Ada sebuah keraguan pada awalnya bagi saya untuk merilis sebuah list Film Terbaik untuk tahun 2011. Alasan utama mungkin masih banyaknya film-film yang saya tunggu-tunggu tetapi belum saya tonton. Padahal, kasarnya, beberapa film tersebut telah saya 'booking' untuk masuk ke Top 10 hehe. Lho terus kenapa saya bikin List sekarang dan gak nungguin film-film tersebut? Yah, kalo itu mungkin alasan kasarnya, "kejar setoran". Sebagai seorang blogger yang mencoba untuk berdedikasi (atau dengan alasan ingin eksis dan hits? :p), saya ingin pula membuat sebuah list untuk menghormati film-film yang mempengaruhi saya tahun 2011 lalu. Kalo kata seorang blogger Hollywood kondang, sebuah list pribadi itu sifatnya benar-benar temporary, karena bisa berubah dalam hitungan tahun, bulan ataupun hari. Alasan lainnya mungkin adalah agar ada sebuah konsistensi dimana saya selalu menuliskan list film di setiap awal tahun.
Sebelum perhitungan mundur ke-10 film favorit saya tahun 2011 hingga saat ini, berikut film-film yang belum sempat saya nikmati dan saya tunggu-tunggu kedatangannya serta memiliki chance besar untuk menyalip ke Top 10 : Ada THE GIRL WITH THE DRAGON TATTOO dari sutradara favorit saya, David Fincher. Lalu film-film critics darlings seperti, HUGO (Martin Scorsese), THE DESCENDANTS (Alexander Payne), THE ARTIST (Michel Hazanavicius), SHAME (Steve McQueen), TINKER TAILOR SOLDIER SPY (Tomas Alfredson), WAR HORSE (Steven Spielberg) hingga TAKE SHELTER (Jeff Nichols) dan masih banyak lagi. Hal tersebut memang sedikit disayangkan, tetapi kalo udah berhasil ditonton dan ternyata saya suka, bukan tidak mungkin akan menerobos ke Top 10 nantinya. Ingat, untuk segala perubahan dan update, kapanpun itu, silahkan di-cek selalu di page 'Top 10 of the Year(s)' yang bisa di-klik di sidebar bagian kanan *maksa*.
Honorable Mentions (almost got into the Top 10 but unfortunately fail honorably):
HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS PT.2 (David Yates); Film penutup saga terbesar sepanjang sejarah perfilman ini ditutup dengan action dan special effect yang megah. THE HELP (Tate Taylor); Film yang diselamatkan oleh penampilan luar biasa hampir seluruh pemerannya. Salah satu film paling mengharukan tahun ini. THE IDES OF MARCH (George Clooney); Sebuah thriller politik ini memiliki script yang solid serta penampilan yang baik dari ensemble cast-nya. Sebuah penceritaan yang menarik tentang hilangnya innocence dan principle untuk menjadi pemenang. MARTHA MARCY MAY MARLENE (Sean Durkin); Dengan atmosfir mencekam, Durkin dan sang bintang Olsen menggambarkan seorang yang paranoid dengan begitu menegangkan. MELANCHOLIA (Lars von Trier); Menghantui, Melancholia memberikan sebuah persepsi depresi yang begitu real. Penampilan Kirsten Dunst dan Charlotte Gainsbourg yang begitu total turut membawa suasana depressing begitu kental. SOURCE CODE (Duncan Jones); Inception versi lebih accessible, walaupun tidak se-superior, tetaplah memberikan pengalaman menonton yang seru dengan cerita yang kreatif. Endingnya pun juga masih seru diperbincangkan. X-MEN: FIRST CLASS (Matthew Vaughn); Film bromance paling cool tahun 2011 lalu. Adegan action dan scoringnya keren, cerita tentang asal usul persahabatan dan permusuhan dua nama besar di dunia mutant dituturkan dengan sangat baik.
So here they are; The top 10....
Yang sebelumnya saya pikir prequel/reboot serial Apes ini hanyalah untuk mencari keuntungan semata, ternyata saya dikejutkan dengan sebuah tontonan berkelas yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga mengharukan sekaligus membuka mata terhadap fakta bahwa manusia juga bisa menjadi lebih binatang dari binatang. Jangan lupakan adegan kebangkitan a la A Prophet yang dialami Caesar di 'real world' yang benar-benar liar. Nice score, too!
This is one of the best coming-of-age stories I've ever watched. Sebuah tontonan segar dan kocak tentang kisah cinta pertama seorang remaja yang sebenernya hanya menjadi 'mainan' sang pujaan hati. Di tengah kegalauan gejolak kawula muda tersebut, ia juga harus menghadapi kenyataan dimana kedua orang tuanya sedang diambang perpisahan. Debut film dari aktor Inggris, Richard Ayoade ini diisi dengan berbagai gimmick sindiran yang bener-bener nampol saking nyatanya dan digambarkan dengan sangat jenaka. Kedua aktor utama bermain dengan ciamik sebagai dua orang remaja yang menjalin 'unlikely' relationship. Dengan campuran cinematography cantik dan musik asik, hasilnya: manis!
Kalau Anda berfikir Moneyball adalah sebuah drama olahraga yg mendramatisir kisah nyata perjuangan sebuah klub rookie yang berhasil mencengangkan dan memecah rekor dalam dunia baseball? You'd better think again. Moneyball tidak bercerita banyak tentang permainan baseball di lapangan, tapi lebih berfokus ke sebuah pemikiran kreatif, out of the box dan melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain. Dengan script yang fast-paced hasil polesan khas Aaron Sorkin (credited also with Steven Zailian), Moneyball berubah menjadi yang seharusnya cerita melodrama zero-to-hero menjadi sebuah tontonan sophisticated dengan pesan moral tersirat yang sangat baik; tanpa harus memiliki 'segalanya', kita bisa sukses ketika kita mampu memaksimalkan apa yang kita punya.
Saya bingung ketika saya harus menjelaskan mengapa saya begitu terpengaruh dengan film ini. Perjalanan yang manis dan sekaligus mengharukan seorang anak yang memiliki 'blind faith' dan kasih sayang yang besar terhadap ayahnya yang ternyata malah tidak menginginkannya. Rasa kesedihan tersebut ia luapkan kepada seorang asing yang dengan tulus bersedia merawatnya serta preman jalanan yang malah memanfaatkannya. Semua itu demi rasa 'diakui' dan 'dicintai' yang ia rasakan seperti hubungannya dengan sepeda kesayangannya. Ending film ini, yang sempat membuat saya menahan nafas, anehnya di waktu yang bersamaan juga memberikan sebuah harapan.
Biarlah banyak yang menyebutnya style over substance, tetapi memang tidak bisa dipungkiri Drive jelas menjadi salah satu film stylish yang saya tonton tahun ini. Hats off to Nicolas Winding Refn dengan gaya penyutradaraan unik dicampur homage terhadap film-film 80an (katanya sih seperti itu), ia mampu memberikan sebuah tontonan yang seru sekaligus menegangkan. Ryan Gosling menghidupkan sebuah karakter yang tidak akan saya herankan bila suatu hari akan menjadi sebuah karakter yang iconic. Walaupun menurut saya Drive masih kurang dalam penggalian sisi emosional, sisi brutal yang ditampilkan terasa begitu raw dan well-directed menghasilkan film yang sunyi ini terasa sangat maskulin dan ya.. seperti yang saya katakan sebelumnya, stylish.
Aaah Malick. The Tree of Life itu film yang menurut saya salah satu cinematic experience yang paling magical yang pernah saya saksikan. Sungguh sebuah privilege untuk menyaksikan film ini di bioskop. Dengan segala grandeur-nya, Tree of Life memberikan sebuah gambaran pendewasaan seorang anak di tengah keluarga dengan ayah serta ibu yang sifatnya bertolak belakang. Dengan dua debut yg termasuk terbaik tahun ini, Hunter McCracken dan Jessica Chastain, didampingi Brad Pitt dengan penampilan yang apik. Kalo saja, sequence penciptaan alam semesta itu diperpendek, Tree of Life akan saya nobatkan sebagai film masterpiece dan mendapat rank yang lebih tinggi di list ini. Nevertheless, Tree of Life memang adalah sebuah tontonan yang luar biasa indah, baik dari segi penceritaan, penyutradaraan sampai gambar. Memang terlalu 'besar' untuk diabaikan.
Kalau tahun lalu Toy Story 3 memberikan kesan nostalgia bagi saya, tahun ini ada The Adventures of Tintin yang membawa lagi kenangan masa kecil. Sepertinya bukan rahasia lagi kalo misalnya saya adalah sucker untuk film-film detektif, apalagi Tintin adalah salah satu kartun favorit saya sejak kecil. Steven Spielberg bersama Peter Jackson saya nilai berhasil menghidupkan kembali sosok detektif berjambul ini ke layar lebar dengan sebuah tontonan yang tak hanya menghibur dari segi cerita, tetapi juga dari efek motion capture yang top-notch. Karakter-karakter jenaka seperti Captain Haddock, duo Thomson dan Thompson direalisasi dengan sangat baik, dan siapa sih yang tidak gemas melihat aksi Snowy? FIlm action terbaik tahun ini bagi saya, yang ironisnya adalah sebuah film animasi.
Membuat sebuah komedi dengan subject matter yang lumayan sensitif seperti ini (kanker), saya rasa memang susah-susah gampang. Tetapi naskah segar yang diangkat dari kisah nyata sang penulisnya sendiri, Will Reiser membuat 50/50 terasa sangat effortless. Film ini tidak muluk-muluk ingin menjadi film yang menghadirkan lelucon yang mampu membuat penontonnya terbahak-bahak ataupun membuat sang protagonis terperangkap dalam penderitaan yang menguras air mata. Ya, 50/50 terasa begitu sederhana, dan dalam kesederhanaan tersebut, saya mampu tertawa dan terharu sepanjang film. Lelucon yang ditawarkan terasa begitu honest dan pas porsi dan letaknya, sedangkan sisi dramatisnya juga pas menusuk hati.
Sebagai sebuah film dokumenter sekaligus biografi seorang pembalap F1 yang tidak pernah saya kenal sebelumnya, Senna adalah sebuah kejutan manis. Sebuah tontonan yang begitu memikat tentang perjalanan hidup seorang Ayrton Senna, pembalap F1 berbakat yang karirnya terpaksa berhenti akibat kematian tragis di tengah perlombaan. Saya begitu terpukau menyaksikan penggambaran Ayrton Senna dalam film dokumenter hasil arahan Asif Kapadia ini. Film ini berhasil memberikan gambaran Senna sebagai sosok yang sangat talented, rendah hati dan berkharisma serta mampu menyentuh dan mempengaruhi negaranya pada saat itu. Merinding dan ikut terharu ketika saya juga bisa merasakan kesedihan para fans nya setelah kematian mendadak sesosok yang begitu berarti bagi mereka. Sebuah masterpiece dalam editing serta sebuah kisah tentang pahlawan yang sangat inspiratif.
Dari beberapa film yang saya tonton tahun ini, hanya film ini lah yang sepertinya dengan sukses membuat saya bertanya-tanya dalam hati tentang moral. Bukannya sok bijak, tetapi sempat saya berandai-andai bagaimana jika saya lah yang dihadapkan pada situasi masing-masing karakter dalam film ini, apa yang akan saya lakukan? A Separation adalah sebuah film yang menaruh setiap peran di dalamnya ke dalam area abu-abu. Mereka tidak salah, tetapi mereka tidak bisa dibenarkan sepenuhnya juga. Dengan agenda masing-masing, tiap-tiap orang ingin dirinya lah yang menang. Dan demi tujuan tersebut, bahkan tujuan dengan niat yang mulia sekalipun, bisa kah dicapai dengan cara yang salah? Asghar Farhadi benar-benar memainkan emosi penonton dengan sebuah cerita yang menggugah dan di setiap menitnya saya menemukan diri saya terperangah dengan rahasia-rahasia yang terungkap. Film ini tidak men-judge secara buta setiap karakternya, tetapi memperlihatkan bahwa kita, sebagai manusia, memang lah tak luput dari kesalahan dan kekurangan. Hmm kok jadi kayak khotbah gini ya? Hahaha. Hebatnya lagi, film ini juga menyelipkan isu-isu seperti agama, parenthood, pride, politik di dalam balutan sebuah courtroom drama. Sepertinya sangatlah pantas kalau saya menyematkan predikat film terbaik kepada film Iran ini untuk tahun 2011. Bravo.
Recap:
- A Separation
- Senna
- 50/50
- The Adventures of Tintin
- The Tree of Life
- Drive
- The Kid with a Bike
- Moneyball
- Submarine
- Rise of the Planet of the Apes
Dan by the way, tanggal postingan ini, 8 Januari adalah tanggal official ulang tahun Blog Vampibots yang tahun 2012 ini resmi berumur 3 tahun*yeaaay*. Terima kasih yang sebesar-besarnya buat semua pembaca yang telah berkunjung, membaca dan memberikan jejak comment. Much appreciated! Semoga dengan bertambahnya umur blog ini, saya senantiasa memberikan yang terbaik yang saya bisa. Sekali lagi, terima kasih! See you next year!






















9 bites:
1. "Biarlah banyak yang menyebutnya style over substance" Setuju!. Apalagi tiap denger orang 'ngatain' Drive overrated, biarkanlah mereka. Haha suka bgt sama tuh film, seneng liat ada yg juga suka *dinaikkin dikit ke top5 tuh harusnya*
2. Where r 'Contagion', '....about Kevin', 'Hanna' & 'Source Code riz? Bahkan ga masuk honorable mentions. :P
3. Seneng liat 50/50 di top5, dan seneng no 'midnight in paris', haha.
4. Gw udah gatau berapa org yg masukkin Senna ke list, jadi penasaran. Btw, Tinker Tailor pdhl baru aja keluar link nya tuh haha.
5. Btw bakal ada list best performance gt?
Hehehe Drive terlalu cool untuk dilewatkan.. Oops, lupa masukkin Source Code! Itu udah gw masukkin ke Honorable Mentions sebenernya, kayaknya keapus, ntar gw tambahin deh, thank you diingetin :) Gw gak begitu suka ...Kevin, Dan. Hanna dkk blm nntn :p
Iya, malah gw udah donlot Tinker Tailor tadi sore :( terpaksa ntar2 deh kalo bagus baru ditambahin.
+ iya Senna itu bagus bgt kalo menurut gw, tonton Dan! *maksa
Nanti kayaknya bakal bikin post khusus buat bbrp award (termasuk akting), waktu itu udah terlanjur ngetwit ttg 10 performance yg gw suka soalnya hehe
Selamat ulang tahun ya, Vampibots! Btw, iya tuh Source Code harusnya masuk. Hehe.
nice list, aq malah ngira 50/50 nih yg peringkat 1 hhehehehe
Great List! Gue juga suka banget sama Drive haha
Btw udah makin banyak aja yah yang bikin list dan gue belom juga
@fradita: terima kasih banyak :) iya sudah ditambahkan, kemarin kehapus hehe
@andyputera: thanks :) malah saya yang gak menduga2 #1 nya bli andi hehe
@rasyidharry: thank you! wahaha buat aja syid, buat seru2an hehe
Pasti buat lah, cuman masih terlalu banyak film yang belum ketonton nih, sayang banget :P
iya, gak kayak taun lalu, banyak yg udah leaked sekarang2 ini :p
Post a Comment