Sunday, April 7, 2013

Review: Stoker (2013)

Plot: India Stoker harus merelakan kepergian ayahnya akibat kecelakaan mobil di ulang tahunnya yang ke-18. Ia dan sang ibu dikejutkan dengan kehadiran pamannya yang tak pernah ia tahu keberadaannya yang hendak tinggal bersama mereka untuk sementara waktu. Walaupun gelagat pamannya tersebut mencurigakan, Inda malah semakin lama semakin tertarik padanya.

Review: So, I had been waiting for this film for like over a year now. Dan setelah melihat sendiri debut penyutradaraan film berbahasa Inggris pertama untuk sutradara asal Korea Selatan ini, saya merasakan perasaan yang cukup campur aduk. Stoker adalah untuk kali pertama seorang Park Chan-wook membuat film berbahasa Inggris. Park sudah saya kenal sebelumnya lewat film Oldboy (2003) yang begitu brutal. Film-film lainnya termasuk Sympathy for Mr Vengeance (2002), I'm a Cyborg, but That's OK (2006), hingga Thirst (2009), among many others. Oldboy adalah salah satu film favorit saya, maka tentu saja sepak terjang Park di US menjadi hal yang saya tunggu-tunggu. Filmnya sendiri bercerita tentang India Stoker (Mia Wasikowska), seorang gadis yang cenderung gloomy dan anti sosial. Dibandingkan dengan ibunya, Evelyn (Nicole Kidman), India lebih sering menghabiskan waktu dengan sang ayah, Richard (Dermot Mulroney). Maka menjadi sebuah hal yang begitu menyedihkan baginya ketika sang ayah tiba-tiba meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil, terlebih lagi kejadian tersebut terjadi pada ulang tahun India yang ke-18. Tetapi kepedihannya tak memakan waktu lama ketika pamannya, Charlie (Matthew Goode), adik dari sang ayah, yang misterius tiba-tiba hadir ke dalam hidup mereka. 

Menonton Stoker itu memang agak sedikit memerlukan perjuangan. Di awal-awal film mungkin penonton awam akan sedikit dibuat 'menderita' ketika Park dengan perlahan membangun atmospheric tension yang tentunya bukan untuk semua moviegoer. Horror atmosfir ini sepertinya juga seperti sebuah blue print sebagian film-film horror Asia (saya teringat A Tale of Two Sisters ketika menonton film ini, not the story but the whole aura). Bagi saya sebuah horror yang mengandalkan kengerian lewat atmosfir menjadi sebuah nilai plus yang besar. Walaupun dalam Stoker, saya agak merasakan bahwa usaha Park agak terasa terlalu draggy. So it took a little bit longer for me to adjust. Serta menurut saya, Stoker memang memiliki gaya penceritaan dan dialog yang kurang kuat. Yaa mungkin kita dengan mudah dapat menemukan beberapa plot holes ketika menyaksikan film ini (tak perlu saya jabarkan, anda pasti bisa menemukan sendiri), begitu juga beberapa sub-plot yang tidak di-develop dengan baik dan terkesan kurang berguna. Twist yang dihadirkan dalam film ini mungkin sudah dapat ditebak dari awal menuju pertengahan film, ini yang membuat saya berfikir bahwa sebenarnya film ini tidak memiliki twist. Tetapi bagi saya, story-wise, ini menjadi sebuah film coming of age dan self-discovery yang cukup menarik. 

Film ini dengan baik memperlihatkan bagaimana seorang India menyikapi kehadiran seorang paman yang awalnya ia anggap sebagai annoyance, lama-kelamaan malah menemukan pesona dan kemiripan dalam diri sang Uncle Charlie. Bagi saya Uncle Charlie malah bisa menjadi sebuah metafora bagi India sebagai sebuah 'trigger' untuk menemukan jati dirinya yang asli, setelah menginjak umur akil balig serta kehilangan 'proteksi' dari sang ayah. India Stoker dengan sangat baik dimainkan oleh Mia Wasikowska yang sangat mengingatkan saya dengan Krystal Jung (look her up, you'll lol later). Dinamika kehidupan keluarga Stoker sendiri juga dipenuhi dengan sisi yang misterius (bisa dilihat dari banyaknya penggunaan cermin serta dialog yang diucapkan secara offscreen). Setiap karakter seperti memiliki hidden agenda masing-masing. Evelyn yang diperankan Nicole Kidman menjadi seorang ibu yang unstable, hubungannya dengan sang buah hati malah bisa dipertanyakan. Sayang porsinya tidak terlalu banyak. Sedangkan Uncle Charlie mungkin menjadi salah satu permainan terbaik Matthew Goode (walaupun saya sendiri kurang familiar dengan track record-nya). Goode dapat menghadirkan personality yang dingin, karismatik serta di beberapa bagian bisa menjadi emosional (the scene with him in the car towards the end was heartbreaking). Selain ketiga karakter utama, kita juga akan melihat kehadiran karakter Gin Stoker (Jackie Weaver), bibi dari Richard dan Charlie serta Whip Taylor (Alden Ehrenreich), teman sekelas India yang menaruh hati padanya. Keduanya juga akan menjadi sebuah tool untuk mengenalkan kita lebih jauh kepada karakter Uncle Charlie.

Stoker sendiri ditulis oleh Wentworth Miller, aktor yang dikenal lewat serial televisi Prison Break. Naskahnya termasuk dalam Black List di tahun 2010, list yang berisi naskah-naskah menarik yang belum difilmkan pilihan studio dan produser (Argo juga termasuk di dalamnya). Miller  menyatakan bahwa ia terinspirasi dari film Shadow of a Doubt (1943) karya Alfred Hitchcock. Inspirasinya juga dapat dilihat tak hanya dalam cerita dan nama karakter (Uncle Charlie juga dapat ditemukan dalam Shadow), tetapi dengan presentasi akhir filmnya sendiri (lihat transisi antar scene dalam beberapa adegan, so Hitchcock). Sebagai sebuah sajian visual, sepertinya Park sukses memberikan presentasi dengan estetik yang begitu indah. Lewat gambar-gambar cantik yang diambil oleh Chung Chung-hoon, tata musik dari Clint Mansell serta editing yang lincah yang dikerjakan oleh Nicolas De Toth, Stoker menjadi sebuah film yang well-polished. Begitu hipster. With that being said, mungkin membuat film ini akan dicap sebuah film yang lebih mengandalkan style dibanding isinya. Bagi saya, keduanya malah menjadi satu kesatuan yang membuat film yang menjadi film terbaik tahun ini, so far.

Overview: Banyak yang menyatakan bahwa cerita film ini termasuk mediocre. I'm not disagreeing with that. Memang bukan cerita yang original ataupun dijalin dengan begitu baik. Walaupun bukan kekuatan utamanya, saya masih merasa cerita yang ditulis oleh Wentworth Miller ini cukup menarik (terlepas dari inspirasi Hitchcock-nya). Tetapi the truest gem dari Stoker terdapat pada pengarahan yang begitu cantik dan rapi oleh Park Chan-wook. Tata visual yang mengesankan dibantu oleh kualitas akting yang juga memukau membuat Stoker menjadi sebuah kepuasan bagi saya setelah lama menunggu. Semoga Park akan kembali lagi dengan naskah yang tentunya lebih baik lagi. Bring it on!

Stoker (2013) | United States, United Kingdom | 99 minutes | Drama, Mystery, Thriller | Rated R for disturbing violent and sexual content | Cast: Mia Wasikowska, Matthew Goode, Nicole Kidman, Dermot Mulroney, Jacki Weaver, Lucas Till, Alden Ehrenreich | Written by: Wentworth Miller | Directed by: Park Chan-wook

19 comments:

  1. Emang visual dan sound ini film gila banget kerennya!

    ReplyDelete
  2. Kok udah pada nonton Stoker nonton dimana sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di 21/XXI udah tayang kok Syid. Di jogja kayaknya sih udah juga..

      Delete
  3. Wentworth Miller baru pertama kali nulis screenplay utk Stoker ini kan ya? Duh, penasaran banget sama film ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, lumayan jg untuk screenplay pertama :)

      Delete
  4. Feeling Hipster! hehe, kalau aku pribadi lebih mengibaratkan ke tumblr dari facebook, iykwim riz :))

    ReplyDelete
  5. Hai, mau tukeran link ga? :)
    Blog saya khusus membahas film-film Perancis
    Makasih :)
    http://frenchmovielover.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan senang hati :) sudah saya link ya!

      Delete
  6. Pengen menyukainya. Tapi jalan ceritanya yang terlalu lemah akhirnya membuat tak bisa seratus persen suka sama dia. Mediocre, kalau buat saya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ceritanya memang saya akuin gak groundbreaking, tapi masih bisa saya nikmati hehe

      Delete
  7. Kak Fariz, boleh tukeran link? Link aku http://review-luthfi.blogspot.com/ . Linknya kakak udah dipasang. Terima kasih kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah pi, bikin blog review jugaa :D sip udah gw link yaa!

      Delete
  8. Belum nntn tp pnasaran krn review yg bragam...ntah knp sy selalu pnasaran ma yg review2nya beragam. Tp lbh pgn nntn oldboy dih.

    oh ya Riz...kl ada waktu baca postingam terbaru sy ya ;) sy kenalan dgn sutradara muda Indonesia yg bakal jd sutradara asing pertama yg membuat film adaptasi Stephen King.

    ReplyDelete
    Replies
    1. You must watch Oldboy, Miss :) well if you don't mind the gore and disturbing materials... hehe

      Will do, Miss!

      Delete
  9. Mund the gore?? You know you are talking to Stephen King's fan here! ;)
    I just haven't had the chance to buy it yet

    ReplyDelete
  10. Hai bro…

    boleh tukeran link gak? ini link saya http://insanmahaputra.blogspot.com/

    link kamu udah saya pasang di blog saya. :)

    Thank you

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks! Sudah saya link juga, salam kenal :D

      Delete