Showing posts with label Mystery. Show all posts
Showing posts with label Mystery. Show all posts

Sunday, August 11, 2013

REVIEW: Danny Boyle's Complex but Satisfying "Trance" Blurring the Lines Between Reality and Fantasy

Danny Boyle mungkin adalah salah satu sutradara paling eklektik di generasinya. Berbagai genre film sudah banyak ia dicicipi. Dari drama ke horror. Dari sci-fi ke thriller. Dari big budget, ke low budget. Setelah sukses dengan film-film nominator Oscar-nya, Slumdog Millionaire (2009) dan 127 Hours (2010), Boyle kembali ke kampung halamannya di Inggris untuk membuat Trance, sebuah film thriller misteri yang berkutat dengan pencurian lukisan mahal dan praktek hipnosis. Sounds interesting, eh?

Sunday, April 7, 2013

Review: Stoker (2013)

Plot: India Stoker harus merelakan kepergian ayahnya akibat kecelakaan mobil di ulang tahunnya yang ke-18. Ia dan sang ibu dikejutkan dengan kehadiran pamannya yang tak pernah ia tahu keberadaannya yang hendak tinggal bersama mereka untuk sementara waktu. Walaupun gelagat pamannya tersebut mencurigakan, Inda malah semakin lama semakin tertarik padanya.

Wednesday, April 3, 2013

Review: Thesis (1996)

Plot: Seorang mahasiswi yang tengah mengerjakan tesisnya mengenai kekerasan dalam tayangan audio visual tanpa sengaja menemukan sebuah video tape yang berisi penyiksaan dan pembunuhan seorang gadis yang ternyata adalah mahasiswi yang hilang beberapa tahun silam.

Sunday, February 17, 2013

Review: About Elly (2009)

Plot: Three Iranian families are spending their holiday in a cottage by the shore of Caspian Sea. Sepideh (Golshifteh Farahani) invited her daughter's teacher, Elly (Taraneh Alidoosti) to come with them and introduce Elly to her friend. The good times they're having suddenly turned into a disaster after an accident occurred.

Friday, May 4, 2012

Head-to-head: Memories of Murder (2003) & The Chaser (2008)

Selamat datang kembali dalam feature Head-to-head! Pada edisi kali ini, sepertinya sih sama dengan edisi yang sebelumnya, masih bertemakan film thriller. Kalau kemarin adalah film-filmnya Alfred Hitchcock, kali ini saya memilih 2 film dari sutradara yang berbeda, tetapi dari satu negara yang sama: Korea Selatan. No particular reason on picking Korean films actually, even though I've been listening to some Korean music nowadays :p. Lagipula film-film Korea sekarang sudah tidak kalah kualitasnya dibandingkan dengan produksi Hollywood, terutama di genre ini. Dua film yang akan saya bahas adalah Memories of Murder karya sutradara Bong Joonho serta The Chaser dari sutradara Na Hongjin. Sudah sejak lama ingin menonton dua film ini, tetapi akhirnya baru sekarang kesampaian. So here it goes, another round of head-to-head!

Tuesday, February 28, 2012

Head-to-head: Rope (1948) & Dial M for Murder (1954)

Waaah udah lama banget ya saya gak bikin review Head-to-head. Maaf sebelumnya, karena kekurangan materi jadi feature ini jadi agak sedikit terbengkalai. For those who don't know, Head-to-head adalah dimana saya akan mereview dan membandingkan dua judul film dengan tema (atau sutradara/aktor) yang sama. Dan kebetulan, untuk edisi kali ini, tema dan sutradaranya sama. Alfred Hitchcock sepertinya tidak asing lagi di mata movie lover dengan film-film misteri nya. Dengan sejumlah filmnya yang memiliki tema yang sama, saya memilih Rope (1948) dan Dial M for Murder(1954) yang secara kebetulan ternyata memiliki landasan cerita yg juga serupa: how the lead characters planning a so-called 'perfect crime'. Enjoy!

Monday, February 27, 2012

Review: Hugo (2011)

Plot: Hugo Cabret (Asa Butterfield) mungkin menjadi anak paling malang di Perancis pada dekade 30an. Hugo kehilangan ayahnya, satu-satunya sosok orang tua baginya, dalam sebuah kebakaran. Untuk menghindari dimasukkan ke dalam panti asuhan, Hugo kemudian diasuh oleh sang paman yang bekerja mengatur jam di sebuah stasiun kereta api. Sebelum ayahnya meninggal, ayahnya menemukan sebuah robot rusak yang hendak ia dan Hugo perbaiki. Untuk mengenang dan meneruskan keinginan sang ayah, Hugo pun berusaha untuk memperbaiki robot tersebut sendiri, mempercayai bahwa robot tersebut memiliki arti 'khusus' baginya dan ayahnya. Petualangannya akan mempertemukannya dengan seorang kakek penjaga toko mainan (Ben Kingsley) dan cucu angkatnya yang bernama Isabelle (Chloe Grace Moretz).

Wednesday, February 1, 2012

Review: The Thing (2011)

Plot: Di Antartika, sebuah kapal extraterrestrial berhasil ditemukan terkubur dalam es oleh ilmuwan Norwegia; termasuk didalamnya dr. Sander Halvorson (Ulrich Thomsen). Sander kemudian meminta asistennya, Adam Finch (Eric Christian Olsen) untuk merekrut paleontologist Kate Lloyd (Mary Elizabeth Winstead) untuk ikut menginvestigasi kapal tersebut yang ternyata memiliki 'penumpang' yang telah membeku. Tim researcher tersebut akhirnya membawa makhluk tersebut ke markas mereka tanpa tahu bahwa makhluk tersebut ternyata masih hidup dan mampu merubah dirinya menjadi siapa -dan apa- saja.

Sunday, January 29, 2012

Review: Tinker Tailor Soldier Spy (2011)

Plot: Inggris di era Cold War, setelah gagalnya operasi rahasia salah satu agen British Intelligence, Jim Prideaux (Mark Strong) dalam di Hungaria, pimpinan British Intelligence pada saat itu, Control (Jim Hurt) dan tangan kanannya, George Smiley (Gary Oldman) terpaksa mundur dari jabatan. Sebelum ia mundur, sebenarnya Control telah mencurigai adanya pengkhianat yang menjual info kepada pemerintah Russia di antara bawahan-bawahannya, yaitu Percy Alleline (Toby Jones), Bill Haydon (Colin Firth), Roy Bland (Ciarán Hinds) dan Toby Esterhase (David Dencik) serta Smiley sendiri. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya info dari Ricki Tarr (Tom Hardy) yang kini tengah melarikan diri. Smiley, yang sebenarnya telah berhenti dari pekerjaannya akhirnya diutus untuk menginvestigasi siapa kah sang pengkhianat.

Friday, January 27, 2012

Review: The Girl with the Dragon Tattoo (2011)

Plot: Mikael Blomkvist (Daniel Craig), seorang jurnalis majalah Millenium tersandung kasus pencemaran nama baik yang hampir saja menghancurkan karirnya. Ia tiba-tiba di-rekrut oleh seorang mantan petinggi perusahaan ternama Vanger Industries, Henrik Vanger (Christopher Plummer). Henrik meminta bantuan Mikael untuk memecahkan kasus hilangnya keponakannya, Harriet, yang telah menghilang tanpa jejak selama hampir 40 tahun, dengan imbalan uang berlimpah serta sesuatu yang mampu membersihkan nama Mikael dari kasus yang menimpanya. Henrik ingin Mikael untuk menginvestigasi keluarga Vanger yang Henrik percaya bahwa salah satu dari mereka membunuh Harriet. Mikael tanpa sengaja mengetahui keberadaan Lisbeth Salander (Rooney Mara), hacker eksentrik yang jenius, yang sebelumnya mengerjakan background check untuk Mikael. Merasa kesulitan, Mikael pun akhirnya meminta bantuan Salander untuk memecahkan kasus hilangnya Harriet tersebut.

Sunday, December 25, 2011

Review: Sherlock Holmes: A Game of Shadows (2011)

Plot: Dengan ramainya bom-bom yang dicurigai sebagai aksi grup teroris, Sherlock Holmes (Robert Downey Jr) menyelidiki beberapa kejadian aneh yang berlangsung di beberapa negara yang semua tertuju kepada sebuah nama: Professor James Moriarty (Jared Harris). Setelah Holmes sukses menggagalkan pembunuhan seorang gypsy, Simza Heron (Noomi Rapace), mereka bertiga bersama sahabatnya yang kini telah menikah, dr. John Watson (Jude Law) bahu membahu untuk mencari kakak Simza yang ternyata tergabung dalam sebuah plot berbahaya yang disusun dengan cerdik oleh Moriarty. Holmes really have found his match.

Saturday, November 12, 2011

Review: The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn (2011)

Plot: Tintin (Jamie Bell) adalah seorang jurnalis muda yang selama ini dikenal di kotanya berkat keahliannya memecahkan kasus ataupun misteri. Suatu hari, bersama anjing kesayangannya yang setia, Snowy, ia tanpa sengaja menemukan sebuah miniatur kapal 'Unicorn' yang legendaris di sebuah pasar serta membelinya. Tiba-tiba datang seorang asing bernama Ivanovich Sacharine (Daniel Craig) yang ingin membeli model kapal tersebut dari Tintin yang menolak untuk menjualnya kembali. Tanpa Tintin ketahui, model kapal 'Unicorn' tersebut ternyata menyimpan sebuah rahasia yang kemudian akan melibatkan Tintin pada sebuah petualangan internasional berbahaya bersama anjingnya serta seorang kapten kapal laut bernama Captain Haddock (Andy Serkis).

Tuesday, August 23, 2011

Review: Rashomon (1950)

Plot: Sebuah tragedi pemerkosaan atas seorang wanita dan terbunuhnya suaminya diceritakan kembali oleh sang wanita, sang pelaku, sang arwah suami melalui sebuah medium, hingga seorang saksi mata. Masing-masing dengan versi yang berbeda-beda.

Thursday, August 11, 2011

Review: Super 8 (2011)

Plot: Sekelompok teman-teman sekolah di kota fiktif bernama Lillian di Ohio, Joe Lamb (Joel Courtney), Charles (Riley Griffiths), Preston (Zach Mills), Martin (Gabriel Basso), dan Cary (Ryan Lee) tengah mempersiapkan film amatiran mereka untuk diikutsertakan dalam sebuah kompetisi. Agar lebih menarik, Charles, sang sutradara, memutuskan untuk meng-hire Alice (Elle Fanning) untuk memerankan salah satu karakter tambahan dalam filmnya. Joe sebenernya sudah agak lama suka dengan Alice, tetapi sayangnya ada masalah internal akibat tragedi mengharukan antara ayah mereka masing-masing. Ketika mereka sedang mengambil gambar di sebuah stasiun di malam hari, sebuah kereta lewat dan tiba-tiba terjadi sebuah kecelakan mematikan yang hampir memakan nyawa mereka semua. Tanpa mereka sadari, ternyata ada misteri dibalik apa yang diangkut oleh kereta tersebut. Sebuah rahasia militer Amerika yang ternyata tertangkap oleh kamera super 8 milik mereka.

Saturday, July 30, 2011

Review: Harry Potter and the Deathly Hallows part 2 (2011)

Plot: Waktu akhirnya datang untuk the chosen one, Harry Potter (Daniel Radcliffe) berhadapan dengan musuh besarnya, Lord Voldemort (Ralph Fiennes). Tetapi sebelum itu, bersama rekannya Hermione Granger (Emma Watson) dan Ron Weasley (Rupert Grint), perjalanan memburu horcrux, sebagian jiwa Voldemort, haruslah terpenuhi terlebih dahulu. Berawal dari memasuki Gringotts, hingga kemudian kembali ke satu-satunya tempat yang ia cintai, sekolah sihir Hogwarts. Dalam seri terakhirnya ini, Harry Potter harus menerima kenyataan bahwa dalam pertempuran mematikan ini nyawa adalah bayarannya. Bukan saja dirinya yang terancam, tetapi orang-orang di sekitarnya yang ia cintai. Ketika rekan-rekannya mulai berjatuhan, pilar dan batu yang membangun sekolahnya itu mulai rubuh, rahasia mulai terungkap, Harry menyadari bahwa hanya dirinya lah yang harus menumbangkan sang Dark Lord, sebelum lebih banyak lagi korban pertumpahan darah tersebut.

Monday, June 13, 2011

Quick Reviews pt. 3: Horrors and comedies in the early of 2011

Di tahun lalu, dengan banyaknya early preview yang membuat ngiler untuk film-film 2011, tidak pernah akan menyangka bahwa kasus pajak yang menimpa dunia perbioskopan Indonesia membuat tahun ini menjadi sangat sangat sangat gersang oleh film. Beberapa film-film awal tahun (trimester awal) yang walaupun tidak seheboh Summer tapi kadang terbukti mampu melahirkan film-film berkualitas (ehm contohnya adalah Zodiac di tahun 2007 dan tahun lalu ada How to Train Your Dragon). Tahun ini terbukti juga dengan hadirnya Source Code yang bagai oasis di tengah minimnya film Hollywood di Indonesia. Film-film dibawah ini adalah 4 film yang sepertinya sangat berpotensi masuk bioskop Indonesia awal tahun lalu, mengingat genre yang dibawakannya (horror dan comedy) adalah genre yang sepertinya sangat mudah mendulang sukses. Salah satu film ini sudah berhasil melewati rintangan dan akhirnya rilis juga (Scre4m) yang satu masih menunggu (Insidious), yang lain (Paul dan Rio), well... sudah tersedia dalam bentuk yang lebih fleksibel (baca: dvd dan download-an).

Saturday, June 11, 2011

Review: Akira (1988)

Plot: Jepang, tahun 2019, 31 tahun setelah ledakan nuklir di Tokyo yang menghantarkan dunia kepada 'Perang'nya yang ketiga. Dalam sebuah alternate reality ini, tepatnya di kota Neo-Tokyo, teroris dan kekerasan antar geng merajalela. Seorang remaja bernama Kaneda (Mitsuo Iwata) dan teman-teman geng motornya di suatu malam terlibat sebuah perseteruan dengan geng motor lainnya. Di tengah kejar-kejaran tersebut, Tetsuo (Nozomu Sasaki), teman baik Kaneda secara tidak sengaja berpapasan dengan seorang anak kecil dengan fisik yang sedikit ganjil, membuatnya terjatuh dari motornya. Apa yang kemudian terjadi adalah pasukan pemerintah tiba-tiba menculik Tetsuo dan melakukan eksperimen pada dirinya. Eksprerimen tersebut berhasil mengeluarkan kekuatan luar biasa yang terpendam dalam diri Tetsuo. Kaneda, dibantu dengan sekelompok anti-government berusaha untuk menghentikan Tetsuo, yang kini sudah hilang kendali, sebelum ia membangkitkan kembali sosok bernama 'Akira', yang disebut-sebut sebagai penyebab ledakan nuklir 31 tahun yang lalu.

Sunday, May 22, 2011

Review: Source Code (2011)

Plot: Seorang pria tiba-tiba terbangun di sebuah kereta yang sedang berjalan. Di depannya, seorang wanita bernama Christina (Michelle Monaghan) terus saja memanggilnya dengan nama Sean. Hal yang membingungkan bagi Colter Stevens (Jake Gyllenhaal). Dan tiba-tiba saja, sebuah ledakan dalam kereta membawanya ke sebuah ruangan sempit, seperti sebuah simulator dan muncullah seorang wanita dalam layar yang bernama Colleen Goodwin (Vera Farmiga). Usut punya usut, Stevens yang aslinya adalah seorang pilot yang sedang bertugas di Afghanistan sedang dalam sebuah program bernama 'source code'. Dimana ia 'merasuki' tubuh seorang civilian, guru bernama Sean, selama 8 menit terakhir kehidupannya untuk menginvestigasi ledakan bom dalam kereta tersebut, sebuah awal dari ancaman teroris yang akan terjadi lagi beberapa jam ke depan. Stevens harus menemukan jawaban dimana dan siapa kah dibalik tindakan tersebut sebelum bom nuklir yang lebih besar kembali diledakkan.

Wednesday, May 11, 2011

Quick Reviews pt. 2: Mysteries continued

Sepertinya tidak bosen-bosennya gw dengan istilah, 'so many movies, so little time', yang berlanjut pada 'so many movies watched, so little time to review them one by one'. Kesibukkan akhir-akhir ini membuat frekuensi gw menonton film jadi agak lebih berkurang, apalagi membuat review. Film-film dibawah ini beberapa gw tonton sudah agak lama, yang lain hanya ditonton pada saat weekend (baca: istirahat). Film-film dengan genre mystery pun masih tetap menemani playlist gw beberapa minggu belakangan. Dalam post ini, ada dua buah film dari sutradara legendaris Hitchcock, lalu juga gak kalah legendarisnya, Roman Polanski, serta satu lagi sutradara dari Belanda dengan thrillernya yang lumayan mencengangkan.

Saturday, April 23, 2011

Review: 12 Angry Men (1957)

Plot: Dua belas orang asing dipertemukan dan dipekerjakan dalam satu kesempatan; menjadi juri sebuah sidang pembunuhan seorang ayah dengan tersangka anak laki-lakinya sendiri. Ketika hampir seluruh fakta menunjukkan bahwa anak tersebut bersalah, salah seorang juri (Henry Fonda) masih merasa ada yang janggal dalam kasus tersebut. Ketentuan hukum untuk mendakwa seseorang bersalah atau tidak adalah adanya keputusan unanimous (bulat) dari seluruh juri, yang berarti jumlah voting harus 12 lawan 0. Ketika hanya seorang yang menyatakan bahwa anak tersebut tidak bersalah (at least belum yakin dan ada reasonable doubt dalam dirinya), jelas membuat juri-juri lainnya marah karena mereka merasa kasus dan pelakunya sudah jelas. Tetapi setelah mereka berargumen, mulailah satu-persatu sadar bahwa kasus ini tidak se-transparan yang mereka kira.