Monday, July 23, 2012

Review: The Dark Knight Rises (2012)


Plot: Delapan tahun sudah berlalu semenjak Harvey Dent, district attorney kebanggaan kota Gotham tewas mengenaskan. Polisi serta publik Gotham hanya mengetahui bahwa Batman lah yang telah membunuh Dent. Hanya sang pria di balik topeng, Bruce Wayne (Christian Bale) dan Commissioner Gordon (Gary Oldman) yang mengetahui kebenaran di balik tragedi tersebut. Delapan tahun pula Batman tidak lagi terlihat, hingga ketika seorang yang menamai dirinya Bane (Tom Hardy) mulai meneror Gotham dan berusaha untuk menghancurkannya.

Review: Wow. Just wow. Statement pembuka tersebut rasanya sangat cocok untuk memulai review The Dark Knight Rises (TDKR) ini. Film akhir dari trilogi Batman versi Christopher Nolan ini tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu film summer yang paling ditunggu-tunggu oleh moviegoers dan para fanboy Nolan sendiri. TDKR menjadi penutup resmi 'trilogi' Nolan's Batman setelah Batman Begins (2005) serta The Dark Knight (2008). Sudah bukan rahasia lagi jika Nolan telah berjanji bahwa TDKR adalah film Batman terakhirnya. Hal tersebut diamini pula oleh Christian Bale. Bagi saya usaha Nolan untuk membangun sebuah universe Batman dengan sentuhan khasnya berbuah manis, menghasilkan sejumlah masterpieces. Nolan membuat standar baru dalam film blockbuster superhero yang tak hanya menghibur, tetapi juga realistis, gelap dan cerdas. Pada Batman Begins kita melihat Nolan mencoba untuk mengeksplor sisi dramatis dalam diri Batman/Bruce.Sedangkan dalam The Dark Knight, Nolan mengeksplor lebih dalam masalah humanisme dan moral hingga institusi yang korup. Film-film Batman nya membuat most of superhero films nowadays look like children films. Kedua film pendahulunya sukses baik komersial sekaligus critical pada saat dirilis. Dengan kesuksesan tersebut, Nolan tidak ingin main-main untuk kemudian melanjutkan sekaligus menutup trilogi kisah manusia kelelawar ini. Bersama dengan adiknya, Jonathan Nolan, ia menulis screenplay berdasarkan cerita yang dikonsep bersama David S Goyer yang juga membuat cerita The Dark Knight. 

I like the fact that this film relates so much, not just to The Dark Knight, but to Batman Begins as well. Hal tersebut bagi saya membuat film ini menjadi satu kesatuan and feels like a complete full-circle. Makanya mungkin ada baiknya jika anda belum sempat nonton Batman Begins dan The Dark Knight, tontonlah dulu kedua film tersebut, for better understanding.  TDKR bersetting delapan tahun setelah ending film TDK. Batman kini menjadi buronan akibat tuduhan membunuh Harvey Dent, Bruce Wayne menutup dirinya dari dunia luar akibat apa yang terjadi pada Rachel Dawes di TDK. Kemudian panggilan untuk menjadi ksatria malam tersebut datang kembali setelah Gotham diusik oleh seorang misterius bernama Bane, yang membangun who-knows-what jauh di dalam saluran air kota Gotham. Siapa dia sebenarnya? Apa maksud dibalik rencana-rencananya? Bruce Wayne pun tidak sendirian, cause he happens to have a company; seorang pencuri kelas kakap bernama asli Selina Kyle (Anne Hathaway), yang kadang menjadi musuh tapi tak sering juga membantu Bruce. Dibandingkan dengan TDK, TDKR ini menurut saya jauh lebih mudah diikuti ceritanya. Not that TDK is confusing nor TDKR is shallow. TDK banyak fokus terhadap Joker yang ingin menunjukkan betapa korupnya polisi Gotham. TDKR ingin berfokus lebih tentang Bruce Wayne dan Batman as a hero himself. He fights, he falls, he defends, he fails but then he rises again. Salah satu hal yang sempat saya dengar di-complain oleh beberapa orang adalah bagaimana The Dark Knight itu bukan film Batman. They're kinda right. It wasn't, it's Joker's.  Tetapi dalam TDKR ini rasanya kita akan kembali melihat sepak terjang perjuangan Batman untuk mengambil kembali tahta 'a hero that Gotham deserves'.

Sempat menjadi pertanyaan besar siapakah yang akan dipasang oleh Nolan sebagai main villain dalam TDKR. To come up after brilliant take of Ledger's Joker is one big challenge. Nolan akhirnya memutuskan untuk menghidupkan Bane serta memilih Tom Hardy sebagai pemerannya. Tom Hardy harus rela menutup mukanya sepanjang film untuk peran tersebut. Bane is, I think, as evil as Joker. Eventhough Joker is more psychologically smarter, Bane is stronger in physique. Gila nya Bane adalah ia mempunyai ideologi memberi 'false hope in desperate times'. Dan memilih Bane sebagai follow-up villain untuk sang dark knight bagi saya adalah pilihan yang tepat. Satu minus adalah dengan mask yang dipakai oleh Bane, membuat dialog yang ia ucapkan tidak begitu jelas terdengar. Kita bisa mendengar bahwa dialog-dialog Bane semua adalah voice-over, setelah early preview beberapa bulan yang lalu dibanjiri complain akan ketidakjelasan suara Bane. As for Anne Hathaway, I think she's fine. Memang saya awalnya agak skeptis dengan pemilihan bintang Princess Diaries tersebut sebagai Catwoman, saya langsung ingin membandingkannya dengan performa magis Michelle Pfeiffer dalam peran yang sama di film Batman Returns (1992). Hasilnya? Hathaway memerankan Catwoman dengan tone yang berbeda. Not 'bad' different. Setidaknya Hathaway tidak berusaha untuk menyamai atau berkiblat kepada Catwoman versi Pfeiffer. She played it by her own preference and I' okay with it. Karakter baru lain yang juga vital dalam film ini adalah John Blake yang diperankan oleh Joseph Gordon-Levitt. Sebagai salah satu polisi jujur dan aktif dalam kepolisian, Blake juga turut membantu kota Gotham dalam menghindari kekacauan. Ada pula Miranda Tate yang diperankan oleh the beautiful Marion Cotillard sebagai salah satu love interest Bruce Wayne selain Selina Kyle. Kedua karakter ini memiliki peran yang cukup signifikan dalam TDKR.

Selain karakter-karakter baru tersebut, tidak sah karakter-karakter 'lama' nya juga tidak disebut. Christian Bale yang baru saja memenangkan Oscar tahun lalu kembali bermain dengan baik sebagai milyuner sekaligus masked vigilante disini. Begitu pula dengan Gary Oldman sebagai Commissioner Gordon yang tampil begitu karismatik. Tak lupa Michael Caine sebagai Alfred yang berwibawa, sarkastik dan dalam TDKR lebih emosional; serta Morgan Freeman sebagai Lucius Fox yang begitu jenaka. TDKR juga dihiasi dengan aspek teknis yang kuat. Editing, sound sampai cinematography nya benar-benar diperhatikan, menambah kesan sophisticated khas film-film Nolan. Musik yang diusung oleh Hans Zimmer pun turut membantu kemegahan film ini. Penempatan musik menggelegar membuat film ini semakin wah. Siapa sih yang tidak merinding mendengar chanting 'rises' tersebut? Nolan menghindari pemakaian CGI berlebihan dalam TDKR, membuat film ini hampir seluruhnya pure real-live action. Adegan baku hantam nya begitu real dan tak kalah heboh dengan adegan-adegan CGI yang ada di film-film superhero lainnya. The fights are slick, neat and clean. Adegan pembuka yang bersetting pesawat pun kabarnya benar-benar diambil di udara. Ngomong-ngomong tentang adegan pembuka tersebut, yang sepertinya ditujukan untuk mengenalkan penonton pada Bane bagi saya masih kurang iconic dibandingkan pembuka TDK yang memperkenalkan Joker hehe. Nah dari situ sih yang mungkin perbedaan antara TDK dan TDKR, kurangnya adegan 'iconic' dalam TDKR. TDK memiliki adegan awal perampokan bank, 'why so serious', hingga adegan 2 kapal ferry yang bagi saya begitu memorable. Bukan berarti TDKR jadinya lebih inferior. TDKR menurut saya mampu menjaga tensi nya tetap tegang dari awal hingga akhir, bahkan semakin tegang seiring film berjalan. Banyak juga kok adegan di TDKR yang cukup memorable.

Overview: Without a doubt, one of the best films of the year (if not the best one, yet). I honestly think that this piece completes one of the great trilogies ever. Dengan bar yang telah di-set begitu tinggi oleh Nolan lewat film sebelumnya, The Dark Knight Rises ternyata mampu bersanding dengan TDK sebagai sebuah sajian seru, dark, cerdas dan menegangkan. Durasi yang hampir mencapai 3 jam ini terlewati tanpa terasa berkat jalinan cerita yang menggugah dengan flow yang asik diikuti serta tidak membosankan. Twist demi twist menjadi hiburan tersendiri pula, walaupun sebagian besar tidak sulit ditebak. With amazing cast, story, direcion, actions and drama in it, The Dark Knight Rises is exactly what I wanted it to be. Fantastic, awesome, and above all, epic. 

The Dark Knight Rises (2012)| Action, Adventure, Crime, Thriller | Rated PG-13 for intense sequences of violence and action, some sensuality and language | Cast: Christian Bale, Gary Oldman, Tom Hardy, Joseph Gordon-Levitt, Anne Hathaway, Marion Cotillard, Morgan Freeman, Michael Caine | Screenplay by: Christopher Nolan, Jonathan Nolan | Directed by: Christopher Nolan

15 comments:

  1. TDKR was a fantastic, super-awesome closing. Oh I hope the Colorado Shooting won't make it flop on the international market, since some premieres are postponed and some red carpets are cancelled in Japan and Mexico (AFAIK) in respect of the victims of the tragedy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agreed. I think it might hurt the profit a bit, but hopefully not so much.

      Delete
    2. well actually at first I was a little bit pessimistic about whether TDKR could be as great as what TDK did, because of the absence of Joker. I must agree that Joker is too "attached" to minds of all TDK lover, and although TDKR is fantastic, Bane can't replace Joker.

      Delete
    3. Again, agreed. Bane is no Joker. And Joker was one of the main reasons why TDK can be so successful. That being said, I'm relieved that Nolan along with Tom Hardy can make Bane to work, at least to pick up where Joker left off. If Heath Ledger had not passed away, I'm sure TDKR could be a whole different film. But thankfully I'm already pleased with the outcome :)

      Delete
  2. Sayang nich gw belom bisa nonton... hiks4x...

    ReplyDelete
  3. this is such a great movie!:D

    ReplyDelete
  4. Cukup satu kata: EPIC!
    Sampe sesek pas keluar studio

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget! Tetep kerasa Epic nya sampe sekarang hahaa

      Delete
  5. DISCLAIMER: Sorry ya buat 'Anonymous July 24, 2012 9:18 PM' Comment nya BERISI SPOILER terpaksa saya DELETE dan saya POST lagi supaya saya bisa ngasih warning :)


    Anonymous July 24, 2012 9:18 PM
    The Dark Knight Rises
    - Kisah Batman Terakhir Karya Christopher Nolan (Director :Inception,The Prestige, Memento)- Batman d’benci rakyat gotham city karena d’tuduh mmbunuh Harvey Dent
    - Delapan tahun batman hilang, tiba2 keadaan Gotham buruk ditambah dengan kedatangan Bane, penjahat kejam.
    - Selina a.k.a catwoman menipu berulang kali BATMAN. tp akhirnya mmbantu batman dengan Menembak “BANE” dengan Motor batman.
    - ternyata anak Ra’s Al Ghul bukan “BANE” tapi Ilmuwan Wanita brnama “MIRANDA TATE”(Dia Nanti Bercinta Dengan BATMAN).
    - yg di lahirkan dan kabur dari penjara adalah “MIRANDA TATE” bukan “BANE”.
    - ADA Bom NUKLIR yg akan meledakkan Gotham city tp akhirnya BATMAN rela Mngorbankan dirinya mmbawa BOM itu jauh ke laut denagtn PESAWAT BARU BATMAN BERNAMA “The Bat” dan meledakkan dirinya dengan BOM itu.
    - Apakah Batman TEWAS, Tentu Tidak. Akhir KISAH SUPERHERO yang indah, dia hidup sbagai orang biasa brsama catwoman.
    - Polisi Muda brnama “BLAKE” mnemukan tmpat prsembunyian BATMAN dulu. trnyata nama ALSI Polisi itu adalah “ROBIN”

    ReplyDelete
  6. Dah sy tebak Fariz pasti memberi bnyak pujian pd TDKR...Nice review :)

    Sygnya sy termasuk minoritas yg menganggap TDKR adalah good film, not great film. Tidak realistis dan bnyk plot holes. Untg ga da fans fanatik batman yg ngamuk2 ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe makasih miss :) Tenang aja miss saya sih terima2 aja kalo ada yang gak begitu amazed, art is subjective, yes? :D

      Delete