita-cerita yang absurd. Ibu nya (Catherine Keener) yang seorang single mother kadang sibuk dengan pekerjaannya dan kini telah memiliki kekasih (Mark Ruffalo). Kakaknya, Claire (Pepita Emmerichs) sudah semakin dewasa dan memiliki teman-temannya sendiri. Hal-hal itulah yang membuat Max merasa sedikit terasingkan dan kesepian.
Akibat kecemburuannya dengan kekasih baru Ibunya, Max berontak dan kabur keluar rumah. Ia kemudian menemukan kapal kecil yang kemudian membawanya ke sebuah pulau yang dihuni oleh makhluk-makhluk besar, Wild Things. Ketika monster-monster itu mencoba untuk menyerangnya, Max melawan dan bercerita mengenai dirinya yang seorang raja bangsa Viking. Karena itulah Max dijadikan 'raja' oleh para wild things. Keragaman karakter para Wild Things yang sama-sama liar dengan Max, membuatnya betah di pulau itu. Tapi sampai kapan Max akan terus bertahan disana?

Thursday, December 24, 2009

2009: At The Movies

Forget all of the Oscar buzz! Mengingat sebagian besar film-film yang diganjar sebagai yang terbaik tahun ini diluar jangkauan (baca: gak masuk Indonesia dan DVD nya masih jelek). Gara-gara mas Awya dan om GilaSinema bikin list-list begini jadi pengen deh. Tapi apa daya, film-film yang gw tonton masih bersifat mainstream dan belom sebanyak mereka hahaha lagian jg ini dibuat buat seru-seruan aja hehehe Jadi list-list dibawah gw buat dari apa yg udah gw tonton aja dan gw jamin pasti beda banget sama list-list kritikus film luar hahaha So here they are.....

2009's MOST SATISFYING MOVIES
The Best & Most Enjoyable Flicks This Year
*more like the best of the Summer -___-*

10. Harry Potter and the Half-Blood Prince
This might be a bit boring for some (or most) of you, tapi gw tetep suka! Love all the gloomy new atmosphere and the comedies were better. Kesalahan fatal dalam film ini hanyalah anti-klimaks.
9. Drag Me To Hell
Walau dibalut dengan lawakan yang cenderung sedikit komikal, tapi tidak membuat film ini jadi cupu. Perseteruan dengan sang nenek pun menjadi adegan pertarungan yang sangat menghibur.
8. The Hurt Locker
Film perang selalu identik dengan ledakan dimana-mana dan adegan baku tembak yang menegangkan. Tidak dengan film ini yang lebih menegaskan kepada kehidupan tentara-tentara itu sendiri. Memang sudah banyak film yang sejenis, tapi entah kenapa film ini terasa begitu nyata dengan kamera handheld dan angle-angle yang fantastis.
7. Up
Setelah keberhasilan Wall-E tahun lalu, sulit rasanya ngebayangin kalo Disney/Pixar akan memberikan satu masterpiece lagi. Ternyata gw salah. Walaupun temanya lebih ringan daripada Wall-E, tapi film ini sangat menghibur dengan animasi yang halus plus cerita yang seru+mengharukan.
6. Avatar
Seperti yang gw bilang di review film ini, Avatar adalah film termegah saat ini. Special effect nya yang luar biasa bukan cuman nilai jual Avatar, tapi juga dengan cerita yang cukup bagus. Tapi sebagus apapun cerita dan akting, semua orang pasti akan terpana dengan keindahan effect planet Pandora dan isinya.

5. Inglourious Basterds
Sempat membuat gw sangsi akibat sambutan yang biasa saja di Cannes, film ini terasa menendang gw. Dengan alur yang mendebarkan khas Tarantino, ditambah dengan penampilan cast yang brilian (kecuali Brad Pitt) membuat film ini menjadi salah satu film paling seru tahun ini.
4. Zombieland
Bosen gak sih sama film tentang zombie? Gw yakin pendapat lo akan berubah setelah nntn film ini. Dengan alur cerita yang klise, film ini ternyata mampu menghibur gw dengan jokes-jokes segar yang membuat gw terpingkal-pingkal. Performa akting aktor-aktris nya pun juga turut memperbagus film ini.
*3 besar film ini yang paling susah gw tentuin, karena menurut gw semua nya cocok jadi nomer 1...*
3. (500) Days Of Summer
Bingung mau mulai darimana. Penceritaan yang tidak biasa dengan cerita yang lumayan unik juga menjadi nilai positif film ini, selain faktor Zooey Deschanel yang notabene adalah aktris tercantik menurut gw. Film ini dipenuhi kata-kata yang bagus2, jokes-jokes ringannya pun oke banget dan pas, alunan musik yang asik juga jadi nilai plus. Ending juga gak biasa serta jauh dari kesan klise. Best rom-com this year and one of the best ever.
2. Star Trek
Sebuah reboot yang gila banget. JJ Abrams benar-benar telah memperkenalkan kembali dunia Star Trek ke gw (dan dunia, mungkin). Karakter-karakternya yang multiras memang unik banget, yang mainin juga pas banget. Alur yang dituturkan seru dan bikin betah nonton banget. Merinding tiap kali liat endingnya.
1. District 9
Sebuah sleeper hit musim panas lalu. Dari teasernya pun udah ketauan sebenernya, this movie was going to be awesome. Dengan cerita yang out-of-the-box, yang membuat kita, manusia adalah antagonis, betapa menegangkannya nasib Wikus yang difitnah dan harus mencari cara agar mengembalikan tubuhnya yang mulai berubah menjadi alien. Debut yang luar biasa fantastis dari Sharlto Copley sang aktor dan sutradara Neil Blomkamp. Di set seperti film dokumenter, yang membuta film ini terasa nyata, ditambah dengan special effect yang gak kacangan, plus ending yang luar biasa..... (tonton sendiri), membuat gw menobatkan film ini sebagai film paling memuaskan yang gw tonton tahun ini.

The front-runners: Watchmen, Coraline, The Damned United, Departures
Dan dengan catatan gw belom nntn: Where The Wild Things Are, The Fantastic Mr. Fox, Up In The Air, A Single Man (dan semua yang berbau Oscar deh), The Princess and the Frog, dan masih banyak lagi *maunya apaan sih? hahahha*

SPECIAL AWARD!
MOST DISAPPOINTING *film yang gw sangka bagus, tapi malah jauh dari harapan*
Paranormal Activity yang melempem dan boring sepanjang film
KambingJantan yang kembali membuat gw antipati kepada film Indonesia

SURPRISINGLY GOOD *film yang gw sangka jelek, malah seru banget jadinya*
Inglourious Basterds blame the Cannes media hahahhaa
Coraline gw kira bakal basi dan ngebosenin, ternyata oke juga

BEST & WORST CINEMATIC EXPERIENCE
Best: Star Trek lebih ke masalah personal sih, bayangkan sebulan ditunda penayangan tambah bikin penasaran, terus nonton bareng sekelas. Pulang sekolah jam 14.00 tapi film main jam 14.15. Bel bunyi, semua langsung ngibrit ke mobil (sebelumnya udah dibagi siapa naik siapa). Jalan macet, jadi ngomel dijalan, tapi akhirnya jadi juga. Salah satu kenangan terbaik di SMA (bahkan gw masukin YearBook :D)
Worst: Watchmen this is a hard movie to digest. Dan Cilandak 21 bener2 bikin emosi ketika di awal-awal film ada sedikit gangguan, tiba-tiba film nya mati. Tiba-tiba ada petugasnya yang dateng ke depan layar dan ngumumin kalo mesin mereka yang 1 rusak dan kira-kira bakal terjadi kayak gitu kurang lebih 8x. WTF??? Untungnya mereka 'melanggar', jadinya 6x doang. Pas nonton bukannya asik mantengin filmnya, malah nungguin dan ngitungin berapa kali mat.

BEST SOUNDTRACK
Where The Wild Things Are Lagu dari trailernya pun (Wake Up - The Arcade Fire) udah keren banget, totally uplifting. OST nya All Is Love yg dinyanyiin Karen O juga gak boleh dilewatin!
(500) Days Of Summer semua lagu dari film ini enak-enak banget. Dimulai oleh Us nya Regina Spektor yang enak banget, terus juga Sweet Disposition dari The Temper Trap yg ternyata vokalisnya orang Indonesia (!!)

BEST POSTER
Teaser Angels & Demons
Theatrical Away We Go
Character Harry Potter and the Half-Blood Prince

BEST QUOTESAll of them from (500) Days Of Summer)

UNFORGETTABLE MOMENTS
WTF Scene The fat guy being torn into two - Dead Snow
Tear-jerker Ellie's dying - Up
Funniest opening texts of (500) Days of Summer

*probably be updated anytime soon, or not*

Well.. segini aja sih yg mau gw share. Overall, 2009 cukup lumayan film-filmnya. Nothing too special tahun ini (tidak seperti tahun kemaren yg ada The Dark Knight). Semoga di 2010 film2nya makin asik lagi!

Tuesday, December 22, 2009

"Celebrate the magical night of Halloween"

Trick 'R Treat (2009)
Bercerita di sebuah malam Halloween, dimana orang-orang (umumnya di wilayah Amerika & Eropa) memakai kostum dan anak-anak kecil mendatangi rumah ke rumah meminta permen sembari meneriakkan; 'trick or treat'. Alkisah seorang suami istri yang baru saja pulang untuk merayakan Halloween. Sang istri dengan sengaja meniup lilin pada hiasan buah labu Jack-O-Lantern yang menurut tradisi adalah bad luck. Ketika sang istri mulai membereskan dekorasi Halloween, ia terganggu oleh sosok misterius yang mencoba membunuhnya. Di lain sisi, ada juga seorang kepala sekolah yang memiliki sebuah 'kebiasaan' aneh; segerombol pelajar yang iseng melewati malam Halloween di sebuah tempat jatuhnya bus yang melegenda; sekelompok wanita muda yang salah satunya dibuntuti oleh vampir; dan yang terakhir, seorang pemuda tua yang dihantui oleh anak kecil berkepala bulat yang ditutupi oleh sarung. Semua kejadian tersebut terjadi di malam Halloween yang sama dan saling berhubungan satu sama lain.

Sunday, December 20, 2009

"You're not on Kansas anymore, you're on Pandora, ladies and gentlemen"

Avatar (2009)
Bermula ketika planet Bumi sudah kekurangan energi, para manusia kemudian menemukan planet Pandora yang memiliki kekayaan energi yang melimpah ruah. Upaya untuk mengambil energi di planet tersebut ternyata tidak mudah. Selain karena udara yang tidak bersahabat, ada juga faktor dari 'penduduk' lokal planet tersebut, bangsa Na'vi, makhluk yang menyerupai manusia (dan sedikit mirip monyet hahaha) dengan kulit biru dengan kemampuan berhubungan dengan alam. Source energi terbesar dalam planet Pandora terletak tepat dibawah tempat tinggal mereka.
Jake Sully (Sam Worthington) adalah mantan angkatan laut yang lumpuh. Ketika kakaknya meninggal, ia terpaksa harus mengikuti sebuah proyek Avatar, yaitu menggunakan pikirannya untuk mengontrol Avatar body yang diciptakan mirip dengan bangsa Na'vi. Pada saat percobaan pertamanya, Jake malah tanpa sengaja tersesat dalam hutan Pandora. Dalam usahanya mempertahankan diri dari makhluk-makhluk ganas, ia diselamatkan oleh Neytiri (Zoe Saldana), seorang putri bangsa Na'vo. Melihat sesuatu yang menarik dalam diri Jake, raja bangsa Na'vi menugaskan Neytiri untuk mengajari Jake untuk hidup sebagai Na'vi. Di lain pihak, Jake juga ditugasi untuk meyakinkan bangsa Na'vi untuk pindah dari home tree mereka agar source energi dibawahnya dapat diambil, kalau tidak, pihak manusia akan merusak hutan dan mengambil dengan paksa. Hal ini lah yang menjadi dilema bagi Jake. Jake yang akhirnya keburu jatuh cinta dan terkesan dengan bangsa Na'vi dan Pandora (dan juga Neytiri), juga harus memikirkan bahwa dengan sumber energi itulah bumi yang sedang sekarat dapat terselamatkan. Siapa yang akhirnya ia bela?

Tuesday, December 15, 2009

The 67th Annual Golden Globes' nominations are finally revealed...

Just cut the crap. Golden Globes adalah acara penghargaan yang gw ikutin selain Oscar. Gw cuman ngikutin dua itu aja soalnya, yang lain kurang kerasa hype nya hahaha Dibawah ini adalah beberapa nominasi untuk tahun depan. Gw mau iseng2 prediksiin siapa yang bakal menang dengan sok tau (ya karena hampir semua film dibawah belom gw tonton hahaha dan gw agak objektif sih, siapa tau bener kan??) cuman bermodalkan insting dan referensi dari penghargaan2/review2 yang telah di raih film2 dibawah. Just FYI, Golden Globes 2010 akan diselenggarakan tanggal 17 Januari mendatang.

Best Picture (Drama) - Avatar, The Hurt Locker, Inglorious Basterds, Precious, Up in the Air
Gw sedikit kaget dengan hadirnya Avatar dan Inglourious Basterds disini, tapi kemungkinan besar yang menang ada di dua film, The Hurt Locker & Up In The Air. Pilihan gw jatuh kepada Up In The Air.

Best Picture (Musical/Comedy) - (500) Days of Summer, The Hangover, It's Complicated, Julie & Julia, Nine
Beberapa bulan yang lalu, kayaknya gw yakin banget kalo Nine yang bakal menang. Tapi semenjak ngeliat early ratingnya di Rotten Tomatoes jelek banget (walaupun gak bisa jadi patokan jg sih) tapi tetep membuat gw agak ragu. Pilihan gw (pasti) jatuh kepada (500) Days Of Summer.

Best Director - Kathryn Bigelow (The Hurt Locker), James Cameron (Avatar), Clint Eastwood (Invictus) Jason Reitman (Up in the Air), Quentin Tarantino (Inglorious Basterds)
Please jangan Clint Eastwood lagi. Gw cukup mendukung Bigelow dan Reitman disini. Dan pilihan gw jatuh kepada Kathyrn Bigelow karena tadi udah ngasih Up In The Air di Best Picture haha

Best Actress (Drama) - Emily Blunt (The Young Victoria), Sandra Bullock (The Blind Side), Helen Mirren (The Last Station) Carey Mulligan (An Education) Gabourey Sadibe (Precious)
Kayaknya sih Gabourey Sadibe yang bakal menang. Hanya Sadibe dan Mulligan yang namanya sering 'terdengar' belakangan ini. Pilihan gw jatuh kepada Gabourey Sadibe.

Best Actor (Drama) - Jeff Bridges (Crazy Heart), George Clooney (Up in the Air), Colin Firth (A Single Man), Morgan Freeman (Invictus), Tobey Maguire (Brothers)
Antara Colin Firth dan George Clooney. Tapi Jeff Bridges bisa2 nyalip sih sebenernya. Pilihan gw jatuh kepada Colin Firth.

Best Actress (Musical/Comedy) - Sandra Bullock (The Proposal), Marion Cotillard (Nine), Meryl Streep (It's Complicated), Meryl Streep (Julie and Julia), Julia Roberts (Duplicity)
Wah kok kayaknya random banget ya? Sandra Bullock? Julia Roberts? Pilihan gw jatuh kepada Meryl Streep (ALL THE WAY!).

Best Actor (Musical/Comedy) - Matt Damon (The Informant), Daniel Day Lewis (Nine), Robert Downey Jr. (Sherlock Holmes), Joseph Gordon Levitt ((500) Days of Summer), Michael Stuhlbarg (A Serious Man)
Pengen ngejagoin Joseh Gordon Levitt sebenernya karena menurut gw di (500) Days of Summer dia bagus banget mainnya. Tapi kok perasaan yang bakal menang sih Matt Damon ya? Jadi ya pilihan gw jatuh kepada Matt Damon.

Best Supporting Actress - Mo-Nique (Precious), Julianne Moore (A Single Man), Anna Kendrick (Up in the Air) Vera Farmiga (Up in the Air) Penelope Cruz (Nine)
Agak susah juga nih nentuinnya. Antara Mo-nique, Moore dan Kendrick. Tapi setelah dipikir-pikir pilihan yang paling aman akan ada di Mo-nique. Atau Kendrick ya? Hahaha Oke, pilihan gw jatuh kepada Mo-nique.

Best Supporting Actor - Matt Damon (Invictus), Stanley Tucci (The Lovely Bones), Christopher Plummer (The Last Station), Christoph Waltz (Inglorious Basterds), Woody Harrelson (The Messenger)
Karena baru Inglorious Basterds aja yang udah gw tonton, jadi ya gw milih Christoph Waltz yang memang bagus banget mainnya. Walaupun denger2 Tucci mainnya bagus tapi tetep pilihan gw jatuh kepada Christoph Waltz.

Best Animated Feature - Coraline, The Fantastic Mr. Fox, Cloudy with a Chance of Meatballs, The Princess and the Frog, Up
Dengan banyaknya review yang menyebutkan The Fantastic Mr. Fox sangat bagus, jadi agak ragu untuk memberikan pilihan kepada Up. Tapi sepertinya sulit untuk tidak memberikan Disney/Pixar penghargaan. Jadi gw tetep pilih Up.

Best Screenplay - Up in the Air, It's Complicated, District 9, The Hurt Locker, Inglorious Basterds
Untuk menghormati salah satu film terbaik menurut gw di tahun 2009 ini, District 9 pantas menerima predikta Screenplay terbaik.

Sekian prediksi sedikit asal-asalan dari gw ini hahaha untuk nominasi yang lain kayak Best Song, Best Score sama Best Foreign Film gw males jg sih nulisnya hahaha apalagi yang TV-Shows gitu2. Jadi segini aja prediksinya. Menunggu prediksi dari orang-orang lain nih. Sama gak ya sama gw?

Monday, December 14, 2009

"There's a lot of joy in music, Mr. Yasgur. And we'd love to bring that joy to your beautiful farm"

Taking Woodstock (2009)
1969 - Elliot Tiber (Demetri Martin) beserta ibunya Sonia (Imelda Staunton) dan ayahnya Jake (Henry Goodman) memiliki sebuah motel kecil di daerah White Lake di kota kecil Bethel, New York. Sayangnya, motel yang sepi pengunjung itu terancam digusur. Awalnya Elliot sudah putus asa ketika ia menyadari bahwa sehabis musim panas, motel milik ayah dan ibunya itu akan tutup. Rencana nya membuat sebuah festival seni di daerah dekat motelnya itu pun hampir ia batalkan. Tetapi nasib berkata lain. Sebuah festival musik gagal dilaksanakan di Willskill, New York akibat dari demo masyarakat mengenai kaum hippie yang suka bertindak seenaknya. Festival berskala besar itu dianggap akan merugikan mereka.
Elliot lansung menawarkan Michel Lang (Jonathan Groff) salah seorang penggagas festival tersebut untuk memakai lahannya sebagai lokasi. Walaupun ternyata lahan yang ia memiliki tidak jadi terpakai (karena masih berbentuk rawa-rawa), peternakan milik Max Yasgur (Eugene Levy), tetangga Elliot pun dipakai. Walaupun sempat ragu akibat sangat banyaknya animo penonton yang datang dan melebihi kapasitas tiket serta demonstrasi dari tetangga Elliot, ternyata festival ini sangat berdampak besar bagi hidup Elliot dan orang-orang di sekitarnya. Bahkan festival ini dianggap sebagai festival musik termonumental sepanjang sejarah. Just so you know, film ini diangkat dari kisah nyata penyelenggaraan salah satu festival terbesar di dunia, Woodstock Festival.

Tuesday, December 8, 2009

"Have you ever heard of the 'Blair Witch'?"

The Blair Witch Project (1999)
Tahun 1994, tiga orang pelajar bernama Heather Donahue, Joshua Leonard dan Michael Williams bermaksud membuat dokumenter mengenai urban legend di daerah bernama Burkitsville, Maryland (dulunya bernama Blair) yang disebut Blair Witch. Dari wawancara penduduk sekitar, mereka mengetahui bahwa dulu ada seorang lelaki yang tinggal di hutan menculik anak2 kecil dan membunuh mereka dengan alasan arwah seorang penyihir yang dibunuh pada abad ke-18 menyuruhnya melakukan hal2 itu.
Untuk mendapatkan footage-footage yang lebih bagus lagi, mereka memutuskan untuk menjelajahi hutan daerah tersebut. Tetapi (as cliche as it is) mereka akhirnya tersesat di pedalaman hutan itu. Di tengah penjelajahannya, mereka menemukan 'barang2' aneh yang berhubungan dengan voodoo. Tersesat, energi habis, minimnya persediaan makanan, serta suhu yang dingin. Keadaan makin menegangkan ketika mereka mulai terganggu dengan suara-suara aneh serta gangguan2 lainnya yang tidak bisa mereka jelaskan dengan akal sehat.

Sunday, December 6, 2009

"It's funny how fate works, you never know where you'll end up"

Okuribito [Departures] (2009)
Daigo Kobayashi (Masahiro Motoki) adalah seorang pemain cello dalam suatu orkestra di Tokyo. Ketika orkestra tersebut dibubarkan akibat animo penonton konser yang selalu sedikit, ia dan istrinya, Mika (Ryoko Hirosue) kembali ke kampung halaman Daigo di Yamagata. Ketika Daigo ingin mencari pekerjaan, ia tertarik dengan iklan salah satu lowongan kerja yang ia baca di surat kabar. Dalam iklan tersebut tertulis 'departures' atau 'kepergian' yang ia anggap sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang travel agency. Ketika ia ingin melakukan interview, pemilik perusahaan itu, Ikue Sasaki (Tsutomu Yamazaki) langsung menerima Daigo, sebelum menjelaskan pekerjaan yang harus Daigo kerjakan. Ternyata perusahaan tersebut adalah perusahaan pengurusan jenazah.
Awalnya Daigo enggan melakukan pekerjaan tersebut, tetapi gaji yang tinggi sangat menggiurkan baginya. Pada awalnya ia terima-terima saja. Lama kelamaan, ia mulai tertarik dengan 'ritual' tersebut. Tetapi anggapan bahwa pekerjaan tersebut adalah salah satu pekerjaan yang 'buruk' di mata masyarakat sekitar membuatnya merahasiakan hal ini kepada istrinya bahkan ia dijadikan bahan omongan di antara para warga. Tetapi semenjak ia menyadari betapa pentingnya pekerjaannya bagi keluarga yang berduka, ia tetap teguh terus menjalankan profesi tersebut. Sampai ketika istrinya mengetahui pekerjaannya ini.

Film ini sempat mengagetkan dunia *lebay* ketika berhasil meraih penghargaan Best Foreign Language Film mewakili Jepang di perhelatan Academy Awards 2009 awal taun kemaren. Mengagetkan mungkin karena film ini tidak terlalu dijagokan dibandingkan kontendernya seperti Israel dengan Watlz With Bashir ataupun Perancis dengan The Class nya. Personally, waktu itu gw belom nntn semua film yang dinominasikan sih, tapi berdasarkan beberapa source, gw agak yakin diantara 2 film yang gw sebut di belakang yang akan menang. Ketika film ini keluar sebagai juara, jelas membuat rasa penasaran gw dan orang-orang yang mungkin belom aware dengan film ini jadi naik. Beberapa bulan kemudian baru muncul DVDnya, dan setelah beberapa bulan abis itu lah gw baru nntn hahahaha telat.
Di menit-menit awal, film ini udah membuat gw tertarik. Dengan adegan awal yang cukup menggelitik, dilanjutkan dengan adegan orkestra yang yaah walaupun tidak fantastis, tapi boleh lah. Film ini kemudian bergulir dengan humor-humor ringan yang mampu membuat gw tertawa. Melihat tingkah laku Daigo yang agak kikuk dan tipikal orang-orang Jepang yang sangat ekspresif memang sebuah hiburan tersendiri. Masih inget gw adegan dimana ia jadi model mayat hahahaha Masahiro Motoki jago banget deh maininnya!
Selain adegan tersebut, banyak banget adegan-adegan yang menurut gw cukup menarik. Dari yang lucu sampai yang tear-jerker juga ada. Oke, sedikit spoiler ya. Gw ketawa-ketawa banget pas pertama kali Daigo ditugaskan 'ngeberesin' mayat. Kebetulan mayatnya itu udah berumur 2 minggu di kayak abandoned house gitu. Bayangin aja baru pertama kali ngurusin beginian langsung dapet jackpot hahaha Terus adegan-adegan ketika ia mulai terbiasa dengan pekerjaannya dan bertemu dengan keluarga-keluarga yang berbeda-beda. Dan tentu saja adegan-adegan sedih di ending.

Salah satu yang menarik perhatian gw adalah 'ritualnya'. Totalitas yang dilakukan oleh orang-orang Jepang tuh emang gila banget ya, walaupun pekerjaan yang dianggap buruk sekalipun. Waktu gw dapet kesempatan buat homestay di Jepang pun gw perhatiin semua pekerjaan dilakuin dengan penuh totalitas. Kasirnya aja ramah banget woy hahaha
Satu hal lagi yang gw menarik dalam film ini adalah posisi pekerjaan pengurusan jenazah itu sendiri. Orang-orang boleh menganggap hina atau rendah dengan pekerjaan itu. Tapi ketika mereka lagi butuh orang-orang kayak gini, mereka baru ngerasain betapa pentingnya pekerjaan itu *bingung jg ya ini-itu hahaha tonton sendiri aja deh*. Mengingatkan gw dengan pepatah; "You'll never understand your parents, until you become one". Yah emang rada ngasal sih tapi ya sama lah kira-kira hahaha maksa.

Gw masih menganggap bahwa The Class adalah film yang sedikit lebih baik dari Departures. Mungkin juga Waltz With Bashir (belom nntn). Tetapi memang Departures tidak sejelek dan tidak 'terlalu-biasa' seperti yang gw kira sebelumnya. Mungkin dengan tema kebudayaan Asia yang unik serta pesan yang universal dalam film ini membuat juri Oscar memberinya nilai plus. Bagi gw, mungkin ini adalah salah satu film Jepang yang paling bagus yang pernah gw tonton *tidak termasuk animasi hahahaha*. Yaiyalah film Jepang yang udah gw tonton bisa dihitung dengan jari. At least film ini satu-satunya yang mungkin paling mudah untuk ditonton. Ceritanya bagus, cukup menghibur. Aktingnya top, cinematography nya bagus banget (apalagi yang Daigo main Cello dengan latar belakang gunung, TOP NOTCH!), musiknya jg asik. Recommended lah!

(****)

Tokyo Broadcasting System
Cast: Masahiro Motoki, Tsutomu Yamazaki, Ryoko Hirosue, Kazuko Yoshiyuki, Kimiko Yo, Takashi Sasano
Written by: Kundo Koyama
Directed by: Yôjirô Takita

Thursday, December 3, 2009

"Football is a beautiful game, Austin. And it needs to be played beautifully"

The Damned United (2009)
Inggris awal dekade 70an, Brian Clough (Michael Sheen) beserta asistennya Peter Taylor (Timothy Spall) adalah seorang manager dan coach dari klub sepak bola di kota kecil bernama Derby County. Sebelumnya, Derby County adalah klub kecil yang tidak memiliki prestasi gemilang. Sampai ketika Derby kedatangan tamu istimewa, Leeds United, salah satu klub besar pada saat itu. Selama ini Leeds memang memiliki reputasi dalam permainannya yang kasar. Ketika bertanding melawan Derby, Brian tidak terima bahwa timnya dicurangi, ditambah lagi sikap arogan manajer Leeds, Don Revie (Colm Meaney). Sejak saat itu ia bertekad untuk mengalahkan Leeds, hal yang sedikit sulit mengingat Derby ada di ujung 2nd Division, sedangkan Leeds di puncak 1st Division. Membeli pemain-pemain mahal pun dilakukannya, tanpa menggubris komentar dari sang chairman Sam Longson (Jim Broadbent).
Film ini dituturkan secara bolak-balik. Di awali pada tahun 1974, dimana ia direkrut menjadi manager Leeds Utd menggantikan Don Revie yang menjadi manager timnas Inggris. Serta adegan-adegan flashback ketika ia masih di Derby, perjuangannya membawa Derby ke 1st Division sampai masa-masa ia meninggalkan Derby.

Monday, November 30, 2009

"Live or die, make your choice"

Saw VI (2009)
Perlu gw ceritain cerita film yang udah masuk seri ke-6 ini? Bagi yang gak tau serial Saw, film ini bercerita tentang serial-killer yang menangkap orang-orang yang dianggapnya tidak menghargai hidup dan menguji mereka dalam sebuah 'tes' gila untuk dapat bertahan hidup. Jigsaw killer, begitulah John Kramer (Tobin Bell), dipanggil oleh polisi dan media massa. Dalam film-film sebelumnya, diceritakan bahwa John terkena sebuah tumor ganas yang lambat laun memangsa dirinya. Sebelum ia meninggal pun, John dengan sangat pintarnya masih dapat menyusun rangkaian lika-liku tes-tes maut serta mempersiapkan 'penerusnya'.
Dalam film ke 6 ini, *sedikit Spoiler sih* penerus Jigsaw, detektif Mark Hoffman (Costas Mandylor) juga terus melanjutkan petuah dari Jigsaw. Kali ini, korbannya adalah seorang pimpinan asuransi kesehatan yang harus melalui tes dimana ia harus memutuskan siapa bawahan-bawahannya yang hidup dan siapa yang tidak.

Saturday, November 28, 2009

"Each and every man under my command owes me one hundred Nazi scalps. And I want my scalps!"

Di-set di Perancis pada saat di-invasi Nazi, Colonel Hans Landa (Cristoph Waltz) adalah seorang detektif Nazi yang dijuluki The Jew Hunter berkat kepiawaiannya memburu kaum Yahudi yang lari atau bersembunyi. Di tahun 1941, ia membantai seluruh keluarga Dreyfus di tempat persembunyian mereka. Tetapi, Shosanna Dreyfus (Melanie Laurent), anak tertua keluarga Dreyfus berhasil kabur.
4 tahun setelah pembunuhan keluarganya, Shosanna yang kini telah menyembunyikan identitas aslinya menjadi seorang Perancis pemiliki bioskop kecil, tanpa disangka harus berhadapan lagi dengan para Nazi. Frederick Zoller (Daniel Bruhl), tentara yang menjadi war-hero bagi Nazi meyakinkan produsernya, film Nazi yang dibintanginya, Nation's Pride, akan di premiere di bioskop Shosanna, dengan alasan akan lebih eksklusif serta ada rasa ketertarikan Zoller terhadap Shosanna. Shosanna melihat itu sebagai sebuah kesempatan untuk membalas dendam kepada para petinggi Nazi yang akan menonton di bioskop miliknya.
Di lain pihak, sekumpulan Yahudi asal Amerika yang menamakan diri mereka 'The Basterds' menjadi sebuah buah bibir baru di Perancis. Tim yang dikepalai oleh Lt. Aldo Raine (Brad Pitt) ini menebarkan terror dengan cara 'memangsa' tentara German yang mereka temui di jalan. Selain membunuh, mereka juga memotong scalps (bagian atas kepala) serta menandai lambang swastika di dahi tentara yang mereka lepaskan. The Basterds bekerja sama juga dengan aktris dan juga double agent, Bridget von Hammersmark (Diane Kruger), untuk membantai para Nazi saat mereka menonton Nation's Pride.
Apakah 2 rencana mass-massacre yang berbeda cara dengan satu tujuan ini akan berhasil?

Sunday, November 15, 2009

"The world as we know it, will come to an end"

2012 (2009)
Di tahun 2009, seorang scientist Amerika, Adrian Helmsley (Chiwetel Ejiofor) mengunjungi kerabatnya di India, Satnam (Jimi Mistry) yang telah menemukan bahwa terjadi badai matahari terbesar sepanjang sejarah. Hal itu juga membuat suhu temperatur pusat bumi naik secara drastis. Adrian yang langsung pulang ke Amerika lalu memberitahukan info tersebut kepada Chief of Staff dan juga kepada Presiden Amerika. Waktu meloncat menuju tahun 2012. Seorang limo driver di California, Jackson Curtis (John Cusack) yang dulunya seorang penulis buku, mengajak anak-anaknya untuk berkemah ke Yellowstone. Jackson telah bercerai dengan istrinya, Kate (Amanda Peet) yang sekarang sudah memiliki kekasih baru, Gordon (Thomas McCarthy).
Ketika di Yellowstone, Jackson tertangkap oleh tentara2 US karena telah melewati zona terlarang yang sangat rahasia. Disana ia bertemu dengan Adrian yang ternyata adalah penggemar bukunya. Masih curiga dengan apa yang disembunyikan oleh pemerintah, Jackson kemudia bertemu dengan penyiar radio eksentrik, Charlie Frost (Woodie Harrelson) yang memberitahukannya mengenai ramalan suku Maya tentang akhir dunia di tahun 2012. Awalnya Jackson tak percaya, tetapi sebuah gempa bumi yang sangat besar di California membuatnya yakin bahwa dunia akan hancur. Dari sinilah dimulai petualangan Jackson bersama seluruh keluarganya berjuang melawan maut yang mengelilingi mereka.

Monday, November 9, 2009

"No, my friends. This is now the United States of Zombieland"

Zombieland (2009)
Di-set di post apocalyptic Amerika, dimana negara adidaya tersebut sudah 'diambil-alih' oleh para Zombie. Jumlah manusia yang hidup pun bisa dihitung dengan jari. Colombus (Jesse Eisenberg) adalah seorang pria yang sedang dalam perjalanan menuju ke daerah rumah orang tuanya. Karena pertemuannya yang tidak sengaja dengan beberapa zombie, ia pun terpaksa berpergian dengan berjalan kaki. Di perjalanan, ia bertemu dengan seorang pria yang memberikannya tumpangan. Pria tersebut memiliki aturan untuk tidak memberikan nama masing-masing (dari situlah nama Colombus berasal, karena si tokoh utama ini mau pergi ke Colombus, Ohio), hanya dengan nama tujuan atau asal mereka. Maka dari itu Colombus memanggil pria tersebut Tallahasse (Woody Harrelson).
Di suatu supermarket terbengkalai yang mereka singgahi, mereka berdua bertemu dengan kakak beradik Wichita (Emma Stone) dan Little Rock (Abigal Breslin) *yang bisa diketahui bukan nama sebenarnya* yang ingin pergi ke taman ria Pacific Playland di LA yang berdasarkan rumor, tempat tersebut zombie-free. Ternyata, dua kakak beradik ini adalah penipu ulung dan berhasil mencuri kendaraan dan senjata Talahasse. Tetapi kemudian, Colombus dan Tallahasse bertemu lagi dengan Wichita dan Little Rock. Akhirnya mereka berempat memutuskan untuk bersama-sama pergi ke LA.

Sunday, November 8, 2009

"I don't want to get over her, I want to get her back"

Tom Hansen (Joseph Gordon-Levitt) adalah seorang pria yang percaya terhadap takdir dan cinta sejati. Walaupun ia ingin menjadi arsitek, tapi nasib membawanya untuk bekerja di perusahaan kartu ucapan. Ketika ia bertemu asisten baru bosnya, Summer Finn (Zooey Deschanel), ia langsung tertarik dengannya. Tetapi sayangnya, Summer tidak seperti Tom, yang percaya dengan true love. Summer memiliki pendirian untuk tidak memiliki kekasih. Ketika mereka mulai dekat, Tom dengan terpaksa menerima bahwa hubungan mereka bukanlah boyfriend-girlfriend-thing.
Tetapi sayangnya, hubungan mereka harus kandas di tengah jalan, walaupun Summer masih ingin berteman dengan Tom. Putus asa, dengan dibantu oleh sahabatnya, McKenzie (Geoffrey Arend) dan Paul (Matthew Gray Gubler) serta adik perempuan Tom *yang terkesan lebih dewasa dari Tom*, Rachel (Chloe Moretz), pikirannya pun membawanya loncat-meloncat dari hari pertama ia bertemu, perkenalan, pertengkaran pertama, hingga hari-hari paska putusnya hubungan mereka.

Saturday, November 7, 2009

"I just want to live my life and play my music, what's so wrong about that?"

The Visitor (2008)
Walter Vale (Richard Jenkins) adalah seorang professor yang tinggal di Connecticut. Dikarenakan oleh sebuah conference di New York yang harus ia datangi, ia terpaksa kembali ke apartemen lamanya. Betapa kagetnya ia ketika ternyata di apartemennya, ia menemukan pasangan yang tinggal di apartemennya; Tarek (Haaz Sleiman), seorang pemain djembe *gendang Afrika* asal Syria dan kekasihnya Zainab (Danai Jekesai Gurirai) asal Senegal. Pasangan tersebut menyewa apartemen tersebut oleh seorang kenalan yang mengaku pemilik tempat itu. Karena pasangan tersebut tidak memiliki tempat tinggal lain, Walter mengizinkan mereka untuk tinggal di apartemennya.
Keseharian Tarek bermain djembe membuat Walter penasaran untuk memainkannya. Tarek dengan senang hati mengajari Walter bermain djembe, bahkan mengajaknya untuk ikut dalam pentas djembe di jalanan. Dalam perjalanan pulangnya, karena kesalahpahaman, Tarek ditangkap di subway karena di duga teroris dan dijebloskan ke detention center. Ibu Tarek, Mouna (Hiam Abbass) pun akhirnya datang dari Michigan, cemas karena tiada kabar dari Tarek. Mengetahui anaknya di penjara dan terancam di deportasi, ia tidak mau beranjak dari New York. Walter pun berusaha untuk mengeluarkan Tarek dari penjara, karena akhirnya setelah ditinggal mati istrinya, untuk pertama kalinya Walter merasakan kehangatan teman dan keluarga.

Sunday, November 1, 2009

The Greatest Albums I've Ever Heard

Untuk ngisi kekosongan, pengen berbagi info aja nih. Sebenernya udah lama banget nih pengen bikin ginian, cuman ga sempet terus. Yah sekarang mumpung lagi jarang nonton, mending bikin ini aja ya. Pertama-tama cuman pengen bilang, album-album yang akan gw sebutkan dibawah adalah album-album dengan lagu2 terbaik yang pernah gw denger. Inget, bukan the greatest ever, tapi greatest I've ever heard, jadi ga usah protes kalo ga setuju, namanya jg selera orang.
Album-album yang gw cantumkan dibawah gw pilih bukan berdasarkan artisnya. Tapi lebih ke keseluruhan lagu-lagu didalamnya. Whether its the m
usicality or even the lyrics. Gw paling suka dengan lagu2 yang musiknya asik dan liriknya inspiring. Bisa dibilang selama ini, gw cuman suka beberapa lagu dalam satu album, gak semua. Nah hanya ada beberapa album yang SAMPAI SAAT INI bisa membuat gw 'tahan' dengerin satu album. So here are they, the greatest albums I've ever heard....

6. Kisah Klasik Untuk Masa Depan - Sheila On 7 (2000)
Used to be one of the no.1 bands in Indonesia. Dengan musik yang sangat easy listening, berjiwa muda serta penuh semangat dan juga ditambah lagi dengan lirik-lirik, yang walaupun cheesy, tapi sangat memorable. Sebelum jamannya Ungu, Samsons, ST12, Wali mengisi soundtrack2 sinetron Indonesia, Sheila On 7 sudah pernah berada di posisi tersebut. Lagu-lagu dalam album ini terasa begitu sempurna, walaupun masih bermain di sektor cinta-cintaan. Dulu mungkin dengan gaya mereka yang, no doubt, sangat cool, membuat gw mengidolakan mereka. Ditambah lagi gosip horror dibalik pembuatan lagu 'Sephia'. Sheila On 7 bagaikan role model bagi remaja-remaja saat itu *sok tua banget gw*. Tapi sayang, album-album penerusnya tidak mampu melebihi maupun menyamai kualitas album terbaik mereka sampai sekarang ini. Memang sebuah kisah klasik.
Most Favorite Track(s): Sahabat Sejati, Bila Kau Tak Disampingku


5. Stripped - Christina Aguilera (2002)
Well, this is random. Kritikus memberikan nilai yang tidak terlalu baik untuk album ini, menjadikan album ini adalah album Christina Aguilera dengan nilai terendah di situs metacritic.com. But who cares? Christina Aguilera has been one of the best and most desirable female singers nowadays for me. Gw masih inget ketika video 'Dirrrty' di banned di MTV (lagi bulan puasa tuh) walaupun ia menjadi Artist Of The Month saat itu. Cover albumnya pun terpaksa di beri 'sampul tambahan' ketika dijual di Indonesia. Dengan rasa penasaran pun gw beli albumnya and I was so amazed. The album was so energetic, emotional and real. Beberapa lagu memang tipikal lagu 'joged2an' biasa. Tapi selain itu, terdapat lagu2 penuh pesan yang dalam, khususnya untuk women's right. Dengan dipenuhi lirik2 yang sangat catchy, musik yang easy listening dan sangat addictive, membuat gw menyatakan bahwa ini adalah album terbaik Christina.
Most Favorite Track(s): Soar, Fighter, Can't Hold Us Down, Beautiful


4. These Streets - Paolo Nutini (2006)
Refreshing! Sebelumnya gw tidak akan pernah menduga dibalik muka boyish penyanyi asal Scotland yang saat itu masih pendatang baru itu memiliki suara yang berat. Dengan musik yang sangat berbeda dengan musik-musik lainnya, membuat album ini terasa begitu menyegarkan. Aksen british nya mungkin sedikit membantunya dalam memainkan gitar serta menyanyikan lagu-lagunya. Dengan lirik yang cerdas pula membuat Paolo Nutini pendatang baru yang sangat menjanjikan. Sayang promosi nya tidak begitu besar di luar Eropa. Di US pun single 'New Shoes' nya hanya 'numpang lewat'. Walaupun begitu, lagu-lagu dalam album ini sangat lah memorable. Peaceful. Simple but spectacular.
Most Favorite Track(s): These Streets, Jenny Don't Be Hasty, Rewind, Last Request


3. A Rush Of Blood To The Head - Coldplay (2002)
Forget Viva La Vida, X&Y or even Parachute for a while. This is the album that got me attracted to Coldplay. Masih inget gw bagaimana The Scientist demen banget nempel di kepala gw saat itu. Coldplay, hands down, adalah salah satu band terbesar di dunia saat ini. Album-album yang mereka keluarkan mayoritas meraih banyak kesuksesan dimana-mana baik bagi para fans maupun kritikus. Dengan lirik2 khas Coldplay yang dalam, bermakna serta tidak biasa, dan dengan musik yang originally wicked. Tapi album ini adalah alasan mengapa gw jatuh cinta dengan Coldplay. The artwork itself was so amazing. Lagu-lagu di album ini sangat lah indah. Musiknya pun gak kalah bagusnya. All hail Coldplay!
Most Favorite Track(s): Clocks, The Scientist, In My Place


2. The Black Parade - My Chemical Romance (2006)
Dengan kesuksesan luar biasa dari single 'Helena' di album pertamanya Three Cheers for Sweet Revenge, membuat banyak orang akan menduga My Chemical Romance tidak akan kembali mengambil hati publik. Semua itu terbukti salah ketika MCR merilis album keduanya, The Black Parade. Dengan album ini MCR seakan membuktikan bahwa mereka disini untuk menguasai industri musik. Bisa dibilang band ini turut mempopulerkan demam 'emo' di dunia, walaupun sebenernya lagu-lagu mereka bukan termasuk lagu2 emo. Dibandingkan album debutnya, album kedua mereka ini sangatlah terkonsep rapi serta lebih baik secara kualitas. Baik dari segi musik yang diwarnai dengan eksperimen2 berani dan berbeda, serta lirik-lirik yang provokatif dan penuh energi walaupun agak kelam karena album ini memang lebih banyak berbicara mengenai 'kematian'. Oiya, dari semua artis2 yang gw cantumkan albumnya disini, cuman MCR yang baru gw tonton live ketika mereka konser di Jakarta setahun yang lalu. One word: Awesome!
Most Favorite Track(s): Cancer, Teenagers, I Don't Love You, Welcome To The Black Parade, Disenchanted


1. Continuum & Heavier Things - John Mayer (A TIEE!!)
Predictable, so predictable. My number one and the most inspiring musician ever (despite the fact about his so-called stupid mouth). John Mayer memang sangat berbeda dengan penyanyi dan penulis lagu yang ada saat ini. Sebagai salah satu musisi terbaik sepanjang sejarah, Mayer bisa dibilang sangat brilian dalam membuat lagu, baik mengaransirnya maupun menulis. Lagu-lagu yang ia ciptakan, dari segi musik gak pasaran tapi tetap easy listening dan catchy. Lirik? The best lyric writer ever. Mau lagu cinta kek, mau lagu apa kek, dia rajanya. Mayer menulis lagu yang bagus udah kayak nafas, lancar banget. Liriknya kayaknya gak asal bikin dan ga asal jadi aja, bener2 dipikir mateng2 dan sangat2 puitis. Akhir-akhir ini Mayer lebih sering menulis lagu2 dengan tema kedamaian maupun kehidupan. Karena itulah lirik2 yang ditulisnya sangat dalem. Sebenernya ingin hanya memilih salah satu dari kedua album terbaiknya ini (kudos jg buat Room For Squares, his debut album and as great as the next twos), tapi gw gak mungkin memilih *caelaaah* hahaha 2 album ini memiliki lagu-lagu yang sangat superb. Semua, sekali lagi, SEMUA lagu dalam 2 album ini memiliki magis masing-masing yang sulit dicari tandingannya di penyanyi lain. Masih menunggu untuk album keempatnya, Battle Studies yang rencananya akan dirilis 17 November nanti, CANT WAIT!
Most favorite track(s) from Continuum: Stop This Train, In Repair, The Heart Of Life, Bold As Love (practically I LOVE every one of them)
Most favorite track(s) from Heavier Things: Come Back To Bed (my most favorite Mayer song of all time), Daughters, Clarity, Bigger Than My Body, and yes EACH OF TIME WAS FANTASTIC!

Saturday, October 31, 2009

Curcol bentar

Jadi kelas XII itu ga enak ya. Capek, banget. Gak cuman stress di otak, tapi di hati juga. Serius deh. Nyesel banget dulu gak pernah belajar pas kelas X-XI, jadinya ngejar pelajaran di kelas XII nya susah banget. Gak cuman pelajaran aja, tapi godaan-godaan dan halangan-halangan dari luar makin banyak kayaknya. Ngeliat tujuan gw adalah FKUI (bukannya pesimis, tapi realistis), kayaknya jauh dari harapan, dan hampir gak mungkin. Ditambah lagi dengan rutinitas yang sangat amat melelahkan, masuk sekolah jam 06.30 pagi baru pulang jam 16.00. Tiap pulang pasti gw udah terlalu capek buat belajar lagi. Maksain? Bisa sih, tapi bakal masuk ke otak gak?

Di sekolah pun menurut gw sangat amat gak berguna. Gw adalah tipe orang yang ga bisa belajar rame-rame. Mungkin kebawa pengaruh jg ya dari SMP, soalnya dulu satu kelas cuman 27 orang, sekarang di SMA, 40 orang. Terus jg, jujur, gw gak suka sama guru-gurunya. Cara ngajar nya sangat konvensional, dan kuno. Cuman ngejar ketuntasan materi doang, jarang ada yg mastiin kalo siswa2nya bisa atau enggak. Yang enak ngajarnya pun cuman 1-2 guru, bisa dihitung dengan jari. Bimbel di sekolah? Tambah gak berguna lagi menurut gw. At least, belom lah. Udah gitu dipaksa bayar lagi. Oh yea, sue me!

Sebenernya ga ada untungnya jg sih gw nulis kejenuhan gw disini. Untuk bisa ngerubah itu, gw cuman harus nemuin satu cara supaya gw bisa belajar lebih rajin lagi, bisa nemuin cara yang tepat buat belajar (credits to Zenius Multimedia, sangat membantu dalam belajar, trust me!). Tapi setidaknya dengan gw menyalurkan hal itu ke dalam sebuah tulisan, rasanya perasaan gw agak sedikit lebih lagi. Agak sedikit.

Maka dari itu, gw akhir-akhir ini jarang banget nonton film. DVD yang belom gw tonton pun bisa mencapai 40an lebih, saking ga ada waktu nya gw untuk nonton. Bioskop? Dulu yang kayaknya tiap minggu, sekarang sama sekali gak tersentuh lagi. Terakhir nntn di bioskop adalah nntn District 9, beberapa bulan yang lalu. Senin-Jumat pasti pulang sekolah capek. Sabtu Minggu pun lebih banyak diisi dengan les dan tidur. Tontonan yang setia dan cocok menghibur gw akhir-akhir ini adalah tvseries2 ringan yang gak perlu terlalu banyak mikir. Kebetulan gw lagi suka dengan Supernatural dan Veronica Mars. Horror/thriller dan detective stories? Really2 my thing!

Ingin rasanya sering ngereview film kayak dulu. Tapi belom menemukan mood dan semangat lagi... Pokoknya wish me luck for everything deh.

Thursday, October 15, 2009

Toy Story 3's newest trailer

For the love of God. I was feeling so happily sad watching this trailer, brought back a LOT of childhood memories............. totally can't wait.

Wednesday, October 14, 2009

John Mayer's "Who Says" music video

A few weeks ago, John Mayer released his newest single 'Who Says' from his upcoming album 'Battle Studies'. Now the video!

Sunday, October 11, 2009

"Can humans and forest live together in peace? Can this be stopped?"

Mononoke-Hime (1997) atau Princess Mononoke bercerita tentang pemuda bernama Ashitaka (Yôji Matsuda/Billy Crudup). Dalam usahanya menyelamatkan penduduk desanya dari serangan giant boar demon, ia terluka yang ternyata membawa kutukan mematikan. Untuk menghapus kutukan itu, ia berkelana ke tempat dimana makhluk tersebut berasal. Perjalanan Ashitaka membawanya ke sebuah desa bernama Tataraba yang sedang 'berperang' dengan dewa-dewa hutan akibat perbuatan para penduduknya yang 'terpaksa' merusak hutan untuk membuat charcoal yang digunakan untuk dijadikan serbuk besi. Kubu manusia dipimpin oleh Lady Eboshi (Yūko Tanaka/Minnie Driver), yang ternyata sangat berjasa kepada para penduduknya. Dan kubu hutan diwakili oleh wolf god, Moro (Akihiro Miwa/Gillian Anderson), kedua anak serigalanya, serta spirit dari anak perempuannya dalam tubuh manusia, San (Yuriko Ishida/Claire Danes), sang putri mononoke (roh dalam istilah Jepang).

Align CenterWell, I think...
  1. Total epic! Salah satu film animasi terbaik yang pernah gw tonton. Embel-embel 'The 'Star Wars' of animated features' di DVD nya memang benar. Kompleksitas cerita, pesan maupun creature2 dalam film ini memang fantastis.
  2. Menonton film ini selain mengingatkan gw dengan Star Wars, juga mengingatkan gw saat nonton Lord of the Rings. Jalinan ceritanya memang berliku-liku dan ribet, tapi dituturkan dengan penuh action yang membangkitkan adrenalin serta rasa keingintahuan penonton.
  3. Technically speaking, kalo dibandingin dengan animasi2 3D mungkin kalah ya. Tapi entah kenapa membayangkan film ini dengan animas 3D aneh jg ya, memang sudah pas dengan animasi tradisional kayak gini. Gak kerasa ketinggalan jaman. Apalagi dengan cerita yang sangat amat berbobot.
  4. Lagi jaman kan sekarang dengan isu go green? Sepertinya film ini sudah mendahului dengan pesan di dalamnya. Perseteruan antara manusia dengan hutan diceritakan tidak dari satu sisi saja. Manusia yang seharusnya dijadikan 'musuh' dalam film ini, sedikit diberi simpati. Lady Eboshi sang pemimpin desa Tataraba, di luar dari 'aktifitas'nya merusak hutan, adalah seorang pemimpin yang berjiwa pemberani, adil dan bijaksana. Ia tidak memandang rendah orang2 yang tidak berdaya dan juga sangat membela kaum perempuan. Dengan penduduknya yang ramah pun, membuat Ashitaka tak bisa memilih untuk membela kubu yang mana.
  5. Selain isu lingkungan tersebut, ada beberapa pula pesan yang diselipkan dalam film ini. Salah satu di antaranya emansipasi wanita yang pada zaman tersebut tidak terlalu diperhatikan.
  6. Detail2 dalam film ini kayaknya memang diperhatikan bener2. Walaupun animasinya masih tradisional, tapi detailnya kayaknya sempurna banget. Apalagi musiknya yang memang keren.
  7. Just FYI: film ini adalah film terlaris di Jepang saat film ini di rilis tahun 1997 yang beberapa waktu setelahnya dikalahkan oleh Titanic. Ketika di rilis di US dan UK di tahun 1999, pujian pun berhamburan untuk film ini. Roger Ebert pun menobatkannya menjadi salah satu dari 10 film terbaik di tahun 1999.
So, the conclusion...
Hayao Miyazaki sang sutradara memang pas dengan julukan Japanese Walt Disney. Mungkin bedanya ya film2 Miyazaki memiliki pesan yang lebih berat dibandingkan film2 Disney. Princess Mononoke adalah satu contoh film animasi dengan tema yang sangat berbobot dan universal. Walaupun film animasi, mungkin film ini memiliki unsur yang tidak cocok untuk ditonton anak2. Despite all of that, film ini menjadi salah satu film animasi ambisius yang pernah gw tonton. Selain pesannya yang sangat mengena, cerita yang bagus, detail2 yang sempurna, musik yang oke serta kadar drama, romance, action yang menegangkan membuat film ini adalah salah satu film terbaik yang pernah gw tonton. Recommmended? Totally!

9/10

Studio Ghibli
Directed by: Hayao Miyazaki
Voices by (Japanese): Yōji Matsuda, Yuriko Ishida, Akihiro Miwa Yūko Tanaka. Kaoru Kobayashi, Sumi Shimamoto
Voices by (English): Billy Crudup, Claire Danes, Gillian Anderson, Minnie Driver, Billy Bob Thornton, Jada Pinkett-Smith

Saturday, October 10, 2009

Toy Story 3's character teaser posters

We've seen the teaser trailer, here comes the poster ones..
My most favorite animation series of all time. One of the movies that gave me the reason to love motion pictures. I'll never be as excited as I am right now knowing that they're making the second sequel. Definite must watch and totally worth waiting.

Friday, October 9, 2009

"The day I con you, is the day I die"

The Brothers Bloom (2009) bercerita mengenai dua bersaudara, Stephen (Mark Ruffalo) dan Bloom (Adrien Brody). Stephen dan Bloom dikenal sebagai respected con men -penipu ulung terbaik di dunia yang selalu mengincar jutawan dengan skenario2 kompleks. Mereka jg dibantu oleh asisten bernama Bang Bang (Rinko Kikuchi). Bloom, sang adik, merasa sudah muak dengan permainan tipu-menipu ini, dan ingin berhenti. Stephen pun menjanjikan penipuan terakhir dengan korban Penelope Stamp (Rachel Weisz). Sifat Penelope yang uniquely weird, serta perasaan cinta yang tumbuh antara Penelope dan Bloom, membuat aksi penuh tipu daya ini semakin rumit.

Well, I think...
  1. Dilihat secara keseluruhan sebenernya ceritanya cukup klise. Boy meets girl and they fall in love. Tapi dengan ditambahkannya unsur2 con-acts, membuat film ini (menurut gw) cukup menarik. Walaupun ada beberapa bagian yang cukup susah dimengerti karena memang di beberapa bagian tersebut perlu konsentrasi supaya ngeh dengan jalan ceritanya.
  2. Personally, gw suka banget dengan karakter Penelope. Gak cuman jadi 'penyegar' ataupun 'objek cinta' dari sang tokoh utama aja, cuman Penelope with her own way, has a quirky funny attitude. Dengan kecerobohannya, kecintaannya dengan adventure serta the way she 'collect hobbies'. And I love Rachel's acting too!
  3. Entah kenapa dari dulu gw gak suka sama Adrien Brody, gak tau knapa. Mark Ruffalo juga biasa2 banget pas main disini. Rinko Kikuchi on the other hand, walaupun di beberapa part agak2 annoying, but sometimes she had her moments.
  4. Kalo menurut gw, nonton film ini bener2 naik turun atmosirnya. Masa kanak-kanak Stephen dan Bloom di opening bener2 seru dan lifted-up my expectations. But then it got boring. Then it got exciting again (setelah pertemuan dengan Penelope), trus nurun lagi.
  5. I love the music. Pas dan rasanya enak aja di kuping. Gw jg suka dengan pemandangan2 di berbagai negara, walaupun bentar2 doang.
  6. The ending was a bit confusing. But as for me, it's really touching, masa iya gw spoil disini.
  7. Just FYI; poster The Brothers Bloom pernah gw masukin kedalam daftar 'They caught my eyes' beberapa waktu yang lalu. One of the best posters I'veever seen.
So, the conclusion...
An average but quite entertaining movie. Pas. Drama dapet, komedi oke, action.. yah lumayan. Dibilang bagus banget, enggak. Dibilang jelek juga enggak. Menghibur dengan aksi serta jokes2 ringan but you could find yourself confused with the story sometimes. Tapi overall, film ini lumayan lah buat ditonton.

7/10

Endgame Entertainment
Directed by: Rian Johnson
Cast: Adrien Brody, Mark Ruffalo, Rachel Weisz, Rinko Kikuchi, Robbie Coltrane, Ricky Jay

Saturday, September 19, 2009

"I've never been sick, I've never been injured... what do I do now?"

Unbreakable (2000) bercerita tentang David Dunn (Bruce Willis) seorang security guard yang baru saja selamat dari kecelakaan kereta yang menimpanya. Anehnya, David adalah satu-satunya yang selamat dari kecelakaan tersebut dan tanpa luka sedikit pun. Seorang kreator komik, Elijah Price (Samuel L. Jackson) tiba-tiba datang ke dalam kehidupan David dan menanyakan David kapan terakhir kali David sakit & terluka? Pertanyaan yang ternyata tak bisa dijawab olehnya, bahkan istrinya Audrey (Robin Wright-Penn) dan anaknya Joseph (Spencer Treat Clark). Elijah yang juga mengalami kelainan pada tulangnya dan membuatnya cacat memiliki teori bahwa David adalah real-life superhero. Tapi apakah benar David adalah wujud dari superhero yang sesungguhnya? Apakah superhero itu benar ada?

Well, I think...
  1. Sebuah film yang unbelievably good. The story was awesome, great, and gripping. Sang penulis, Shyamalan yang juga duduk di kursi sutradara memang, hands down, jago nulis cerita2 out of the box. Tapi itu dulu. Shyamalan yang sekarang, yang dulu gw idolakan, udah basi semua idenya.
  2. Masalah superhero disini bukan lah seperti yang gw bayangkan sebelumnya. Memang sedikit unbelievable untuk mempercayai tokoh David, yang tidak pernah sakit maupun terluka (bahkan selamat dari kecelakaan yang membunuh semua penumpang kecuali dirinya). Tetapi setiap superhero itu pasti memiliki kelemahan, bagi David, kelemahannya adalah air (karena ia pernah hampir tenggelam di kolam renang dan menyebabkan ia phobia air).
  3. Di sepanjang film, sering sekali kamera diambil dari refleksi cermin. Atau kaca. Bahkan posternya pun menggambarkan kaca yang pecah. Ternyata hal tersebut memiliki arti sendiri (yang sebenernya gw artiin sendiri sih hahaha). Smart. Tonton saja sendiri.
  4. Pengambilan2 gambar dalam film ini juga menarik. Dalam satu adegan dalam kereta, kamera mengambil gambar David dan seorang wanita yg duduk disebelahnya dari belahan kursi di depannya (bingung? gw jg bingung hahaha). Selain itu pemakaian handheld disini cukup efektif sekali menurut gw. Lebih gimana gitu hahaha
  5. Endingnya cukup mencengangkan. Khas Shyamalan *uhuk*. Yang juga menegaskan bahwa film ini adalah tentang pencarian jati diri tokoh2 utamanya. *SPOILER* David seorang hero, serta Elijah, archenemy nya. Sayang ya gw udah tau duluan jadi sama sekali gw ga bisa ngerasain element of surprise nya. Tapi sebenernya sih orang kayaknya bisa nebak2 gitu (sotoy).
  6. Menonton film ini mengingatkan gw, dan mungkin sebagian dari kalian, oleh film The Sixth Sense, film Shyamalan sebelumnya yang jg mendapat Oscar buzz cukup besar pada saat itu. Faktor atmosfir filmnya, musiknya, Bruce Willis, handheld yang dipake serta twist ending. Bahkan ada beberapa adegan yang mirip2 dikit. Karena itulah menurut gw kenapa film ini menjadi lebih basi (ibaratnya udah diduluin gitu) dan di under-rated oleh sebagian orang. Padahal dari segi cerita lebih menarik Unbreakable. Walaupun eksekusi akhirnya lebih memorable The Sixth Sense. Oiya dan juga faktor Philadelphia..
So, the conclusion...
Film yang menarik. Cerita nya intriguing walaupun memang sedikit unbelievable. Atmosfir gelap yang ditampilkan begitu real dan dapet banget. Akting maupun musik pun tidak mengecewakan. Bisa saja menjadi film favorit gw, karena memang tipe film gw banget. Tapi entah kenapa ada beberapa bagian yang tampaknya terlalu bertele-tele dan di lebih-lebihkan. Serta faktor dari The Sixth Sense tadi. Gw jg sudah terlanjur membandingkannya dengan The Sixth Sense. Kalau saja gw nntn Unbreakable dulu mungkin penilaian gw akan sedikit berbeda. Mungkin. Tapi gw sangat terhibur dengan film ini. Nice one, Shyamalan. Btw, I miss the old you. Go back being smart kick-assin story-teller please.

8/10

Touchstone Pictures
Directed by: M. Night Shyamalan
Cast: Bruce Willis, Samuel L. Jackson, Robin Wright-Penn, Spencer Treat Clark