Tuesday, June 5, 2012

Review: It's a Wonderful Life (1946)

Plot: George Bailey (James Stewart) adalah seorang businessman yang bergerak pada bisnis peminjaman uang yang ia teruskan dari ayahnya. George adalah seorang yang selalu mengalah demi kepentingan orang banyak. Akibat sebuah ketidaksengajaan yang membuatnya kehilangan uang investor, dirinya mungkin akan bangkrut dan di tangkap polisi, meninggalkan istrinya, Mary (Donna Reed) dan keempat anaknya. Ketika ia berusaha untuk bunuh diri, seorang malaikat bernama Clarence (Henry Travers) datang dan menunjukkan padanya bagaimana jadinya hidup orang-orang terdekatnya jika ia tidak pernah lahir.

Review: Saya pernah membaca pada sebuah artikel yang menyebutkan bahwa It's a Wonderful Life adalah film yang paling sering ditayangkan di Amerika Serikat pada saat hari Natal tiap tahunnya. Sebagai film dengan status classic, film ini ternyata tidak begitu mendapatkan profit besar pada saat penayangannya, bahkan cenderung flop. Film yang disutradarai oleh Frank Capra ini menjadi film pertamanya pasca Perang Dunia II. Capra sebelumnya sudah dikenal oleh publik Amerika lewat You Can't Take It With You (1938), Mr. Deeds Goes to Town (1936) serta It Happened One Night (baru saya bahas, salah satu dari hanya 3 film yang meraih 5 major categories di Academy Awards), among others. Film ini sepertinya kalah pamor dengan The Best Years of Our Lives, yang menjadi film terlaris serta menggondol 7 piala Oscar, termasuk Best Picture, di tahun tersebut. Back to Wonderful Life. James Stewart, as always, bermain dengan begitu baik dalam film yang ia katakan sebagai salah satu film favoritnya ini. Bercerita tentang seorang yang selalu mengalah 'for the greater good', membuatnya sering membuang mimpi-mimpinya. Dan ketika ia merasa bahwa dirinya mencapai rock bottom, ia tiba-tiba memiliki niat untuk bunuh diri. Then, an angel came along untuk menyadarkannya. Have to say, walaupun itu premis utamanya, hampir 2/3 film ini akan lebih berfokus pada kehidupan George dari kecil hingga dewasa. So, it's not really like A Christmas Carol.

Apa sih kebahagiaan itu? Apa yang membuat kita merasa bahwa hidup kita itu 'wonderful'? Apakah dapat dicapai ketika semua mimpi yang kita inginkan terwujud? Atau menjadi orang terkaya di kota, negara atau pun dunia? Ini sebenarnya salah satu inti yang ingin di-highlight dari film ini. Dibandingkan dengan judulnya, kisah hidup seorang George Bailey ternyata tidak semulus dan se-wonderful yang ia inginkan. Dari kecil kita bisa menilai bahwa George adalah seorang yang selfless. Ia adalah seorang yang selalu menempatkan kepentingan orang lain sebelum kepentingannya sendiri. Impiannya untuk keliling dunia terpaksa ia tinggalkan karena ia harus membantu ayahnya dalam bisnis peminjaman uang. Impiannya untuk masuk perguruan tinggi pun juga terhenti akibat kematian ayahnya yang mendadak, membuatnya harus menggantikan posisi ayahnya di tempat kerjanya, karena ia tidak ingin rakyat Bedford Falls harus mengemis pada lintah darat kejam, Mr Potter (Lionel Barrymore). Sampai-sampai ketika ia hendak melangsungkan honeymoon dengan Mary, uang yang ia harusnya ia pakai, ia bagikan kepada para client ketika terjadi krisis di bank. It's a Wonderful Life memang terdengar klise. Ada seorang protagonis baik hati yang memiliki nasib sial dan menderita, lalu antagonis yang kejam dan tidak peduli dengan orang lain, serta (sorry to spoil it) surprise, surprise, we get ourselves a happy ending. Belum lagi munculnya seorang 'guardian angel' yang mungkin bagi sebagian orang adalah hal yang cukup aneh. But actually what can we do about it, it's a family slash fantasy film.

Tapi apakah hal-hal tersebut membuat film ini menjadi buruk? Hell no. Walaupun terllihat begitu tradisional, saya bisa merasakan kehangatan yang terpancarkan dari film ini. Biar lah banyak adegan-adegan corny, cheesy atau klise, for that matter.  Bagi saya, Frank Capra berhasil memberikan sebuah drama humanis yang begitu memberikan efek yang luar biasa dalam ketika saya selesai menontonnya. Saya tidak peduli apakah film ini terlalu simple atau klise. Saya suka dengan begitu banyak emosi yang tersalurkan ketika saya menonton film ini. Filled with humor, drama, romance, thrill and even fantasy.  Film ini ingin berpesan bahwa kalau Anda berbuat baik kepada seseorang, pasti akan dibalas dengan perbuatan baik pula. Ya setidaknya itu yang kita harapkan, yes? It's something that we have to believe, walaupun kita mungkin perlu waktu yang cukup lama untuk memetik hasilnya. Lalu, salah satu hal yang mungkin terluput dari kita adalah: sometimes we don't realize how our own simple act can make a big difference in others.  Karena dari hal-hal kecil itu lah yang lama-lama akan menjadi bukit. Ya kalo mengacu pada realita jaman sekarang yang sepertinya makin hari makin kacau, entah mengapa pesan-pesan tersebut agak terdengar naif. Tetapi mengingat kata-kata Agent Coulson dalam film The Avengers, 'With everything that's happening, the things that are about to come to light, people might just need a little old fashioned.' And yes the world needs someone like George Bailey. Lots and lots of George Baileys. *OOT dikit*

Overview: Yes it's cliche. Yes it has some cheesy moments, but once you get to the end, you'll find out how beautiful this film is. Berkat penyutradaraan dari Capra dan performa apik dari James Stewart, kita seperti masuk dan dapat merasakan kehidupan seorang George Bailey and we'll be rooting for his happiness till the end. It's old-fashioned dan mungkin sekilas terasa naif, tapi bagi saya film seperti ini lah yang mengingatkan saya mengapa saya mencintai film. The warmth and hope which are being displayed here really inspired me. Dan selalu ingat, whenever you feel sad or down, take a good look at your life, your family, your friends, all the things that you have and all of your surroundings. Then, you'll realize, it's a wonderful life after all. Cheers!

Click image to see Rating's Guide
It's a Wonderful Life (1946) | Drama, Family, Fantasy, Romance | Cast: Cast: James Stewart, Donna Reed, Lionel Barrymore, Thomas Mitchell, Henry Travers, Beulah Bondi, Frank Faylen, Ward Bond, Gloria Grahame, H. B. Warner, Todd Karns | Screenplay by: Frances Goodrich, Albert Hackett, Jo Swerling, Frank Capra | Directed by: Frank Capra

4 comments:

  1. "let's go GABRIEL" "CLARENCE"..thank you for the review bro..made me know this movie..and my oh my..i love everything about it..the message, the romance and also the comedy..i don't find a chessy things at all..btw..mary hatch kok sekilas mirip ama helena bonham carter yak hihi...

    ReplyDelete
  2. You're welcome, senang bisa memperkenalkan film bagus ini :) haha iya kadang sekilas mirip!

    ReplyDelete
  3. Loh ternyata kamu muridnya Novroz. Blognya ok juga nih.. Udah lama juga pengen nonton It's A wonderful Life, atau film2 Capra yang lain. Nice to know you :)

    ReplyDelete
  4. Iya :) sebenernya gak murid langsung sih soalnya gak pernah diajar hehe anyway thank you mbak :)

    ReplyDelete