Friday, August 31, 2012

Head-to-head: Jeff, Who Lives at Home (2012) & The Five-Year Engagement (2012)

Kalau anda adalah penonton setia serial tv How I Met Your Mother, pasti tidak asing lagi dengan nama Jason Segel, pemeran karakter Marshal Eriksen. Sebelum How I Met.., Segel sudah mulai dikenal lewat perannya di tv series Judd Apatow, Freaks and Geeks, bersama James Franco yang sayangnya hanya bertahan 1 season. Setelah hanya menjadi pemeran-pemeran pembantu saja dalam layar lebar, Segel mulai lebih dikenal publik luas lewat peran utamanya di Forgetting Sarah Marshall (2008), yang dalam film tersebut ia sempat memamerkan tubuh polosnya. Pada Head-to-head kali ini, saya akan mengulas 2 film yang ia bintangi yang sama-sama rilis di tahun 2012 ini.


First up, we have....


Jeff, Who Lives at Home (2012)
Comedy | Rated R for language including sexual references and some drug use | Cast: Jason Segel, Ed Helms,Susan Sarandon,Judy Greer, Rae Dawn Chong | Screenplay by: Jay Duplass, Mark Duplass| Directed by: Jay Duplass, Mark Duplass
Plot: Walaupun umurnya sudah masuk kepala-3, Jeff (Jason Segel) masih nyaman tinggal di basement rumah ibunya, Sharon (Susan Sarandon). Kakaknya, Pat (Ed Helms) yang sudah menikah, memiliki masalah dengan sang istri, Linda (Judy Greer). Jeff yang terinspirasi oleh film Signs (Shyamalan, 2002), mulai 'berpetualang' setelah dirinya mendapat sebuah telepon salah sambung yang ia yakini adalah sebuah petunjuk akan takdirnya.

Quick Review: Jeff, Who Lives at Home adalah film yang ditulis dan disutradarai oleh dua bersaudara Jay dan Mark Duplass. Mereka sebelumnya pernah menghasilkan beberapa film bersama, salah satunya Cyrus (2010) yang dibintangi oleh John C. Reilly dan Jonah Hill. Jeff Who Lives ini disebut-sebut sebagai salah satu genre film mumblecore, genre yang awalnya adalah film-film independent low-budget dengan aktor-aktor amatir dan dialog yang natural. Walaupun dalam film ini, aktor-aktor yang dipakai oleh Duplass bros sudah lumayan well-known. Jeff Who Lives.. bisa dibilang berjalan nyaris tanpa konflik yang besar. Setiap karakter memiliki masalahnya sendiri-sendiri, dimana masalahnya pun sepertinya sepele. Jeff dengan obsesinya dengan orang bernama 'Kevin', Pat yang menduga istrinya selingkuh serta Sharon dengan secret admirer-nya. Masalah-masalah tersebut ternyata akan membawa perubahan pada pribadi masing-masing. Sayangnya, bagi saya eksekusi terhadap masalah-masalah yang mereka hadapi terlalu awkward. Terlebih lagi, terasa begitu staged dan bagi saya terasa dibuat-buat. Sebagai film komedi, film ini tidak begitu menawarkan comedic moment yang spesial. Walaupun sebenarnya, kelemahannya ini sebenarnya juga menunjukkan atmosfir real-life yang ingin diusungnya, tetapi sebagai film komedi, film ini tidak berhasil memberikan punchline yang signifikan, membuat film ini agak hambar bagi saya. 

Film ini sebenarnya memiliki isu yang begitu menarik untuk diangkat; tentang hubungan bromance antara Jeff dan Pat, dua kakak beradik yang selama ini bertolak belakang dan jarang berinteraksi; tentang hubungan suami istri yang monoton dan kurang berkomunikasi; atau tentang midlife crisis yang dialami oleh Sharon, terjebak dalam karir yang membuatnya melupakan mimpi-mimpi di masa mudanya. Tapi itu tadi, sayangnya film ini tidak mengeksplor hal-hal tersebut lebih dalam. It feels like they just dipped their toes into the water, not swimming freely in it. Atau mungkin saya saja ya yang kurang begitu tertarik dan belum begitu terbiasa dengan genre mumblecore ini. Memang Jeff, Who Lives.. ini tidak jelek-jelek banget sih. Ada beberapa scene yang cukup menghibur dan masih membuat saya tahan menonton hingga akhir yang untungnya ditutup dengan manis. Endingnya, yang walaupun terasa sedikit over-fabricated dan terlalu kebetulan, bagi saya cukup efektif untuk memberikan heartfelt moment pada sebuah keluarga yang nyaris dysfunctional ini untuk memiliki moment intim yang menyentuh. Endingnya yang hangat dan mengharukan ini yang membuat saya memberikan nilai plus untuk film ini.


————versus————


The Five-Year Engagement (2012)
Comedy, Romance | Rated R for sexual content, and language throughout | Cast: Jason Segel, Emily Blunt, Chris Pratt, Alison Brie, Rhys Ifans, Jim Piddock, Jacki Weaver, Kevin Hart, Mindy Kaling, Randall Park| Screenplay by:  Jason Segel, Nicholas Stoller| Directed by: Nicholas Stoller
Plot: Walaupun baru setahun bersama, Tom Solomon (Jason Segel) dan Violet Barnes (Emily Blunt) memutuskan untuk bertunangan dan menikah. Tetapi setelah mereka bertunangan, rencana mereka untuk menikah selalu mendapat halangan, mulai dari hamilnya adik Violet, Suzie (Alison Brie) hingga program doktorat Violet yang berada di luar kota.

Quick Review:  Untuk yang kedua kalinya, Jason Segel dan Nicholas Stroller dipertemukan dalam film The Five-Year Engagement setelah sebelumnya mereka bekerja sama dalam film Forgetting Sarah Marshall. Apa yang pertama kali membuat saya tertarik dengan film ini adalah how hilarious this film was. Ya, memang tidak sampai membuat saya terbahak-bahak keras sih, tetapi film ini menurut saya memiliki beberapa momen yang mampu membuat saya tertawa dengan humor yang cukup cerdas. Tetapi yang membuat saya menjadi lebih suka dengan film ini adalah betapa dalamnya film ini. Memang sekilas film ini tidak begitu menawarkan plot yang benar-benar baru dalam genre ini, tetapi lewat naskah polesan Stoller dan Segel, film ini terasa begitu 'dewasa'. Maksudnya adalah film ini tidak begitu mendramatisir masalah-masalah yang dihadapi oleh Tom dan Violet dan bahkan tidak memiliki momen-momen cengeng. Masalah yang mereka hadapi juga bukan masalah asal-asalan, tetapi masalah "kecil" yang sepertinya sering terjadi dalam kehidupan nyata. Bagaimana sebagai sepasang kekasih untuk bisa saling mengerti keadaan masing-masing, bagaimana dalam setiap hubungan harus ada yang mengalah dan harus ada yang dikorbankan serta bagaimana sebuah hubungan itu tidak akan pernah mulus-mulus saja. A great relationship is not the one without problems, but the one where both ends can manage to deal with all of their problems together. #eaaa

Salah satu kekurangan film ini malah jatuh di durasinya yang kelewat panjang. Dengan durasi 2 jam, film ini memiliki beberapa adegan yang kurang penting atau terlalu diulur-ulur. Also, this film was filled with hits-and-misses. Beberapa 'hit' sukses memberikan comedic moments yang tepat sasaran, tetapi film ini juga memiliki joke-joke yang terasa cringe-worthy dan terlalu dipaksakan. Dan jujur saja, di awal-awal saya tidak begitu convinced dengan chemistry antara Jason Segel dan Emily Bluth. Untungnya, seiring berjalannya film, saya dapat mengapresiasi this sweet couple dan merasa mereka benar-benar butuh sebuah happy ending, after all they've been through. Untungnya pula beberapa kelemahan tersebut tidak begitu sebanding dengan kelebihan film ini yang sebelumnya telah saya tuangkan di atas. This film is just too sweet. Jason Segel memiliki peran yang sepertinya tidak begitu berbeda dengan peran-perannya di film yang lain. Sedangkan Emily Blunt terlihat begitu santai dan enjoy dengan karakternya. Yang mencuri perhatian malah beberapa pemeran pendukungnya, seperti Suzie dan suaminya yang sekaligus sahabat baik Tom, Alex (Chris Pratt), hingga peran-peran kecil seperti chef Sally (Laura Weedman) atau teman-teman kuliah Violet, Doug (Kevin Hart), Vanetha (Mindy Kaling) serta Ming (Randall Park). 


So the verdict is....

Well, let's face it, Jason Segel is probably not among the best actors of his generation. Tetapi itu tidak membuatnya bisa dipandang sebelah mata. Segel bagi saya memiliki taste comedy yang cukup baik, terlihat dengan beberapa skrip yang ditulisnya (termasuk The Five-Year Engagement). Jason Segel juga bagi saya memiliki karisma tersendiri, ada sense of 'awkwardness' yang spesial (in a good way) dalam dirinya, yang menjadi sebuah hal yang unik. Sebagai penikmat serial How I Met Your Mother, sulit bagi saya untuk melihat Jason Segel di luar perannya sebagai Marshal. Karakter-karakter yang ia perankan dalam film-film layar lebarnya sebenarnya pun tidak jauh berbeda dengan karakter Marshall. There's a bit of Marshall in each of his characters on the large screen. Baik Jeff serta Tom, keduanya bagi saya adalah peran yang cukup 'aman' untuk dimainkan oleh Segel.

Well, I think it's not really fair to judge this two films together. Yang satu adalah sebuah drama agak depressing yang satunya lagi rom-com. But these two films do have a few similarities. Mungkin lewat quick reviews di atas sudah bisa diprediksi yang mana yang lebih saya suka. Jeff, Who Lives at Home bagi saya adalah film yang flat yang sayangnya tidak begitu berhasil mendalami masalah-masalah yang diangkat, sedangkan The Five-Year Engagement adalah sebuh romcom jenaka yang surprisingly memiliki kedewasaan dalam bercerita. Jeff Who Lives memang bukanlah film jelek, ada beberapa kelebihan yang dimiliki film ini (termasuk endingnya yang heartwarming), tetapi mungkin kurang begitu connect dengan saya. The Five-Year Engagement juga bukan lah sebuah masterpiece karena memiliki beberapa kekurangan yang agak mengganggu. But if they just cut the unnecessary scenes and throw away the cringe-worthyness, The Five Year Engagement might be one of the best romcom I've seen in years. So, Segel, Blunt, Stoller and friends, you have the cake this time!

Jeff, Who Lives at Home =

The Five-Year Engagement =

No comments:

Post a Comment