Sunday, June 28, 2009

Amelia & The Last Airbender (TRAILERS)

Gw dulu sempet penasaran banget sama salah satu misteri yang sampai saat ini belum terpecahkan; Apa yang terjadi dengan Amelia Earhart? Earhart adalah pilot wanita pertama di dunia yang berhasil terbang solo mengarungi Samudera Atlantik. Dalam usahanya mengelilingi dunia di tahun 1937, pesawat nya hilang di sekitar Howland Island, Samudera Pasifik. Keberadaan Earhart (dan rekannya, Fred Noonan) sampai saat ini masih berupa tanda tanya besar, walaupun Earhart udah dinyatakan meninggal di tahun 1939.

Di tahun 2009 ini, akan dirilis film mengenai Earhart, dengan judul 'Amelia'. Dimainkan oleh Hillary Swank, Richard Gere & Ewan McGreggor dan disutradarai oleh Mira Nair. Dari trailer dibawah, sepertinya film ini bisa bicara besar diajang Academy Awards taun depan. Siapa tau....


Dan yang kedua ini ada trailernya 'The Last Airbender', film adaptasi dari serial kartun Avatar: The Last Airbender. Mungkin judul filmnya gak pake embel2 Avatar supaya ngebedain sama Avatar versinya James Cameron. Sebenernya gw bukan penikmat serial animasi Avatar, cuman yang bikin penasaran adalah sutradaranya, M. Night Shyamalan. Sutradara yang sempet gw idolakan itu belakangan ini sangat anjlok prestasinya. Film ini mungkin film pertamanya tanpa memakai cerita asli karangannya sendiri (walaupun ia turut membantu membuat screenplay nya).

Tuesday, June 23, 2009

"I'm sick of these clowns! Sick of them!"

The Class (2008) atau Entre Les Murs adalah film Perancis peraih Palme D'Or di Festival Film Cannes taun 2008 lalu. Film ini bercerita tentang interaksi antara guru bahasa Perancis, François (François Bégaudeau) dengan murid-muridnya yang berbeda ras selama setahun di sebuah public school di daerah Perancis.

Things I noticed...
  1. Lagi2 gw harus membandingkannya dengan salah satu film favorit gw; Freedom Writers. Dari tema, cerita dan karakter2nya sangat mirip (ga terlalu jg sih hahaha)
  2. Dibandingkan dengan Freedom Writers, The Class lebih real. Lebih nyata. Beginilah sebenernya susahnya jadi guru dengan murid2 yg amat sangat banyak mau nya. Tingkah murid2 film ini sangat tipikal dalam keseharian di sekolah2 kebanyakan. Beberapa malah sering gw & teman2 gw lakukan haha. Walaupun ada beberapa yg ekstrim disini.
  3. Cerita film ini bagus banget dan sangat amat inspiring serta penuh pesan.
  4. Film ini memang sangat simple dan hanya bersetting di sekolah, mostly in class (d'oh). Tapi film ini sama sekali tidak bikin bosen, malah seru banget buat ditonton.
  5. God, the students were totally totally irritating!!!! Especially the ones named Khoumba (?) and Esmeralda. Mereka berdua seneng banget adu mulut sama François dengan hal2 yang ga penting, contohnya pemilihan nama buat contoh kalimat!
  6. Kalo bisa mengkritik, sebenernya François menurut gw sendiri bisa dibilang bukan terlalu baik dalam menangani murid2nya. Ya, memang dia sabar. Tapi dia mau aja ngeladenin murid2nya kalo udah diajak melanglang buana dengan topik2 diluar pelajaran. Itu memang kelebihan film ini, tidak memihak kepada siapa2, tidak ada yang sempurna.
  7. Akting dalam film ini top!! Hampir semua pemain memainkan dirinya sendiri. Itu membuat gw tambah suka sama akting dalam film ini. Sedikit subjective, yang jadi Louise cantik banget gila!!!
So, the conclusion...
Sebuah film yang recommended banget. Sebuah potret kelas yang sangat nyata. Ceritanya bagus dan akting2nya oke. Memang bagi yang nonton suka rada bingung gara2 bahasa Perancis yang cepet banget (ya, gw rada pusing hahaha) dan juga ngeselin banget tuh murid2nya!! Gregetan gw haha Tapi entah kenapa, personally, gw lebih suka Freedom Writers. Overall, The Class ini keren bgt dan wajib tonton!!

9/10

Saturday, June 20, 2009

"Run, for fuck's sake!!!"

Dead Snow (2009) atau Død Snø adalah film Norwegia yang bercerita tentang sekelompok medical students yang berpergian dalam Easter Holiday ke sebuah pondok terpencil di gunung bersalju. Pada malam pertama mereka menginap disana, mereka dikejutkan oleh datangnya seseorang yang menceritakan tentang sejarah tempat tersebut serta tentara-tentara Nazi yang dulu pernah bermukim disitu. Pada keesokan hari nya, teror kembali berlanjut dengan datangnya para tentara Nazi tersebut --dalam bentuk zombie.

Things I noticed...
  1. Menyaksikan premis maupun sinopsis film ini, otomatis membuat gw akan membandingkannya dengan Shaun of the Dead. Bedanya, dalam film ini, sisi komedi nya tidak sebanyak Shaun of the Dead. Jokes2 nya cuman sedikit, minim sekali. Ya, beberapa emang bisa bikin ketawa sih.
  2. GILA!! Sebenernya biasa aja sih. Pastilah film2 zombie biasanya bergelimpangan gore things, blood, dan disturbing images. Di film ini jumlahnya lumayan banyak. Beberapa cukup memorable (apakah original? gw ga tau), 'fresh' (can't believe I used that word) dan err... agak kocak. Beberapa biasa aja. Kenapa kocak? Dalam satu adegan terdapat salah satu karakter terjatuh ke jurang, tetapi akhirnya ia berpegangan oleh usus (ya, usus) zombie yang maksudnya jadi tali. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya. Yang ga kuat, mending ga usah nonton.
  3. Zombie dalam film ini agak sedikit tidak lazim. Lebih 'manusiawi' & 'terorganisir'. Tetep immortal sih haha
  4. Ceritanya lumayan bagus. Tapi di awal2 agak bosen, dan kesannya terlalu lama. Baru seru mungkin ya setelah zombie2 berdatangan.
  5. The scenery was beautiful!!! Parraaaah pegunungan salju nya seger bgt.
  6. Have I told you about the disturbing and disgusting scenes? Yes I have. Dan gw akan memperingatkan sekali lagi. Tidak se-brutal Hostel memang, tapi tetep aja sadis.
So, the conclusion...
Boleh lah ditonton, sebagai penghibur. What I meant as 'penghibur' hanya untuk orang2 yg gak gampang mual. Beneran, film ini banyak adegan2 sadis. Dari segi cerita, gw suka sih, keren juga menggabungkan Zombie dengan Nazi. Yah tipikal film2 zombie lah. Tapi ga begitu bagus2 banget sih. Terserah mau nonton atau dilewatin.

5/10

Friday, June 19, 2009

"Come and see.."

The Horsemen (2009) bercerita tentang Aidan Breslin (Dennis Quaid) seorang detektif yang yang sedang menyelidiki kasus yang diduga keras memiliki hubungan dengan kisah 4 Horsemen of the Apocalypse. Dimana korban-korban pembunuhan tersebut di gantung dengan hook2, serta di tortured sedemikian rupa.

Things I noticed...
  1. Post ini adalah hanya untuk meng-update blog saja.
  2. Film ini dari segi cerita maupun atmosfir terlihat ingin mengikuti Se7en. Tapi sayang nya gagal total! Serius, film ini menurut gw bosen bangeeeet!!!
  3. Dialog2nya beberapa (sangat) aneh + konyol, blom lagi hal2 yang sepertinya ga masuk akal.
  4. Too much of cliche things = boring.
  5. The gory parts were acceptable. Yes, some of it were disgusting and not eye-friendly but its not that bad.
  6. Twist dalam film ini sebenernya sedikit gampang ditebak. Dan sebenernya inti dari film ini hanya berada di ending. Di awal2 sama sekali ga berguna, ga ada maksud yang jelas.
  7. Gak ada satu pun dari aktor dalam film ini yang berakting bagus (ya at least sebagai penyeimbang lah). Ziyi Zhang aja aneh gitu, tapi lumayan lah di beberapa scene. Logat Asia nya masih kental nih, padahal di cerita nya kan diadopsi ama keluarga Amerika kurang lebih 10taun. Terus kenapa tokohnya harus orang Asia juga ga jelas kenapa.
So, the conlusion...
Just skip it. There are still more good thrillers out there. This one stinks. Well it's not that crap tho, but still, its boring and less entertaining. The acting was, well... okay. The story (eventhough they're trying too hard) was okay too. But too many cliche things & stupid dialogs. Again my advise: skip it.

4,8/10

Tuesday, June 16, 2009

They caught my eyes pt.7

Cast: Paul Giamatti, David Strathairn, Emily Watson
Directed by: Sophie Barthes
August 2009 (limited)

We Believe
(documenter)
Directed by: John Scheinfeld
TBD