
Review: Tahun ini, 2011, mungkin menjadi tahun dimana gw pertama kalinya menonton film-film dari 2 sutradara (yang katanya) legendaris di ranah film-film arthouse. Setelah sebelumnya menyicip cita rasa bikinan om Terrence Malick lewat The Tree of Life, sekarang giliran om Lars von Trier asal Denmark. Gw sendiri baru ngeh dengan nama Trier 2 tahun yang lalu lewat filmnya Antichrist yang cukup menghebohkan. Karena kekurangan nyali dan niat, sampe sekarang pun belum sempet nyentuh Antichrist. Menurut beberapa artikel yang gw baca, Trier ini hobi banget membuat karakter sentral dalam film-filmnya mendapatkan penyiksaan, entah lahir ataupun batin, terutama karakter perempuan. Tetapi mungkin menjadi sebuah berkah juga, Trier dengan film-filmnya sudah 3x terhitung membawa aktris utamanya meraih penghargaan Best Actress di festival film paling bergengsi di dunia, Cannes Film Festival. Setelah Bjork lewat Dancer in the Dark di tahun 2001, kemudian Charlotte Gainsbourg lewat Antichrist di tahun 2009, kemudian lewat Melancholia di tahun 2011 ini, Kirsten Dunst yang mendapat giliran. FYI, dalam film ini, Dunst kembali tampil berani dengan menunjukkan tubuh polosnya di layar. Untungnya bukan karena itu ia menang Best Actress, karena aktingnya dalam film ini sangat baik.
Melancholia dibuka dengan sebuah sepotong-sepotong gambar yang sepertinya lebih menyerupai fantasi atau gambaran versi 'dreamy' dari apa yang akan dirasakan oleh karakter-karakter dalam film ini ketika fim ini akan menuju endingnya. Dari awal film pula sudah ditampilkan bahwa planet bernama Melancholia tersebut kemudian akan menabrak dan menghancurkan bumi. Trier, dalam sebuah wawancara, memang mengungkapkan bahwa dirinya memang sengaja memberikan sebuah 'spoiler' kalau pada akhir film, bumi akan hancur ketika Melancholia menabraknya. Trier menjelaskan bahwa ia tidak ingin membuat penonton terlalu terpaku dengan pertanyaan tentang nasib bumi di akhir film, karena toh Trier memfokuskan film ini pada studi karakter mengenai bagaimana seseorang menghadapi depresi dan bencana. Nah, dari sequence pendek itu, Melancholia kemudian akan terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berjudul 'Justine', sesuai dengan nama karakter yang diperankan Dunst. Chapter ini bercerita di hari pernikahan Justine dengan Michael. Di hari yang seharusnya membahagiakan itu nyatanya malah berujung depresif diakibatkan karakter Justine yang sepertinya memang memiliki banyak pikiran tentang masa depannya. Chapter kedua berjudul Claire. Claire sendiri adalah kakak dari Justine, diperankan oleh Charlotte Gainsbourg. Pada chapter ini, berada beberapa minggu setelah pernikahan, saat Justine udah bener-bener depresi. Sedangkan Claire juga lama-lama panik setelah planet Melancholia yang makin lama diberitakan makin mendekat.

Berbicara mengenai akting, Kirsten Dunst yang tampil berani ini menunjukkan emosi dan ekspresi yang pas untuk orang yang lagi 'lost'. Begitu pula dengan Charlotte Gainsbourg yang gw bilang agak sedikit lebih baik dibanding Dunst, IMO. Tetapi mau bagaimana pun bagus akting Kirsten Dunst ataupun Charlotte Gainsbourg, gw tetep paling surprise sama penampilan Alexander Skarsgård. Selama ini gw hanya mengenalnya sebagai Erik, seorang vampir berdarah dingin dan fierce di tv series True Blood. Disini ia yang memerankan Michael, tunangan Justine, terlihat sedikit goofy dan kalem. Beda banget jadinya. Kalo melihat hal teknisnya sih, gw paling suka bagian cinematography-nya. Dari adegan awal pula, kita bisa menebak bahwa Melancholia akan dipenuhi oleh gambar-gambar artistik. Dan bagi gw, memang, cinematography nya adalah salah satu elemen terkuat dari film ini. Entah mengapa, gw suka melihat bagaimana Trier bersama sang cinematographer menangkap gambar-gambarnya. Efek handheld-nya pun walaupun kadang terasa memusingkan tapi membuat essence film ini terasa real. Juara deh pokoknya, salah satu cinematography terbaik tahun ini setelah Tree of Life. Kalo masalah musik sih, kebanyakan memakai lagu yang sama, dengan nada-nada yang lumayan eerie dan gloomy menambah pula atmosfir depresifnya. Paling suka dengan adegan akhirnya yang kalo bisa gw ungkapkan sebagai 'beautifully terrifying'.
Overview: I love the fact that this movie is also a science fiction. Walaupun penggambaran planet Melancholia tersebut hanyalah sebuah metafora, tetapi gw suka konsepnya. Gw lumayan suka dengan cara penyutradaraan Lars von Trier di film ini. Trier memberikan sentuhan yang cantik dalam bahasa gambar. Dengan tone yang gloomy, gambar-gambar keren dan teknik handheld yang lumayan oke, Melancholia sebenarnya memiliki potensi menjadi film terbaik tahun ini. Tetapi sayang, ada sedikit rasa 'kurang' dan 'berlebihan' yang gw tangkap dari film ini, mungkin terlalu lama dan terlalu terfokus pada beberapa hal aja serta sisipan metafor-metafor lainnya yang gw bingung. Tetapi dengan beberapa hal diatas yang udah gw sebutkan, ditambah dengan penampilan aktris dan aktor nya yang meyakinkan, menonton Melancholia menjadi agak lebih asik untuk dinikmati. Melancholia bukanlah film yang ringan untuk ditonton, tetapi tidaklah berat-berat juga. Film ini memang depresif, tetapi gak begitu gelap juga, toh film ini memang tentang orang-orang yang mengalami depresi dan paranoid kok. Long story short, Melancholia memiliki konsep yang bagus dengan sisi teknis yang gak kalah baik yang pada akhirnya sangatlah cukup untuk menutupi beberapa kekurangannya. Nice!
Melancholia (2011) | Drama, Sci-Fi | Rated R for some graphic nudity,sexual content and language | Kirsten Dunst, Charlotte Gainsbourg, Kiefer Sutherland, Alexander Skarsgård, Cameron Spurr, Charlotte Rampling, Stellan Skarsgård, Brady Corbet | Written and directed by: Lars von Trier
Belum nonton sih, tapi denger" ini filmnya dia yg paling waras & sopan. Jujur gw antara suka/benci sama karya"nya dia gara" terlalu depresif gitu nuansanya
ReplyDeletekarena ini film pertama yg gw tonton jadi kurang begitu tau sih hehe tapi emang dari yg gw denger/baca Trier sendiri bilang film ini terlalu 'cantik' hahaha
ReplyDeleteGw juga baru liat yg Dancer in the Dark sama Antichrist, tapi udah yakin kalau film" dia yg laen pasti sedpresif itu.
ReplyDeletesaya baru nonton film ini semalem saya suka banget filmnya cinematografynya juga cantik tapi kelam ,memang ini filmya tier yang paling sopan kayaknya .btw kayaknya tier suka banget bikin cwk2 depresi di filmnya ya
ReplyDeleteSeuju, lumayan suka sama alexander skarsgard disini, jujur pas part justine, gw kesel sama justine nya dan malah kasian sama si michael. Kata gw sih Melancholia depressing tapi in the calm mood. Tapi kok gw ngerasa si Dunst walaupun main bagus tapi gak se-wah yg orang2 omongin ya?? Keren sih, tapi kayaknya masih lebih soulful si Claire.
ReplyDelete@rizal: haha iya memang cinematography-nya juara!
ReplyDelete@daniel: haha kirsten dunst bagus meraninnya tapi emang menurut gw si charlotte agak lebih baik, sedikit hehe
Si Dunst aktingnya bagus banget pas bagian kedua. Justru bru tahu juga kalau Melancholia itu keadaan orang pas depresi berat sampai ga bisa ngapa-ngapain persis kaya si Dunst itu di bagian kedua.
ReplyDelete