Thursday, February 7, 2013

4th Vampibots Annual List: Top 10 Shots

Haah. Akhirnya tinggal 2 entry lagi dalam rangkaian 4th Vampibots Annual List tahun ini. And to be honest, membuat list yang satu ini adalah favorit saya. I'll remind you again and again, list ini terinspirasi oleh Kris Tapley dari blog InContention yang setiap tahunnya juga membuat list yang serupa. Top 10 Shots ini berisi oleh gambar-gambar dalam film yang bagi saya paling memorable di tahun 2012 kemarin.

Ada sedikit perbedaan tentang shot dan scene. Dalam Top 10 Shots ini, saya akan mengambil hanya satu gambar (shot) saja, bukan keseluruhan adegan. Shot yang saya ambil tak perlu memiliki nilai artistik (komposisi, lighting, dll) yang baik, walaupun kalau iya lebih bagus lagi. Tetapi shot tersebut harus bisa menggambarkan dengan baik sebuah adegan, atau suatu event, atau seorang karakter ketika gambar tersebut diambil. Agak susah sih menjelaskannya. But I hope you get it after my brief explanation. For fun, ini pilihan-pilihan saya tahun kemarin. Dan tentunya, as always, banyak shot-shot film yang pastinya akan saya 'singkirkan' untuk hanya dapat memilih 10 gambar saja. Shot-shot dari film ANNA KARENINAAMOUR, THE DARK KNIGHT RISES, THE HUNGER GAMES, LIFE OF PI, PROMETHEUS  adalah beberapa contoh judul film yang shot-nya termasuk ke dalam Honorable Mentions saya. Well, enough ramblings, berikut adalah shot-shot paling ngena bagi saya tahun lalu......

PS: Relax, there's nothing from The Perks of Being a Wallflower here :p



#10 — from THE AVENGERS
Director of photography: Seamus McGarvey
Maybe this is the most 'mainstream' shot of em all. Pilihan yang aman, you may say. Salah satu charm yang dimiliki film ini adalah disatukannya nama-nama superhero besar, yang sebelumnnya lebih dikenal dalam universe nya masing-masing, ke dalam satu film. But in this case, dalam satu shot. Unless you count X-Men, we don't normally see that in superhero films, do we?



#09 — from THE IMPOSTER
Director of photography: Erik Alexander Wilson and Lynda Hall
The Imposter adalah dokumenter yang menceritakan tentang seseorang yang mampu atau sering mengaku-ngaku sebagai orang lain.  Frédéric Bourdin, subyek yang diangkat dalam film ini, disini terlihat sedang tersenyum dan tertawa mendengar sekaligus mengingat ketika kebohongannya ternyata dipercaya oleh orang lain. Really represents his character well.



#08 — from MOONRISE KINGDOM
Director of photography: Robert Yeoman
Tidak banyak shot yang mampu merangkai sebagian besar plot film dalam sebuah gambar (I mean it in a good way). But somehow, this shot did just that. Kedua young lovers yang sedang digerebek oleh orang tua sang gadis dan kumpulan boys scout yang mencari anggota nya yang hilang. And it's a hilarious shot too.



#07 — from SINISTER
Director of photography: Chris Norr
It's probably one of the most horrifying opening shots last year. Saya menonton Sinister tanpa tahu cerita di dalamnya. Tetapi setelah melihat gambar ini, sebuah rekaman VHS dimana terdapat 4 orang dalam posisi siap digantung, saya menjadi semangat dan merasa Sinister akan menjadi film yang begitu seru. Well, pada akhirnya Sinister tidak begitu mencapai ekspektasi saya sih. Tetapi opening shot ini selalu terngiang terus sampai setelah credit title selesai bergulir.



#06 — from ARGO
Director of photography: Rodrigo Prieto
IMO, cinematography was not really Argo's strongest point. But it's still pretty good. Gambar ini adalah ketika agen Tony Mendez pertama mendarat di Iran. Sejenak ia berhenti, dan saya rasa ia sedang berfikir bahwa 'this is it, there's no turning back'. Dan uniknya, pada saat itu, kamera mengarahkan tangan kanan dari gambar Ayatullah, pemimpin Iran saat itu, tepat di kepala Mendez. Seakan-akan mengatakan 'You're in my territory, I'm watching you'. Lol.



#05 — from SKYFALL
Director of photography: Roger Deakins
As my pick for the best cinematography (before I watch Anna Karenina and The Master), Skyfall jelas salah satu film James Bond ter-artistik sampai saat ini, begitu sih kata orang-orang. And my favorite shot adalah ketika agen 007 akan menyergap Patrice, seorang mercenary, di atas gedung bertingkat. Hanya dihiasi sinar-sinar dari billboard (atau apalah itu), ada sebuah shot dimana Patrice mulai mengendus hadirnya Bond. Tanpa adanya trik dan tipuan cahaya, serta skill dan ke-suave-an Bond, tentunya kita akan memiliki ending yang berbeda.



#04 — from THE MASTER
Director of photography: Mihai Malaimare, Jr.
Saya sengaja menghabiskan The Master sebelum merampungkan list ini, karena saya tahu bahwa film ini akan dihiasi oleh gambar-gambar cantik. And I was right. Dari berbagai gambar, saya memilih scene dimana Freddie Quell, seorang veteran perang yang terkesan anti-sosial dan mengalami sebuah sindrom depresi paska perang tengah berbaring di atas sebuah dek kapal, sedangkan rekan-rekannya lagi asyik bercengkrama dan bekerja di bawah. Pas sekali mewakili sang karakter di awal-awal film.



#03 — from LINCOLN
Director of photography: Janusz Kaminski
Film Lincoln arahan Spielberg ini tak hanya membahas mengenai intrik politik yang sedang dialami presiden AS pada masa-masa jabatannya tersebut, tetapi juga dari sisi personalnya sebagai suami serta seorang ayah. It has been arguably known that Abraham Lincoln had a strong bond with his youngest son (or so I heard), Tad. Bisa dilihat dimana ia membiarkan Tad berlarian kesana kemari dalam White House. Apa yang saya tangkap adalah Lincoln tak ingin membiarkan kerenggangan hubungan yang ada pada anak-anaknya yang lain juga terjadi pada anak bungsunya tersebut. Dan dalam shot ini, dimana Lincoln ikut berbaring di sebelah Tad yang tertidur setelah bermain sebelum akhirnya menggendongnya ke kamar tidur, terlihat jelas hubungan antara ayah-anak yang begitu manis.



#02 — from RUST AND BONE
Director of photography: Stéphane Fontaine
Sebelum saya menonton film yang shot-nya sekarang berada di posisi #1, saya sebenarnya sudah yakin bahwa ini adalah pilihan saya untuk tempat teratas. Walaupun tersingkir, but still, shot ini tetap menjadi salah satu shot yang paling saya suka tahun lalu. Stéphanie, yang secara pelan tapi pasti dapat menerima hilangnya kedua kakinya, kembali ke tempat dimana peristiwa tragis tersebut terjadi. Kembali menyapa dengan 'sahabat' lamanya, yang dengan manisnya juga dibalas oleh sang paus. Sebuah shot yang begitu indah dimana sebuah persahabatan, sebuah kehangatan dapat membuat seseorang melupakan penderitaannya, even just for a while. Which is the exact situation I also found in my #1 pick........



#01 — from THE IMPOSSIBLE
Director of photography: Oscar Faura
Sama seperti shot dalam film Rust and Bone, shot pilihan saya dalam film ini juga sama-sama bertemakan 'oasis di padang gurun' (or anything you want to call it). Maksud saya adalah, di tengah-tengah penderitaan hebat yang dialami oleh karakter Naomi Watts dalam film ini, dirinya (yang juga berprofesi sebagai dokter), tetap tak kuat hati meninggalkan seorang anak yang terbengkalai seorang diri setelah gelombang tsunami menghantam. Setelah beristirahat sejenak di atas sebuah pohon, sekaligus menyelamatkan diri jika gelombang datang kembali, anak tersebut secara perlahan mulai mengelus kepala Maria. Entah hanya sekedar refleks, atau sebuah ungkapan terima kasih atau sebuah simbol cinta antara anak dan sosok ibu. Maria pun tak kuasa untuk tersenyum, bagai menemukan sebuah kehangatan di tengah-tengah bencana yang mungkin akan merenggut nyawanya. And that exact shot is the most powerful I've seen in a film last year.

Demikian pilihan-pilihan saya mengenai gambar-gambar terbaik dan ter-unforgettable sepanjang 2012 kemarin. Masih ada satu list lagi sebagai janji saya dalam Annual List tahun ini, yaitu film-film yang paling saya tunggu-tunggu kehadirannya di tahun 2013. I hope I'll finish it soon so I can post it right away! Meanwhile, silahkan berbagi scene atau shot apa yang anda suka dalam film di tahun lalu :)

2 comments:

  1. shot-nya Argo and Rust & Bone pas banget tuh, bermakna sekaligus kontradiktif

    hm,ane nambahin tuh shot akhir Silver Linings Playbook *spoiler* pas Pat jujur ke Tiffany and kamera menjauh dgn kelap kelip lampu.. (eh,tapi itu masuk shot buka yah? ^^)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehiya itu juga lumayan bagus (re: SLP) :)

      Delete